Cak Imin Dukung Prioritas MBG untuk Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Gizi Nasional yang menetapkan prioritas distribusi Makan Bergizi Gratis kepada ti

Jul 08, 2026 - 19:39
0 0
Cak Imin Dukung Prioritas MBG untuk Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Gizi Nasional yang menetapkan prioritas distribusi Makan Bergizi Gratis kepada tiga kelompok sasaran utama. Ketiga kelompok tersebut adalah ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin—sapaan akrab Muhaimin Iskandar—di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin. Ia menilai penentuan skala prioritas tersebut sebagai kebijakan yang paling tepat mengingat urgensi pemenuhan gizi pada kelompok rentan.

"Saya sangat menyambut baik kepemimpinan BGN yang baru. Tentu dengan evaluasi, cara kerja, skala prioritas. Yang paling penting adalah memilih skala prioritas. Saya melihat skala prioritas busui, bumil, balita, itu skala prioritas yang paling tepat," ujar Cak Imin.

Penetapan prioritas ini muncul di tengah evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis yang selama ini berjalan. Meskipun demikian, Cak Imin menegaskan bahwa kelompok pelajar SD hingga SMP tetap akan mendapatkan jatah MBG, hanya saja tidak lagi menjadi prioritas pertama dalam distribusi.

Kebijakan berbasis skala prioritas ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan anggaran dan memastikan intervensi gizi tepat sasaran. Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan asupan nutrisi lebih tinggi untuk menunjang perkembangan janin dan kualitas ASI, sementara balita berada dalam periode emas pertumbuhan yang sangat bergantung pada kecukupan gizi.

Langkah ini juga sejalan dengan data nasional yang menunjukkan tingginya angka stunting dan malnutrisi pada kelompok usia dini. Dengan mengalihkan fokus utama kepada tiga kelompok tersebut, pemerintah berharap dapat menekan angka prevalensi stunting secara lebih efektif dalam jangka panjang.

Cak Imin menambahkan, evaluasi menyeluruh tidak hanya menyasar soal skala prioritas penerima, melainkan juga mekanisme distribusi, kualitas menu, dan akuntabilitas pelaksanaan di lapangan. Kepemimpinan baru di tubuh BGN diharapkan mampu membawa perbaikan sistemik agar program MBG benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebelumnya, berbagai tantangan dalam implementasi MBG sempat menjadi sorotan, mulai dari persoalan rantai pasok, ketepatan waktu distribusi, hingga variasi menu yang belum sepenuhnya memenuhi standar gizi seimbang. Dengan adanya penegasan prioritas ini, diharapkan pemanfaatan sumber daya dapat lebih difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Informasi selengkapnya mengenai perkembangan program ini dapat diakses melalui laporan Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User