AS Dikabarkan Ingin Ganti Netanyahu, Oposisi Israel Sudah Dikontak
Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump tengah bersiap menghadapi potensi perubahan politik di Israel. Laporan terbaru menyebut Washington diam-diam mulai menjalin komunikasi deng
Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump tengah bersiap menghadapi potensi perubahan politik di Israel. Laporan terbaru menyebut Washington diam-diam mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi Israel, mengantisipasi kemungkinan lengsernya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Langkah informal ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara sekutu dekat tersebut. Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa pejabat tinggi AS kini meyakini pemerintahan Netanyahu tidak akan bertahan lama, sehingga penting bagi Washington untuk membuka jalur komunikasi lebih awal dengan pihak-pihak yang berpotensi menjadi pemimpin Israel selanjutnya.
Para pejabat pemerintahan Trump meyakini jika pemerintahan Netanyahu mungkin akan diganti, yang mendorong AS melakukan kontak informal dengan para pemimpin oposisi Israel.
Tokoh Oposisi yang Didekati
Dua nama menonjol muncul dalam komunikasi informal tersebut. Pertama adalah Naftali Bennett, mantan Perdana Menteri Israel yang kini memimpin Partai Together. Bennett dikenal sebagai figur kanan yang pernah menjabat sebagai PM Israel pada 2021-2022, menggantikan Netanyahu saat itu.
Sosok kedua yang dikontak Washington adalah Gadi Eisenkot, ketua Partai Yashar. Sebagai mantan Kepala Staf Militer Israel, Eisenkot membawa kredibilitas keamanan yang kuat dan telah menjadi kritikus vokal terhadap kebijakan Netanyahu dalam beberapa isu strategis.
Kontak yang dilakukan AS dengan para pemimpin oposisi ini bukanlah komunikasi diplomatik formal, melainkan penjajakan informal untuk memahami peta politik Israel jika terjadi pergantian kekuasaan. Langkah ini mengindikasikan bahwa Washington sedang mempersiapkan diri menghadapi berbagai skenario politik di Timur Tengah.
Ketegangan antara Netanyahu dan Washington telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait penanganan konflik di Gaza dan kebijakan permukiman di Tepi Barat. Perbedaan pandangan yang semakin tajam ini mendorong AS untuk mempertimbangkan alternatif kepemimpinan di Israel.
Pendekatan kepada oposisi ini juga mencerminkan dinamika politik internal Israel yang semakin kompleks, dengan koalisi pemerintahan Netanyahu menghadapi tekanan dari berbagai arah. Jika koalisi retak, pemilu dini bisa menjadi skenario yang tak terhindarkan.
Para pengamat menilai langkah AS ini sebagai sinyal bahwa kesabaran Washington terhadap Netanyahu mulai menipis, dan mereka ingin memastikan hubungan bilateral tetap terjaga terlepas dari siapa yang memimpin Israel nantinya.
Laporan ini dikutip oleh Terdepan.id dari berbagai sumber pemantauan situasi di Timur Tengah.
Comments (0)