Boy Thohir Umumkan Investasi Hijau Adaro Energy Rp12 Triliun

Jakarta, 5 Juli 2025 – Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir, secara resmi mengumumkan rencan

Boy Thohir Umumkan Investasi Hijau Adaro Energy Rp12 Triliun

Jakarta, 5 Juli 2025 – Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir, secara resmi mengumumkan rencana investasi hijau senilai Rp12 triliun untuk lima tahun ke depan. Pengumuman ini disampaikan dalam acara “Adaro Green Transition Summit” yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. Langkah strategis ini menandai babak baru transformasi perusahaan batu bara terbesar di Indonesia tersebut menuju portofolio energi bersih yang lebih berkelanjutan.

Pantauan di lokasi, Boy Thohir yang hadir mengenakan setelan jas abu-abu tampak percaya diri menjelaskan peta jalan perusahaan. Ia menyebut bahwa diversifikasi bisnis adalah keniscayaan di tengah tekanan global terhadap industri karbon. “Kami tidak sedang meninggalkan batu bara, tetapi membangun masa depan Adaro yang lebih hijau. Ini adalah fondasi untuk anak cucu kita,” tegasnya. Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi, pemerintah, investor, serta mitra bisnis dari dalam dan luar negeri.

08.30 WIB – Kedatangan dan Sesi Ramah Tamah

  1. Boy Thohir tiba di lokasi bersama jajaran direksi lainnya pukul 08.30 WIB.
  2. Ia disambut oleh Presiden Komisaris Adaro Energy, Arif Budiman, di lobi utama hotel.
  3. Selama 15 menit pertama, Boy Thohir melakukan ramah tamah dengan para tamu VIP, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang diwakilkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).
  4. Diskusi ringan di lobi tampak serius; Boy Thohir beberapa kali menunjuk layar tablet yang menampilkan data real-time produksi batu bara dan proyeksi energi terbarukan.
  5. Pukul 08.50 WIB, rombongan bergerak menuju ballroom utama yang telah dihias dengan dominasi warna hijau dan biru, simbol transformasi hijau.

09.15 WIB – Pembukaan dan Laporan Kinerja 2025

  1. Acara dibuka dengan sambutan singkat dari Chief Financial Officer Adaro Energy, yang memaparkan kinerja semester pertama 2025.
  2. Data yang disajikan menunjukkan laba bersih perusahaan mencapai USD 1,2 miliar pada semester I-2025, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  3. Dari sisi produksi, Adaro membukukan volume penjualan batu bara sebesar 35,7 juta ton pada enam bulan pertama, didukung oleh harga jual yang stabil di kisaran USD 90 per ton.
  4. Meski demikian, CFO menekankan perlunya transformasi karena risiko jangka panjang dari ketergantungan pada komoditas karbon. “Investasi hijau ini adalah lindung nilai terbaik,” ujarnya.

09.45 WIB – Pidato Utama Boy Thohir

  1. Boy Thohir naik ke podium tepat pukul 09.45 WIB, disambut tepuk tangan meriah.
  2. Dalam pidato berdurasi 35 menit, ia mengungkapkan bahwa investasi Rp12 triliun akan dialokasikan ke tiga pilar utama: pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar Rp5 triliun, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pumped storage senilai Rp4 triliun, serta proyek hidrogen hijau dan baterai energi sebesar Rp3 triliun.
  3. “Kami menargetkan kapasitas energi terbarukan mencapai 1.200 MW pada tahun 2030. Ini setara dengan mengurangi emisi karbon sebesar 2,5 juta ton CO2 per tahun,” jelasnya.
  4. Ia juga menyebut bahwa proyek PLTS akan dibangun di atas lahan pasca-tambang milik Adaro di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, memperluas konsep reklamasi bernilai tambah.
  5. Highlight penting lainnya: Boy Thohir menegaskan bahwa ekspansi ini tidak akan mengganggu neraca keuangan. Adaro telah mengantongi komitmen pinjaman hijau dari empat bank internasional, termasuk DBS dan HSBC, dengan bunga kompetitif.

10.30 WIB – Peluncuran Logo Baru dan Penandatanganan MoU

  1. Momen simbolis terjadi pada pukul 10.30 WIB ketika Boy Thohir bersama Menteri EBTKE (diwakili) menekan tombol digital untuk meluncurkan logo baru Adaro Green, unit bisnis energi terbarukan Adaro.
  2. Setelah itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra strategis: PT PLN (Persero) untuk integrasi jaringan, perusahaan teknologi energi asal Jerman, dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
  3. Ruang ballroom bergemuruh dengan tepuk tangan saat Boy Thohir menandatangani dokumen secara digital di layar sentuh raksasa.

11.00 WIB – Sesi Tanya Jawab dan Harapan

  1. Sesi tanya jawab berlangsung selama 45 menit. Boy Thohir menjawab langsung pertanyaan dari 10 jurnalis terpilih.
  2. Menjawab pertanyaan soal risiko konflik kepentingan dengan bisnis batu bara, ia menegaskan: “Batu bara tetap menjadi penopang keuangan untuk membiayai transisi. Kami akan menjalankan dua mesin ini secara paralel hingga saatnya batu bara benar-benar ditinggalkan.”
  3. Ketika ditanya tentang kepastian regulasi, Boy Thohir optimistis. Ia menyebut Peraturan Presiden tentang percepatan energi terbarukan dan insentif pajak yang sudah disahkan pada akhir 2024 menjadi katalis penting.
  4. Di akhir sesi, ia berbagi visi personal: “Saya ingin dikenang sebagai pemimpin yang tidak hanya menjual batu bara, tetapi mengalihkan sebagian besar kekayaan alam Indonesia untuk energi bersih.”

Dengan pengumuman ini, Adaro Energy menjadi salah satu emiten batu bara pertama di Indonesia yang memiliki roadmap ambisius menuju net zero emission. Para analis menilai langkah ini dapat memperkuat valuasi saham ADRO dalam jangka panjang, meskipun pasar akan mencermati eksekusi proyek secara ketat. Transformasi Boy Thohir di Adaro kini menarik perhatian, bukan hanya karena skala investasinya, tetapi karena berpotensi mengubah lanskap energi nasional.

[SOCIAL_TWEET]: Boy Thohir resmi umumkan investasi hijau Adaro Energy Rp12 triliun! Fokus ke PLTS, PLTA, dan hidrogen hijau menuju net zero emission 2030. Transformasi bersejarah di industri batu bara. #BoyThohir #AdaroGreen #EnergiBersih [SOCIAL_TG]: Boy Thohir Luncurkan Adaro Green! Investasi besar-besaran Rp12 triliun masuk ke energi terbarukan: PLTS, PLTA, dan hidrogen hijau. Target kapasitas 1.200 MW pada 2030. Bisnis batu bara tetap berjalan. Baca detail kronologi acara dan visinya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User