Iran Bilang Kesepakatan Damai adalah Deklarasi Kekalahan AS

TERDEPAN.ID, Jakarta – Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf secara tegas menyebut kesepakatan damai antara negaranya dan Amerika Serikat sebagai "deklarasi kekalahan Amerika". Pernyataan

Jul 06, 2026 - 13:54
0 0
Iran Bilang Kesepakatan Damai adalah Deklarasi Kekalahan AS

TERDEPAN.ID, Jakarta – Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf secara tegas menyebut kesepakatan damai antara negaranya dan Amerika Serikat sebagai "deklarasi kekalahan Amerika". Pernyataan itu disampaikan merujuk pada Nota Kesepahaman (MoU) yang dicapai melalui mediasi Pakistan di Islamabad, yang diharapkan dapat mengakhiri perang berkepanjangan di Timur Tengah.

Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran, menekankan bahwa kesepakatan tersebut lahir bukan karena tekanan atau ultimatum dari kekuatan asing. Ia memandang MoU Islamabad sebagai buah dari keteguhan sikap dan kedaulatan bangsa Iran. "Kesepahaman Islamabad bukanlah hasil tekanan dan paksaan, melainkan hasil perlawanan dan otoritas bangsa Iran yang berani," ujar Ghalibaf dalam keterangannya yang dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (24/6/2026).

"Itulah mengapa, Nota Kesepahaman Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika."

Pernyataan tersebut menegaskan narasi yang selama ini dibangun Teheran bahwa setiap kemajuan diplomatik adalah hasil dari resistensi dan bukan konsesi. Para analis melihat retorika ini sebagai upaya untuk memperkuat posisi Iran di mata domestik dan internasional, sekaligus mengirim pesan kepada Washington bahwa pengaruhnya di kawasan telah meredup.

Keamanan Timur Tengah Harus Dijamin Negara Kawasan

Dalam kesempatan yang sama, Ghalibaf menambahkan bahwa stabilitas dan keamanan di Timur Tengah seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara di kawasan itu sendiri. Ia menyiratkan bahwa campur tangan pihak luar, terutama Amerika Serikat, selama ini justru memicu instabilitas dan konflik berkepanjangan. Seruan ini sejalan dengan sikap resmi Iran yang kerap mendorong pembentukan arsitektur keamanan regional yang bebas dari kehadiran militer asing.

Nota Kesepahaman Islamabad sendiri disebut-sebut mencakup poin-poin gencatan senjata, pengaturan zona penyangga, dan mekanisme verifikasi yang melibatkan mediator netral. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat, sejumlah pejabat di Washington dikabarkan menerima draf awal kesepakatan tersebut. Pernyataan keras dari Teheran ini pun menimbulkan tanda tanya tentang sejauh mana komitmen kedua belah pihak dalam menjalankan butir-butir perdamaian yang telah dinegosiasikan.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Pakistan selaku mediator menyatakan optimismenya bahwa MoU Islamabad dapat menjadi landasan bagi perdamaian yang lebih luas dan berkelanjutan di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User