BRIN Tegaskan Indonesia Prioritaskan Kemampuan Teknologi Nasional

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa Indonesia saat ini memprioritaskan pembangunan kemampuan teknologi nasional yang kompreh

BRIN Tegaskan Indonesia Prioritaskan Kemampuan Teknologi Nasional

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa Indonesia saat ini memprioritaskan pembangunan kemampuan teknologi nasional yang komprehensif, alih-alih sekadar meningkatkan jumlah produk riset. Pergeseran arah kebijakan ini dinilai menjadi fondasi penting bagi kemandirian bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan, selama bertahun-tahun keberhasilan riset di Tanah Air cenderung diukur dari kuantitas luaran, seperti jumlah publikasi ilmiah, prototipe, paten, hingga produk inovasi yang dihasilkan berbagai lembaga penelitian. Namun, indikator semacam itu dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan teknologi yang benar-benar dikuasai dan dimanfaatkan oleh bangsa.

"Kita tidak bisa berpuas diri hanya dengan banyaknya produk riset. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Indonesia membangun kemampuan teknologi secara utuh, dari hulu sampai hilir, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, industri, dan negara," ujar Handoko.

Pergeseran Paradigma Riset Nasional Berjalan Bertahap

Menurut Handoko, transformasi kebijakan riset nasional tidak terjadi dalam semalam. Ia memaparkan sejumlah tahapan yang menjadi penanda perubahan arah kebijakan tersebut:

  1. Tahap konsolidasi, pemerintah mengintegrasikan lembaga-lembaga riset yang sebelumnya tersebar di berbagai kementerian ke dalam satu atap BRIN agar lebih efisien dan terkoordinasi.
  2. Tahap penguatan SDM, dilakukan melalui program periset muda, skema pendanaan riset kompetitif, serta mobilitas peneliti antarlembaga dan antarnegara.
  3. Tahap pembangunan infrastruktur, BRIN membuka akses fasilitas riset bagi perguruan tinggi, industri, dan masyarakat luas.
  4. Tahap hilirisasi, hasil riset didorong masuk ke sektor industri sehingga melahirkan kemampuan produksi teknologi secara mandiri.

Dengan tahapan tersebut, BRIN berharap aktivitas riset tidak lagi berhenti di ruang laboratorium atau sekadar menjadi dokumen ilmiah, melainkan berujung pada penguasaan teknologi yang nyata.

Empat Pilar Kemampuan Teknologi Nasional

Handoko menguraikan, kemampuan teknologi nasional yang hendak dibangun Indonesia mencakup sejumlah pilar utama, di antaranya:

  • Sumber daya manusia yang kompeten dan berkelanjutan di bidang sains serta rekayasa.
  • Infrastruktur riset yang modern dan dapat diakses seluruh pemangku kepentingan.
  • Ekosistem inovasi yang menghubungkan peneliti, industri, dan pemerintah secara erat.
  • Kemandirian produksi, yakni kemampuan mengolah hasil riset menjadi produk dan layanan bernilai ekonomi tinggi.

Ia menekankan, penguasaan teknologi tidak cukup hanya dengan membeli atau mengimpor peralatan canggih. Tanpa SDM yang mumpuni dan ekosistem yang sehat, teknologi tersebut hanya akan menjadi alat pakai, bukan kemampuan yang melekat pada bangsa.

Dampak bagi Industri dan Perekonomian

Penguatan kemampuan teknologi nasional diyakini berdampak langsung pada daya saing industri dalam negeri. Dengan menguasai teknologi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor, memperkuat rantai pasok domestik, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam yang selama ini banyak diekspor dalam bentuk mentah.

BRIN juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara periset dan pelaku industri. Skema riset berbasis kebutuhan pasar diharapkan mampu memangkas kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan nyata dunia usaha.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski arah kebijakan telah jelas, Handoko mengakui masih ada sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran riset, kesenjangan kompetensi SDM antarwilayah, hingga budaya riset yang belum merata. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak—pemerintah daerah, kampus, industri, hingga komunitas—ikut ambil bagian dalam membangun kemampuan teknologi nasional.

"Kemandirian teknologi adalah kerja panjang dan kerja bersama. BRIN membuka diri seluas-luasnya bagi kolaborasi demi masa depan teknologi Indonesia," pungkasnya.

[SOCIAL_TWEET]: BRIN tegaskan arah baru riset Indonesia: bukan sekadar mengejar jumlah produk riset, tapi membangun kemampuan teknologi nasional dari hulu ke hilir. #BRIN #RisetIndonesia[SOCIAL_TG]: 📡 BRIN ubah arah kebijakan riset nasional! Fokus baru: kemampuan teknologi dari hulu ke hilir, bukan sekadar kuantitas produk riset. Simak penjelasan lengkap Kepala BRIN.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User