IHSG Dibuka Bergerak Dua Arah, Sempat Hijau Lalu Merosot ke 5.898

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal sesi perdagangan Selasa (7/7/2026) menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks acuan bursa domestik tersebut sempat dibuka dengan optimis

Jul 08, 2026 - 08:06
0 0
IHSG Dibuka Bergerak Dua Arah, Sempat Hijau Lalu Merosot ke 5.898

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal sesi perdagangan Selasa (7/7/2026) menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks acuan bursa domestik tersebut sempat dibuka dengan optimisme, menyentuh zona positif, namun tekanan jual yang muncul tak lama kemudian menyeretnya ke wilayah pelemahan.

Menurut pantauan Terdepan.id berdasarkan data perdagangan yang diterima, pada pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat melemah 17 poin atau setara 0,29% dan bertengger di level 5.898. Padahal, sesaat setelah bel pembukaan, indeks sempat menguat di posisi 5.933. Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang terendah 5.892 hingga titik tertinggi 5.943.

Nilai total transaksi pada jam pertama perdagangan mencapai Rp1,28 triliun. Volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 2,70 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan mencapai 218.174 kali. Angka ini menunjukkan partisipasi investor yang cukup aktif meskipun arah indeks belum menunjukkan konsolidasi yang solid.

“Pasar saham domestik saat ini terpantau dibayangi oleh sentimen eksternal yang fluktuatif. Investor cenderung wait and see menjelang rilis data ekonomi global, sehingga wajar jika IHSG bergerak mixed di sesi awal,” ujar Tim Riset Terdepan.id dalam catatan pagi ini.

Pergerakan IHSG yang cenderung dua arah tersebut juga dipengaruhi oleh rotasi sektoral yang terjadi di lantai bursa. Sejumlah saham sektor perbankan dan barang konsumsi sempat mendorong indeks ke zona hijau, tetapi aksi ambil untung di saham-saham berbasis komoditas dan energi menekan laju indeks komposit ini.

Kondisi ini menggambarkan bahwa kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih, kendati fundamental ekonomi domestik masih menunjukkan ketahanan. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan kebijakan moneter global yang dapat mempengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan dinamika tersebut, analis Terdepan.id memperkirakan IHSG akan terus bergerak dalam kisaran terbatas sepanjang sesi, dengan potensi penguatan terbatas di akhir perdagangan jika sentimen global membaik. Namun, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi lanjutan jika data ekonomi yang akan dirilis tidak sesuai ekspektasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User