Ilmuwan Peringatkan Revisi UU Spesies Terancam Percepat Kepunahan di Kanada

Kanada kini menghadapi dua ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati secara bersamaan. Di satu sisi, penyebaran tanaman invasif yang dijual bebas di pu

Ilmuwan Peringatkan Revisi UU Spesies Terancam Percepat Kepunahan di Kanada

Kanada kini menghadapi dua ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati secara bersamaan. Di satu sisi, penyebaran tanaman invasif yang dijual bebas di pusat taman dan pembibitan terus menggerus ekosistem asli di berbagai provinsi. Di sisi lain, rencana perubahan Undang-Undang Spesies Berisiko atau Species At Risk Act (SARA) justru dikhawatirkan para ilmuwan akan mempercepat kepunahan satwa yang selama ini dilindungi negara. Dua persoalan ini kini menjadi sorotan utama para pegiat lingkungan, peneliti, hingga mantan pejabat panel penasihat pemerintah.

Krisis Tanaman Invasif Menyebar ke Berbagai Kota

Sejumlah kota di Kanada mulai mengambil langkah konkret dengan menyusun peraturan daerah untuk membatasi penjualan tanaman invasif oleh pusat taman dan pembibitan. Langkah ini dipandang sebagai respons atas meluasnya spesies asing yang awalnya ditanam untuk keperluan hias, namun kemudian menyebar liar dan mengalahkan vegetasi asli. Jenis seperti knotweed Jepang dan buckthorn disebut-sebut mulai mendominasi kawasan liar dan sulit diberantas karena pertumbuhannya yang agresif.

"Tanpa badan hortikultura federal dan basis data tanaman invasif yang andal, Kanada sedang menuju krisis keanekaragaman hayati yang tengah terbentuk," ujar para advokat Koalisi Kanada untuk Regulasi Tanaman Invasif (Canadian Coalition for Invasive Plant Regulation).

Koalisi tersebut menilai regulasi saat ini masih terpecah-pecah di tingkat provinsi dan kota, sehingga pengawasan peredaran spesies invasif secara nasional menjadi sulit dilakukan. Mereka mendesak pemerintah federal membentuk lembaga khusus serta database terpadu tanaman invasif agar jenis-jenis berbahaya dapat teridentifikasi sejak awal sebelum menyebar luas ke alam liar. Menariknya, beberapa tukang kebun di Calgary juga melaporkan bahwa harga sejumlah tanaman naik tipis pada musim ini, salah satu dampak mulai diterapkannya aturan yang lebih ketat terhadap peredaran tanaman.

Kronologi Upaya Pengendalian Tanaman Invasif

  1. Identifikasi ancaman: Tanaman invasif seperti knotweed Jepang dan buckthorn mulai mendominasi kawasan liar di berbagai provinsi Kanada.
  2. Respons kota: Beberapa kota di Kanada membahas peraturan daerah yang membatasi penjualan tanaman invasif di pusat taman dan pembibitan.
  3. Desakan koalisi: Koalisi Kanada untuk Regulasi Tanaman Invasif mendorong pembentukan badan hortikultura federal dan database nasional tanaman invasif.
  4. Dampak pasar: Tukang kebun di Calgary mencatat kenaikan harga sejumlah tanaman pada musim tanam terbaru.

Surat Terbuka Ilmuwan Menentang Perubahan UU SARA

Ancaman kedua datang dari arah regulasi. Para mantan ketua panel penasihat pemerintah federal untuk satwa liar terancam punah menerbitkan surat terbuka yang menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap usulan revisi Species At Risk Act. Dalam surat tersebut, mereka memperingatkan bahwa perubahan yang diusulkan dapat mengarah pada "kepunahan yang disengaja" (wilful extinction) bagi spesies-spesies terancam di Kanada.

Surat terbuka itu menilai revisi UU dapat melonggarkan kriteria perlindungan dan berujung pada hilangnya habitat spesies yang selama ini dijaga ketat oleh negara.

Sejumlah ilmuwan turut menandatangani surat tersebut untuk menyoroti dampak potensial terhadap spesies ikonik seperti paus pembunuh orca populasi selatan (southern resident killer whales) yang berenang di lepas pantai barat daya Pulau Vancouver. Populasi paus ini telah lama menjadi simbol perjuangan konservasi Kanada dan jumlahnya terus menipis dari tahun ke tahun akibat gangguan habitat, kebisingan kapal, dan berkurangnya pasokan makanan.

Kekhawatiran utama para ilmuwan adalah revisi UU dapat memperpendek proses penilaian risiko, mempermudah izin kegiatan ekonomi di kawasan habitat, dan mengurangi kewajiban pemulihan populasi. Padahal, SARA selama ini menjadi payung hukum utama perlindungan lebih dari 600 spesies berisiko di Kanada. Jika aturan dilonggarkan, para peneliti khawatir upaya konservasi selama puluhan tahun akan sia-sia.

Kronologi Polemik Revisi Species At Risk Act

  1. Pembentukan panel: Pemerintah federal membentuk panel penasihat untuk mengkaji status spesies terancam di Kanada.
  2. Usulan revisi: Pemerintah mengusulkan perubahan terhadap Species At Risk Act yang dinilai sejumlah pihak melonggarkan perlindungan.
  3. Surat terbuka: Para mantan ketua panel menerbitkan surat terbuka berisi kekhawatiran atas dampak revisi terhadap spesies terancam.
  4. Dukungan luas: Sejumlah ilmuwan ikut menandatangani dan menyoroti nasib orca populasi selatan di lepas pantai Vancouver.

Dua Sisi Krisis, Satu Tujuan Konservasi

Dua isu ini sebenarnya saling berkaitan. Baik penyebaran tanaman invasif maupun pelonggaran perlindungan spesies sama-sama mengancam keanekaragaman hayati Kanada yang selama ini dijaga ketat. Para pegiat berharap pemerintah federal tidak hanya membatasi penjualan tanaman invasif melalui aturan lokal, tetapi juga mempertahankan ketatnya perlindungan spesies yang sudah tertuang dalam undang-undang.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Kanada belum memberikan tanggapan resmi atas surat terbuka para ilmuwan maupun desakan pembentukan badan hortikultura federal. Namun, tekanan dari kalangan akademisi, pegiat lingkungan, hingga masyarakat terus menguat agar kebijakan konservasi tidak dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek. Masa depan spesies ikonik seperti orca Vancouver kini bergantung pada keputusan pemerintah dalam merespons dua krisis yang datang bersamaan ini.

[SOCIAL_TWEET]: Ilmuwan Kanada khawatir revisi UU Spesies Berisiko memicu kepunahan orca & satwa lain. Tanaman invasif juga kian mengancam ekosistem. #Konservasi #Kanada[SOCIAL_TG]: Ilmuwan peringatkan revisi UU Spesies Berisiko bisa memicu 'kepunahan yang disengaja' di Kanada. Baca selengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User