Bali — Umat Hindu Rayakan Piodalan di Sejumlah Pura Hari Ini, Rabu (8/7)

Denpasar, Terdepan – Rabu (8/7) menandai hari istimewa bagi umat Hindu Bali. Menurut penanggalan Pawukon, hari ini memasuki Buda Umanis Medangsia, kombinas

Jul 08, 2026 - 16:06
0 0
Bali — Umat Hindu Rayakan Piodalan di Sejumlah Pura Hari Ini, Rabu (8/7)

Denpasar, Terdepan – Rabu (8/7) menandai hari istimewa bagi umat Hindu Bali. Menurut penanggalan Pawukon, hari ini memasuki Buda Umanis Medangsia, kombinasi langka yang hanya muncul sekali dalam 210 hari. Pada momen inilah puluhan pura di seluruh Bali menggelar upacara piodalan — peringatan hari jadi tempat suci yang dirayakan dengan rangkaian persembahyangan, persembahan, dan kesenian sakral. Salah satu lokasi yang menggelar piodalan besar adalah Pura Dalem Agung di Desa Pakraman Taro, Gianyar, yang menarik ribuan pemedek sejak pagi hari. Di sisi lain, Pura Tirtha Empul di Tampaksiring juga ramai karena umat datang untuk melukat seusai persembahyangan.

Sistem penanggalan yang mendasari jadwal ini bukan kalender Masehi, melainkan kalender Pawukon asli Bali. Kalender ini memiliki siklus 210 hari yang terbagi dalam 30 wuku. Tiap wuku berdurasi 7 hari, dan hari ini adalah wuku Medangsia. Dalam struktur hari, dikenal Pancawara (siklus 5 hari: Umanis, Paing, Pon, Wage, Kliwon) dan Saptawara (siklus 7 hari seperti minggu biasa). Buda adalah istilah Bali untuk Rabu, dan Umanis adalah sebutan untuk hari kelima dalam Pancawara. Saat seluruh elemen ini bertemu, umat Hindu dapat menentukan kapan sebuah pura “berulang tahun” berdasarkan pendiriannya yang disepakati dalam musyawarah adat.

Membaca Kalender Pawukon: Lebih dari Sekadar Penanggalan

Bagi masyarakat modern yang terbiasa dengan kalender Gregorian berbasis matahari, Pawukon tampak rumit. Namun dari perspektif etnoastronomi, kalender ini adalah hasil observasi akurat terhadap siklus alam, peredaran bintang, dan ritme agraris. Wuku bukan sekadar nama, melainkan cerminan karakter waktu yang memengaruhi cocok-tidaknya hari untuk upacara. Medangsia, misalnya, disebut memiliki energi “keseimbangan”, cocok untuk memohon keselamatan di pura-pura pedesaan.

“Kalender Pawukon adalah teknologi informasi budaya yang bertahan lebih dari seribu tahun. Dibanding kalender Masehi yang linier, Pawukon bersifat siklik, memungkinkan sinkronisasi ritual dengan lingkungan,” ujar Dr. I Gusti Made Suradnya, pakar filologi dan astronomi tradisional dari Universitas Udayana.

Perbandingan Komponen Kalender Bali dan Gregorian
KomponenKalender Bali (Pawukon)Kalender Masehi (Gregorian)
BasisSiklus wuku, lunar, dan solarSiklus matahari murni
Panjang Tahun210 hari (satu siklus wuku)365/366 hari
Unit Kecil1 wuku = 7 hari; 1 hari = kombinasi wewaran1 minggu = 7 hari
Penentu HariPancawara (5 hari) + Saptawara (7 hari)Nama hari (Senin-Minggu) + tanggal
KelebihanMengintegrasikan siklus alam dan ritualSederhana, cocok untuk keperluan administrasi global

Jadwal dan Lokasi: Dinamis Sepanjang Siklus

Karena siklus Pawukon hanya 210 hari, piodalan sebuah pura menurut kalender Masehi akan “maju” sekitar 10-11 hari setiap tahun. Itu sebabnya tanggal piodalan tidak tetap seperti perayaan berbasis kalender Gregorian. Untuk mengetahui jadwal hari seperti Buda Umanis Medangsia, umat biasanya mengandalkan kalender cetak Bali, aplikasi digital berbasis algoritma Pawukon, atau pengumuman dari bendesa adat. Tahun ini, Rabu (8/7) juga bertepatan dengan piodalan di Pura Pasek Gelgel di Klungkung dan sejumlah pura subak di Tabanan yang merayakan “Buda Umanis” sebagai hari pemujaan Dewi Sri.

Ke depan, digitalisasi kalender Bali menjadi peluang besar. Beberapa startup lokal telah mengembangkan API kalender Bali yang bisa diintegrasikan ke Google Calendar atau aplikasi perencanaan perjalanan wisata. Kementerian Agama Bali juga sedang mendorong standardisasi penanggalan berbasis astronomi, memadukan software astronomi modern seperti Stellarium dengan naskah lontar kuno. Kolaborasi ini bisa meminimalkan perbedaan interpretasi hari suci antardesa yang kadang terjadi ketika terjadi duel otoritas adat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User