Bahlil Heran Batu Bara PLN Sudah Habis di Pertengahan Tahun

Jakarta, Terdepan.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku heran dengan kondisi pasokan batu bara PLN yang dilaporkan sudah menipis di pertengahan tahun, meski ke

Jul 08, 2026 - 00:35
0 0
Bahlil Heran Batu Bara PLN Sudah Habis di Pertengahan Tahun

Jakarta, Terdepan.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku heran dengan kondisi pasokan batu bara PLN yang dilaporkan sudah menipis di pertengahan tahun, meski kewajiban pasok domestik (DMO) seharusnya menjamin ketersediaan yang cukup. Keheranan ini muncul setelah Bahlil mengevaluasi kinerja PT PLN (Persero) pasca pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa beberapa waktu lalu.

Evaluasi Pasca Pemadaman

Bahlil secara langsung memeriksa faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas pasokan listrik nasional. Dalam penelusurannya, ia menemukan adanya kesenjangan antara potensi pasokan batu bara yang dijanjikan melalui DMO dengan realisasi stok di pembangkit-pembangkit PLN.

Bahlil menjelaskan, total kebutuhan batu bara untuk seluruh pembangkit milik PLN dalam setahun kurang lebih mencapai 154 juta metrik ton. Sementara itu, berdasarkan aturan DMO yang mewajibkan eksportir memasok batu bara ke dalam negeri, PLN semestinya bisa menerima hingga 180–190 juta metrik ton per tahun—jumlah yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sekaligus membangun cadangan.

Data Penerimaan dan Realitas Lapangan

Menurut data yang disampaikan Bahlil, hingga saat ini PLN sudah menerima sekitar 141 juta metrik ton batu bara dari para pemasok. Adapun sisa kuota DMO lainnya diproyeksikan akan masuk bersamaan dengan realisasi ekspor batu bara yang masih berjalan.

“Saya heran, kenapa di pertengahan tahun ini stok batu bara di pembangkit sudah habis? Padahal secara hitungan di atas kertas, pasokan kita sangat berlebih,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Keheranan Bahlil bukan tanpa alasan. Dengan potensi pasokan 180–190 juta metrik ton per tahun, angka 141 juta ton yang sudah masuk hingga pertengahan tahun sebenarnya sudah mendekati pemenuhan kebutuhan tahunan. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan sejumlah pembangkit terpaksa beroperasi di bawah beban puncak akibat minimnya cadangan batu bara. Kondisi inilah yang kemudian memicu pemadaman bergilir di Pulau Jawa.

Langkah Ke Depan

Bahlil menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap realisasi DMO dan meminta PLN untuk segera memperbaiki tata kelola logistik dan manajemen stok batu bara. Ia juga mendorong agar sisa pasokan segera dikirimkan dan sampai ke lokasi pembangkit tanpa hambatan birokrasi atau teknis.

“Kita tidak ingin kejadian ini terulang. PLN harus memastikan tidak ada lagi kesenjangan antara data penerimaan dengan stok fisik di lapangan,” tegasnya.

Dengan evaluasi ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan listrik nasional bisa kembali terjaga, terutama menjelang puncak konsumsi energi di semester kedua tahun ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User