Iran Layangkan Peringatan Keras ke AS dan Israel Jelang Pemakaman Ayatollah Khamenei

Teheran, Terdepan.id – Pemerintah Iran melalui komando militernya mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan tindakan agresif selama proses pemakaman men

Jul 07, 2026 - 23:11
0 0
Iran Layangkan Peringatan Keras ke AS dan Israel Jelang Pemakaman Ayatollah Khamenei

Teheran, Terdepan.id – Pemerintah Iran melalui komando militernya mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan tindakan agresif selama proses pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Peringatan ini disampaikan di tengah masa berkabung nasional dan persiapan upacara kenegaraan yang diperkirakan akan dihadiri jutaan pelayat dari berbagai penjuru negeri.

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, dalam keterangan pers di Teheran, Kamis (2/7/2026), menegaskan bahwa seluruh angkatan bersenjata Iran berada dalam status siaga tertinggi. “Kami memperingatkan musuh-musuh Iran yang kuat, untuk menghindari salah kalkulasi apa pun dan mempertimbangkan respons keras serta mendatangkan penyesalan dari putra-putra bangsa Iran di Angkatan Bersenjata terhadap setiap ancaman atau agresi,” tegas Abdollahi di hadapan awak media.

Pernyataan ini merupakan eskalasi retorika di tengah situasi Timur Tengah yang masih bergolak, terutama setelah kematian Ayatollah Khamenei yang diumumkan awal pekan ini. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung selama beberapa hari, dimulai dengan prosesi doa di Teheran sebelum jasad dikebumikan di Mausoleum Imam Khomeini. Pengamanan super ketat langsung diterapkan, melibatkan ribuan personel Garda Revolusi dan pengerahan sistem pertahanan udara di sejumlah titik vital.

Kekhawatiran Gangguan dan Kesiapan Tempur

Meski tak menyebut jenis ancaman secara spesifik, sejumlah analis militer menilai peringatan tersebut merupakan langkah antisipatif terhadap potensi serangan siber, sabotase, atau bahkan provokasi serangan terbatas yang kerap memanfaatkan masa transisi kekuasaan. Israel, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap melakukan operasi rahasia terhadap target-target strategis Iran, menjadi pihak yang paling disorot dalam pernyataan komandan militer tersebut.

Abdollahi menjelaskan, seluruh elemen pertahanan udara dari sistem rudal, radar, hingga pasukan elite Quds telah dikerahkan untuk mengamankan jalur prosesi dan lokasi pemakaman. “Kami siap menghadapi segala bentuk ancaman dari darat, laut, maupun udara. Waktu berkabung ini bukan berarti kami lengah,” ujarnya menambahkan. Sumber intelijen regional yang dihubungi Terdepan.id menyebutkan, pesan serupa juga telah disampaikan secara diplomatik ke Washington melalui jalur perantara Swiss.

"Ini adalah ujian bagi musuh kami. Kami ingin mereka memahami bahwa bangsa Iran, bahkan di saat berduka, tidak akan ragu untuk membela kedaulatan dan kehormatan negaranya," kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Iran yang enggan disebutkan identitasnya.

Momentum pemakaman ini mengingatkan pada prosesi pemakaman Jenderal Qasem Soleimani pada 2020 lalu yang diwarnai ketegangan tinggi dan serangan rudal balasan Iran ke pangkalan AS di Irak. Kini, dengan berpulangnya Khamenei yang telah memimpin Iran lebih dari tiga dekade, spekulasi tentang dinamika transisi kekuasaan dan potensi perubahan kebijakan luar negeri Iran menjadi perhatian global. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Washington maupun Tel Aviv terkait peringatan Teheran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User