Waka MPR Tekankan Urgensi Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam RUU Sisdiknas
Jakarta, Terdepan.id – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie, memberikan penekanan mendalam mengenai urgensi penerapan kembali ajaran Tri Pusat Pendidikan yang dicetuskan ol
Jakarta, Terdepan.id – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie, memberikan penekanan mendalam mengenai urgensi penerapan kembali ajaran Tri Pusat Pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Dalam sebuah forum diskusi di Kompleks Parlemen, ia menyatakan bahwa konsep fundamental ini harus menjadi landasan utama dalam memperkuat sistem pendidikan nasional, khususnya dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang tengah bergulir.
Rerie mengingatkan agar proses legislasi RUU Sisdiknas tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan administratif, tetapi harus dikembalikan pada pemikiran-pemikiran besar kebangsaan. Menurutnya, gagasan Bapak Pendidikan Indonesia tersebut merupakan warisan intelektual yang relevan untuk menjawab tantangan disrupsi di era modern saat ini.
Mengembalikan Roh Pendidikan Nasional
Pernyataan tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI yang mengusung tema "Menghidupkan Kembali Tri Pusat Pendidikan". Acara yang digelar bersama Institut Sarinah ini berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR/MPR/DPD RI Senayan, Jakarta, pada Kamis (25/6).
Rerie mengkritisi fenomena terkikisnya peran tiga pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ia menyoroti bahwa selama ini beban pendidikan seolah-olah hanya ditumpukan pada institusi sekolah semata. "Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab pembentukan karakter anak sepenuhnya kepada guru. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan masyarakat sebagai laboratorium sosial harus kembali difungsikan secara optimal," tegasnya dalam diskusi tersebut.
Pembahasan RUU Sisdiknas harus dikembalikan pada pemikiran-pemikiran besar kebangsaan, terutama yang digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia.
Sinergi Tiga Pilar di Era Digital
Dalam perspektif Terdepan.id, revitalisasi Tri Pusat Pendidikan menemukan momentumnya seiring dengan masifnya perkembangan teknologi digital. Rerie melihat bahwa ketimpangan interaksi antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sosial menjadi ancaman serius bagi pembentukan profil pelajar Pancasila. Ia mendorong agar rumusan pasal-pasal dalam RUU Sisdiknas mampu mengakomodasi mekanisme sinergi yang konkret antara ketiga pilar tersebut.
Rerie juga menambahkan bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh abai terhadap peran masyarakat. Pembelajaran berbasis komunitas dan kearifan lokal harus mendapat ruang yang setara dalam ekosistem pendidikan formal. Dengan demikian, output pendidikan tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Melalui forum ini, MPR RI berharap agar draf RUU Sisdiknas yang baru tidak kehilangan akar filosofisnya. Laporan dari Terdepan.id mencatat, para peserta diskusi sepakat bahwa menghidupkan kembali Tri Pusat Pendidikan adalah kunci untuk membangun generasi unggul yang berdaya saing global namun tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa.
Comments (0)