Harapan Baru di Usia Senja: Rendi Terima Kaki Palsu Setelah Satu Dekade Berjuang Melawan Keterbatasan

Gowa, Terdepan.id – Air mata haru dan senyum penuh syukur bercampur menjadi satu di wajah Rendi (53). Warga Desa Lassa-Lassa, Kabupaten Gowa, ini tak mampu menyembunyikan emosinya saat Kementerian

Jul 08, 2026 - 05:51
0 0
Harapan Baru di Usia Senja: Rendi Terima Kaki Palsu Setelah Satu Dekade Berjuang Melawan Keterbatasan

Gowa, Terdepan.id – Air mata haru dan senyum penuh syukur bercampur menjadi satu di wajah Rendi (53). Warga Desa Lassa-Lassa, Kabupaten Gowa, ini tak mampu menyembunyikan emosinya saat Kementerian Sosial (Kemensos) RI secara simbolis menyerahkan bantuan kaki palsu dalam rangkaian Bakti Sosial Terintegrasi. Sorot matanya yang sempat meredup selama bertahun-tahun kini kembali memancarkan optimisme untuk menatap masa depan.

Kilas balik perjuangan hidup pria paruh baya ini sungguh memilukan. Pada tahun 2015, saat tengah mengadu nasib sebagai pekerja migran di Malaysia, Rendi diterjang musibah yang mengubah total jalan hidupnya. Ia menjadi korban keganasan seekor buaya dalam sebuah insiden mengerikan. Luka parah yang dideritanya memaksa tim medis setempat untuk mengambil tindakan amputasi pada salah satu kakinya demi menyelamatkan nyawanya.

Setelah lebih dari satu dekade, rasa sakit dan keterbatasan itu selalu membayangi setiap langkah saya untuk mencari nafkah. Kaki palsu ini adalah jawaban dari doa-doa panjang saya,

ungkap Rendi dengan suara bergetar menahan isak tangis.

Ketiadaan kaki membuat Rendi harus berdamai dengan realitas pahit. Mobilitasnya sebagai tulang punggung keluarga sangat terhambat, mengandalkan alat bantu seadanya yang jauh dari standar kenyamanan. Aktivitas sederhana yang dulunya mudah, berubah menjadi tantangan berat yang harus ia taklukkan setiap hari.

Namun, fase gelap itu kini menemui titik terang. Kehadiran kaki palsu fungsional dari pemerintah diharapkan tidak hanya memulihkan kemampuan mobilitasnya, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri Rendi untuk kembali aktif di tengah masyarakat. Dengan bantuan ini, ia optimis dapat menjalani hari-hari secara lebih mandiri tanpa harus terus-menerus merepotkan anggota keluarga.

Melalui program Bakti Sosial Terintegrasi, Kemensos menjangkau masyarakat rentan dan penyandang disabilitas di pelosok negeri. Bantuan alat bantu ini merupakan wujud konkret kehadiran negara dalam memastikan bahwa musibah fisik tidak menjadi jurang pemisah bagi warga negara untuk meraih kesejahteraan dan kehidupan yang produktif. Kini, langkah Rendi akan kembali tegak, seiring dengan pulihnya harapan yang sempat patah akibat terkaman buaya di tanah rantau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User