Detik Rumah di Benhil Ambruk Terekam CCTV, Tanah Ambles Picu Longsor Pinggir Kali
Jakarta - Suasana permukiman padat di Jalan Administrasi Negara I, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak gempar pada Jumat dini hari. Sebuah rumah kos yang berdiri tepat di tepi Kanal
Jakarta - Suasana permukiman padat di Jalan Administrasi Negara I, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak gempar pada Jumat dini hari. Sebuah rumah kos yang berdiri tepat di tepi Kanal Banjir Barat ambruk setelah tanah di bawahnya tergerus abrasi dan longsor. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ini tidak hanya menghancurkan satu bangunan, tetapi juga menyeret tempat pembuangan sampah yang berada di dekatnya.
Momen mengerikan saat struktur rumah perlahan miring, retak, dan akhirnya jebol ke dalam aliran kali berhasil tertangkap kamera pengawas atau CCTV milik warga setempat. Rekaman tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu beragam reaksi dari masyarakat. Dalam video yang beredar, terlihat jelas bagaimana material bangunan serta tanah jatuh berguguran ke badan air, menimbulkan suara gemuruh yang membangunkan warga di sekitar lokasi.
Pihak kepolisian sektor Tanah Abang langsung merespons laporan darurat yang diterima dari warga. Petugas diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. "Anggota mendapatkan laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk atau tanah longsor," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang saat dikonfirmasi tim liputan Terdepan.id.
Anggota mendapat laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk atau tanah longsor.
Berdasarkan hasil penelusuran media kami, peristiwa ini dipicu oleh abrasi tanah yang sudah berlangsung lama di bantaran Kali Kanal Banjir Barat. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah pasti penghuni yang terdampak, namun rumah dalam kondisi kosong tersebut diketahui berada di wilayah RT 01 RW 07. Selain kerugian material berupa bangunan yang rata dengan tanah, sebuah fasilitas pembuangan sampah yang berada di titik yang sama juga turut mengalami kerusakan parah hingga tak bisa digunakan.
Warga sekitar mengaku sudah lama mengkhawatirkan kondisi struktur tanah di pinggir kali, terutama sejak intensitas hujan meningkat dan debit air kerap naik. Mereka berharap agar pemerintah daerah segera menertibkan bangunan liar yang terlalu dekat dengan bantaran kali untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pasca-ambruknya rumah tersebut, petugas masih melakukan penilaian risiko terhadap bangunan lain di sekitarnya guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Informasi lengkap mengenai kronologi dan upaya penanganan pasca-bencana ini terus dihimpun oleh awak Terdepan.id.
Comments (0)