YOGYAKARTA — Senyum haru tak kuasa disembunyikan Angelina Putri Maharani (18) saat
Mimpi yang Dimulai dari Rumah Kontrakan Angel lahir dengan kondisi retinopathy of prematurity yang menyebabkan kebutaan total pada kedua matanya. Sejak kec
Mimpi yang Dimulai dari Rumah Kontrakan
Angel lahir dengan kondisi retinopathy of prematurity yang menyebabkan kebutaan total pada kedua matanya. Sejak kecil, ia bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul dan menunjukkan prestasi akademik cemerlang. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Maryanto (50) dan Sri Wahyuni (48), yang hanya bekerja sebagai buruh cuci dan penjaga warung, menjadi api semangat Angel untuk terus maju.
Keinginan kuliah di UGM muncul ketika ia mengikuti program pengenalan kampus inklusif yang diadakan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UGM pada 2023. “Saya ingin membuktikan bahwa anak tunanetra juga bisa bersaing secara akademik. Saya tidak mau dikasihani, saya mau diakui karena kemampuan,” ujar Angel melalui sambungan telepon.
Kronologi Perjuangan Angel Menuju SNBT UGM
- 14 Februari 2025: Pendaftaran SNBT — Angel mendaftar melalui akun SNPMB miliknya dengan bantuan guru pendamping. Ia memilih Prodi Ilmu Komunikasi UGM sebagai pilihan pertama dan Prodi Sosiologi sebagai pilihan kedua.
- 1 Maret–20 April 2025: Belajar Intensif — Angel belajar hingga enam jam sehari menggunakan screen reader JAWS (Job Access With Speech) pada laptop khusus. Materi Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi bahasa Indonesia, literasi bahasa Inggris, dan penalaran matematika dipelajarinya dari modul digital yang disediakan SLB dan platform belajar daring.
- 30 April 2025: Pelaksanaan UTBK — Angel mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Pusat UTBK UGM dengan fasilitas khusus, yaitu komputer yang dilengkapi screen reader, headphone, dan perpanjangan waktu 30 persen. Ia mengaku sempat gugup, tetapi berhasil menyelesaikan seluruh subtes.
- 13 Juni 2025: Pengumuman SNBT — Pukul 15.00 WIB, Angel membuka hasil dengan bantuan ibunya. “IBU, saya lulus! Saya keterima di UGM!” teriaknya sambil menangis haru. Status di layar menunjukkan “Selamat, Anda dinyatakan lolos seleksi di Universitas Gadjah Mada pada Program Studi Ilmu Komunikasi.”
- 14 Juni 2025: Proses Registrasi Awal — Keluarga Angel segera mengurus kelengkapan dokumen dengan pendampingan PLD UGM. Kampus menyatakan kesiapan menyediakan pendampingan akademik, akomodasi, dan format materi ajar yang aksesibel.
Dukungan UGM dan Kampus Inklusif
Kepala PLD UGM, Dr. Retno Wulandari, M.Si., mengapresiasi semangat Angel. “UGM berkomitmen menjadi kampus inklusif. Tahun ini kami menerima 17 mahasiswa baru disabilitas melalui berbagai jalur seleksi. Kami akan memastikan Angel mendapatkan segala fasilitas yang diperlukan agar bisa belajar dengan optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, UGM menyediakan asrama khusus disabilitas di kompleks Perumahan Dosen Kampus Bulaksumur yang mudah diakses. Selain itu, semua gedung kuliah di FISIPOL UGM telah dilengkapi guiding block dan lift bersuara. Angel juga akan mendapatkan tunjangan Beasiswa KIP-Kuliah yang meringankan beban biaya pendidikannya.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Dr. Sri Hartati, M.Sc., menambahkan bahwa UGM terus berinvestasi dalam teknologi aksesibilitas, termasuk lisensi perangkat lunak pembaca layar dan aplikasi transkripsi otomatis. “Kami ingin Angel dan teman‑teman disabilitas lainnya tidak hanya menjadi mahasiswa, tetapi juga pemimpin masa depan,” tegasnya.
Pesan Angel untuk Generasi Muda
Di tengah euforia kelulusannya, Angel menyisipkan pesan untuk sesama penyandang disabilitas dan pelajar Indonesia. “Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Selama kita mau berusaha dan terus belajar, pasti ada jalan. Saya ingin menjadi jurnalis inklusif yang menyuarakan hak‑hak difabel,” tutupnya penuh keyakinan.
Kisah Angel menjadi bukti nyata bahwa sistem seleksi nasional mampu mengakomodasi keberagaman dan memberi kesempatan yang setara. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan kebijakan kampus yang inklusif, kini Angel siap mengukir prestasi di kancah pendidikan tinggi.
[SOCIAL_TWEET]: "Saya keterima di UGM!" teriak Angel, siswi disabilitas netra asal Sleman, saat pengumuman SNBT. Perjuangan dan dukungan kampus inklusif mengantarnya ke Prodi Ilmu Komunikasi. Kisah inspiratif untuk semua. #SNBT2025 #UGM #DisabilitasNetra[SOCIAL_TG]: Angel, siswi tunanetra asal Sleman, lolos SNBT 2025 di Ilmu Komunikasi UGM. Ia menggunakan screen reader saat UTBK dan mendapat perpanjangan waktu. “Saya ingin menjadi jurnalis inklusif,” pesannya. Baca lengkap perjalanannya.
Comments (0)