59 Warga di Pandeglang Teken Petisi Pakai Darah, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak

Puluhan warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, melakukan aksi simbolis yang dramatis. Mereka menandatangani sebuah petisi dengan menggunakan darah merek

Jul 08, 2026 - 19:38
0 0
59 Warga di Pandeglang Teken Petisi Pakai Darah, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak

Puluhan warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, melakukan aksi simbolis yang dramatis. Mereka menandatangani sebuah petisi dengan menggunakan darah mereka sendiri sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang telah rusak parah selama puluhan tahun tanpa pernah tersentuh perbaikan.

Aksi ini dipicu oleh keputusasaan warga yang sudah bertahun-tahun harus berjuang melintasi jalan berlubang dan rusak berat setiap harinya. Jalan yang menjadi akses utama penghubung antar kampung itu kondisinya semakin memburuk, terutama saat musim hujan tiba. Genangan air dan lumpur tebal membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terjebak, bahkan membahayakan keselamatan warga.

"Puluhan tahun belum ada perbaikan, sudah parah," ujar Sujana, perwakilan warga yang menjadi koordinator aksi petisi darah.

Sujana menjelaskan bahwa sebanyak 59 orang dari perwakilan lima kampung membubuhkan cap darah di atas kertas putih yang telah dibubuhi tanda tangan. Darah yang digunakan diambil dari ujung jari masing-masing warga, sebagai simbol kedaruratan yang ingin mereka sampaikan kepada pemerintah. Menurutnya, penggunaan darah ini bukan sekadar mencari perhatian, melainkan bentuk keseriusan dan puncak dari rasa frustasi warga yang sudah terlalu lama diabaikan.

"Darah dari warga sebagai simbol kedaruratan," tegas Sujana.

Petisi berdarah itu rencananya akan dikirimkan kepada pemerintah daerah setempat, dengan harapan besar agar aspirasi mereka segera didengar dan ditindaklanjuti. Warga menginginkan adanya perbaikan jalan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan beberapa bulan. Jalan yang layak dinilai krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga di lima kampung tersebut.

Kondisi jalan yang memprihatinkan juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Hasil pertanian dan perkebunan sulit diangkut keluar desa, sementara biaya transportasi membengkak karena sopir angkutan enggan melintasi jalan rusak. Anak-anak sekolah pun harus berjuang lebih keras setiap pagi agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu dengan pakaian yang tetap bersih.

Hingga saat ini, warga masih menanti respons dari pihak terkait. Mereka berharap aksi nekat yang mereka lakukan dapat membuka mata para pemangku kebijakan agar segera merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan yang telah menjadi mimpi panjang bagi masyarakat Desa Cijaralang.

Terdepan.id terus memantau perkembangan tuntutan warga dan akan menyampaikan informasi terbaru jika ada respons dari pemerintah setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User