Gajah Indro Mati Akibat Komplikasi Pasca-Fase Musth

Seekor gajah sumatera jantan bernama Indro ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin dini hari, 29 Juni 2026, sekitar pukul 03.45 WIB. Indro ya

Jul 08, 2026 - 18:27
0 0
Gajah Indro Mati Akibat Komplikasi Pasca-Fase Musth

Seekor gajah sumatera jantan bernama Indro ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin dini hari, 29 Juni 2026, sekitar pukul 03.45 WIB. Indro yang berusia 45 tahun mengembuskan napas terakhir setelah melalui perawatan intensif dari tim gabungan medis konservasi. Kepergian satwa dilindungi ini menjadi kehilangan besar bagi ekosistem Tesso Nilo yang terus terancam deforestasi.

Penyebab Kematian: Komplikasi Pasca-Musth

Berdasarkan keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo pada Selasa (30/6/2026), Indro mati akibat komplikasi kesehatan yang dipicu oleh penurunan drastis nafsu makan pasca-fase musth. Fase musth sendiri merupakan periode biologis alami pada gajah jantan dewasa, di mana kadar testosteron melonjak dan perilaku menjadi lebih agresif. Kondisi ini menuntut asupan energi tinggi, sehingga jika tidak diimbangi nafsu makan yang cukup, gajah dapat mengalami kelemahan sistemik yang berujung pada kegagalan organ vital.

"Gajah Indro dinyatakan mati setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim gabungan Balai Besar KSDA Riau dan Balai TN Tesso Nilo akibat komplikasi kesehatan yang dipicu oleh penurunan nafsu makan pasca-fase musth," demikian pernyataan tertulis dari pihak taman nasional.

Upaya Penyelamatan Maksimal

Selama beberapa hari menjelang kematiannya, Indro telah mendapat penanganan darurat dari dua institusi konservasi utama di Riau. Tim medis mengerahkan terapi cairan, antibiotik, vitamin, dan antiinflamasi untuk menstabilkan kondisi tubuhnya. Petugas juga melakukan pemantauan selama 24 jam, namun kondisi Indro terus memburuk. Detak jantung melemah dan akhirnya ia mengembuskan napas terakhir di pagi buta. Upaya nekropsi akan dilakukan untuk memastikan rincian penyebab lanjutan dari sisi patologi, meski diagnosis awal sudah mengarah pada komplikasi metabolik.

Kehilangan Indro bukanlah insiden pertama di TNTN. Kawasan ini, yang membentang di perbatasan Kabupaten Pelalawan dan Siak, merupakan salah satu benteng terakhir bagi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang kini berstatus kritis. Ancaman dari perburuan, racun, dan konflik ruang akibat perkebunan terus menekan populasi yang tersisa. Kematian Indro di usia produktif semakin menyempitkan peluang regenerasi populasi gajah liar.

Pihak TNTN dan BKSDA Riau menyatakan akan terus mengevaluasi penanganan satwa di lapangan, termasuk menyediakan cadangan pangan dan pemantauan ketat saat individu memasuki fase musth. Mereka juga mengajak masyarakat untuk melaporkan segera jika menemukan satwa liar yang menunjukkan gejala tidak biasa. Informasi ini dihimpun Terdepan.id dari laporan resmi Balai Taman Nasional Tesso Nilo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User