Dulu Sebut "Penipuan", Kini Kripto Sumbang Rp18 Triliun ke Trump: Politik Global Bergeser
Jakarta – Ironi besar tengah mewarnai panggung politik global. Pada 2021, Donald Trump secara terbuka menyebut mata uang kripto sebagai "bencana yang akan segera terjadi" dan melabelinya sebagai
Jakarta – Ironi besar tengah mewarnai panggung politik global. Pada 2021, Donald Trump secara terbuka menyebut mata uang kripto sebagai "bencana yang akan segera terjadi" dan melabelinya sebagai "penipuan". Namun, laporan keuangan tahunan yang dirilis pada Selasa (30/06) menunjukkan fakta yang bertolak belakang: aset digital kini justru menjadi mesin pencetak kekayaan bagi mantan presiden Amerika Serikat tersebut.
Menurut laporan yang dikutip Terdepan.id, Trump berhasil meraup pendapatan lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp18 triliun sepanjang tahun 2025 dari sektor kripto. Angka fantastis ini sekaligus menandai pergeseran drastis paradigma Trump terhadap mata uang digital, dari sikap antipati menjadi aktor utama dalam industri yang dulu ia cerca.
Struktur Pendapatan: Meme Coin dan Platform DeFi
Penelusuran Terdepan.id terhadap laporan keuangan tersebut mengungkap bahwa pendapatan kripto Trump terbagi dalam dua pilar utama. Pertama, bisnis World Liberty Financial—sebuah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang ia kendalikan—berhasil membukukan penjualan produk kripto senilai sekitar US$500 juta. Kedua, penjualan meme coin yang menyumbang sekitar US$600 juta, atau sekitar Rp10,8 triliun, melengkapi pundi-pundi kekayaan Trump dari aset digital.
Transformasi ini menjadi salah satu contoh paling mencolok tentang bagaimana kepentingan finansial dapat membentuk ulang sikap politis seorang tokoh global, terutama dalam ranah aset digital yang terus berevolusi.
Regulasi yang Semakin Longgar di AS
Lonjakan pendapatan ini terjadi dalam lanskap kebijakan yang kian kondusif bagi industri kripto di Amerika Serikat. Pemerintah AS secara progresif melakukan pelonggaran regulasi dan memperluas izin penggunaan mata uang digital sebagai alat tukar resmi. Lingkungan regulasi yang lebih ramah ini dipandang sebagai katalis utama yang memungkinkan entitas-entitas seperti World Liberty Financial berkembang pesat.
Para analis yang diwawancarai Terdepan.id menilai bahwa perubahan sikap Trump bukan sekadar konversi ideologis, melainkan respons strategis terhadap peluang ekonomi. Ketika kebijakan pemerintah membuka jalan bagi adopsi kripto arus utama, tokoh-tokoh politik dengan pengaruh besar turut memosisikan diri untuk menangkap keuntungan material dari gelombang baru ini.
Pergeseran ini juga mengirimkan sinyal kuat ke panggung politik global. Negara-negara lain kini mencermati bagaimana AS—melalui figur-figur seperti Trump—melegitimasi kripto tidak hanya sebagai instrumen spekulasi, tetapi juga sebagai pilar ekonomi politik. Dampaknya, perdebatan tentang regulasi kripto di berbagai belahan dunia diprediksi akan semakin intens seiring meningkatnya keterlibatan para pemain politik kelas berat.
Dengan pendapatan yang melampaui US$1 miliar hanya dalam setahun, kripto telah menjelma dari objek skeptis menjadi kekuatan ekonomi-politik yang tak bisa diabaikan. Bagi Trump, "penipuan" yang dulu ia kecam kini justru menjadi fondasi kekayaan barunya—sebuah paradoks yang mencerminkan dinamika baru di persimpangan antara politik, keuangan, dan teknologi.
Comments (0)