IHSG Melemah Sepanjang Pekan, Kapitalisasi Pasar BEI Ikut Terkoreksi

Pasar saham domestik kembali mencatat tekanan moderat dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,35% pada periode perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 202

Jul 08, 2026 - 00:22
0 0
IHSG Melemah Sepanjang Pekan, Kapitalisasi Pasar BEI Ikut Terkoreksi

Pasar saham domestik kembali mencatat tekanan moderat dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,35% pada periode perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026, meskipun sempat bergerak fluktuatif di tengah minimnya sentimen positif global. Pelaku pasar cenderung wait and see sembari mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan arah kebijakan suku bunga global.

Penurunan Kapitalisasi Pasar

Sejalan dengan koreksi indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mengalami penyusutan. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Terdepan.id, total kapitalisasi pasar BEI terkikis 0,14% menjadi Rp10.287 triliun dari posisi akhir pekan sebelumnya yang mencapai Rp10.302 triliun. Penurunan nilai perusahaan tercatat ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG yang cenderung terkoreksi turut menggerus nilai keseluruhan saham yang terdaftar di papan bursa.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan dalam siaran resmi bahwa perubahan kapitalisasi pasar sejalan dengan dinamika perdagangan harian.

"Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami perubahan sebesar 0,14% menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan lalu," kata Kautsar seperti dikutip Terdepan.id, Sabtu (4/7/2026).

Adapun IHSG pada penutupan Jumat kemarin parkir di level 5.875,780. Analis memperkirakan, pelemahan yang terbatas ini masih dalam batas wajar mengingat minimnya katalis pendorong dan investor yang cenderung mencairkan posisi menjelang pengumuman data tenaga kerja Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga global.

Terdepan.id mencatat, sektor keuangan dan energi menjadi kontributor utama tekanan indeks sepanjang pekan, sementara sektor teknologi dan konsumer defensif mampu menahan laju penurunan lebih dalam. Seluruh investor kini menanti rilis data inflasi domestik dan rapat dewan gubernur Bank Indonesia yang diharapkan dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter ke depan, sekaligus menjadi sentimen pembalik bagi pasar yang tengah lesu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User