BANJARBARU — Dishub Kalsel Luncurkan Bus Listrik Berkapasitas Besar untuk Publik
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah progresif dalam merevolusi layanan transportasi publik dengan menghadirkan bus listrik berk
Langkah strategis tersebut ditandai dengan serangkaian kegiatan persiapan dan sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk operator angkutan, pemerintah kota/kabupaten, serta komunitas pengguna jasa transportasi. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri, menekankan bahwa keberadaan bus listrik ini akan menjawab dua tantangan sekaligus: meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas publik, serta menekan biaya operasional jangka panjang yang selama ini membebani subsidi bahan bakar.
Kronologi Inisiatif dan Pengembangan
Proyek bus listrik ini dimatangkan melalui beberapa tahapan krusial yang memastikan kesiapan teknis dan non-teknis sebelum dioperasikan secara penuh. Berikut urutan kejadian penting dalam proses pengadaannya:
- Studi Kelayakan dan Perencanaan Rute — Dishub Kalsel bekerja sama dengan konsultan transportasi untuk menganalisis rute potensial berdasarkan kepadatan penumpang dan kemiringan jalan. Studi ini rampung pada awal 2026, dengan prioritas rute dalam kota Banjarbaru dan koridor penyangga menuju Banjarmasin.
- Pengadaan Unit Bus Listrik — Melalui mekanisme e-katalog pemerintah, Dishub mengakuisisi dua unit bus listrik tipe low entry berkapasitas 60 penumpang (30 duduk dan 30 berdiri) dari produsen dalam negeri. Bus tersebut telah tersertifikasi uji tipe dan memenuhi standar Euro yang setara dengan nol emisi lokal.
- Uji Coba Operasional Terbatas — Pada Juni 2026, bus diuji coba selama dua pekan pada rute Terminal Gambut – Bandara Syamsudin Noor – Pusat Kota Banjarbaru. Hasil uji coba menunjukkan konsumsi daya rata-rata 1,2 kWh per kilometer dengan waktu pengisian penuh sekitar 3 jam menggunakan fast charger 120 kW yang terpasang di pool.
- Pelatihan Pengemudi dan Teknisi — Sebanyak 15 pengemudi dan 10 teknisi mendapatkan pembekalan intensif tentang pengoperasian kendaraan listrik, penanganan baterai lithium-iron-phosphate (LFP), serta prosedur darurat. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Transportasi Darat.
- Peluncuran dan Sosialisasi Publik — Acara peresmian digelar di halaman Kantor Gubernur Kalsel, disertai pameran dan test drive gratis bagi masyarakat. Selama tiga hari, lebih dari 500 warga mencoba langsung kendaraan yang diklaim memiliki tingkat kebisingan hanya 45 desibel, jauh di bawah bus diesel yang mencapai 80 desibel.
Spesifikasi Teknis dan Keunggulan Operasional
Bus listrik yang diadopsi menggunakan baterai LFP berkapasitas 282 kWh yang ditempatkan di atap dan bawah lantai, menjaga pusat gravitasi tetap rendah. Jarak tempuh maksimalnya mencapai 250 kilometer dalam sekali pengisian daya — cukup untuk operasional harian tanpa perlu pengisian ulang di tengah rute. Motor listrik permanent magnet menghasilkan torsi instan, sehingga akselerasi halus tanpa perpindahan gigi konvensional.
Selain itu, sistem pendingin udara elektrik yang terintegrasi langsung dengan baterai traksi mengurangi konsumsi energi hingga 15% dibanding AC konvensional. Dashboard dilengkapi telematika Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan lokasi, status baterai, dan perilaku pengemudi secara real-time melalui pusat kendali.
Rencana Rute dan Integrasi Layanan
Tahap awal, bus listrik akan melayani rute percontohan sepanjang 18 kilometer yang menghubungkan terminal utama dengan kawasan perkantoran, pendidikan, dan komersial. Ke depan, Dishub merancang integrasi dengan moda feeder berupa angkutan kota berbasis listrik dan aplikasi pembayaran digital QRIS. Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan ridership angkutan umum dari 12% menjadi 30% pada 2028.
Dampak Lingkungan dan Ekonomi
Dengan emisi knalpot nol, setiap bus listrik diperkirakan mengurangi sekitar 45 ton emisi CO₂ per tahun dibandingkan bus diesel setara. Lebih lanjut, biaya energi per kilometer hanya sepertiga dari biaya solar — potensi penghematan operasional yang signifikan. Dishub juga menjajaki kerja sama dengan PLN untuk menyediakan pasokan listrik dari pembangkit energi terbarukan, sehingga jejak karbon dari hulu ke hilir semakin minim.
Comments (0)