Transformasi Posyandu: Kini Pusat Pelayanan Masyarakat dengan 6 Bidang SPM

Terdepan.id, Jakarta – Ketua Umum Tim Pembina (TP) Posyandu, Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas, tidak l

Jul 07, 2026 - 23:50
0 0
Transformasi Posyandu: Kini Pusat Pelayanan Masyarakat dengan 6 Bidang SPM

Terdepan.id, Jakarta – Ketua Umum Tim Pembina (TP) Posyandu, Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas, tidak lagi hanya bertumpu pada sektor kesehatan. Transformasi ini diwujudkan melalui implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa dan kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Tri saat membuka Sosialisasi Implementasi Posyandu 6 Bidang SPM Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (24/6/2026).

Perluasan Fungsi Berdasarkan Regulasi Baru

Menurut Tri, perluasan fungsi Posyandu tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024. Regulasi ini secara resmi memperluas cakupan Posyandu ke dalam enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).

“Kami ingin memastikan bahwa Posyandu tidak hanya menjadi tempat menimbang balita dan imunisasi, tetapi juga menjadi pusat pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari layanan pendidikan, sosial, hingga keamanan lingkungan harus terintegrasi di Posyandu,” ujar Tri dalam sambutannya.

Dengan demikian, Posyandu yang sebelumnya identik dengan pos pelayanan kesehatan ibu dan anak kini bertransformasi menjadi garda terdepan pelayanan publik yang lebih komprehensif. Masyarakat di tingkat desa atau kelurahan dapat mengakses berbagai layanan dasar di satu tempat yang sama, sehingga memudahkan dan mempercepat pemenuhan hak-hak dasar warga.

Sosialisasi dan Sinergi Lintas Sektor

Sosialisasi yang berlangsung di NTT ini menjadi salah satu langkah percepatan implementasi Posyandu 6 Bidang SPM di seluruh Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan yang terbatas. Tri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa dan para kader Posyandu agar program ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

“Posyandu harus menjadi ujung tombak pelayanan publik yang terpadu di tingkat paling bawah. Tanpa dukungan dan kerja sama semua pihak, perluasan ini tidak akan mencapai tujuannya,” tambah Tri.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kader Posyandu, kepala desa, lurah, serta dinas-dinas terkait dari berbagai daerah di NTT. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai teknis integrasi enam bidang SPM dalam operasional Posyandu sehari-hari, termasuk mekanisme koordinasi dengan berbagai sektor teknis di daerah.

Layanan Terpadu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Melalui Posyandu yang diperluas ini, diharapkan setiap masalah yang dihadapi masyarakat dapat tertangani lebih cepat dan tepat. Misalnya, selain mendapatkan penyuluhan kesehatan, warga juga bisa memperoleh informasi tentang bantuan sosial, akses perumahan layak, program perbaikan infrastruktur lingkungan, serta perlindungan keamanan dan ketertiban. Semua layanan tersebut akan terhubung langsung dengan dinas terkait di tingkat kabupaten atau kota melalui kader Posyandu yang telah dibekali pengetahuan baru.

Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam reformasi pelayanan publik di Indonesia, sekaligus meneguhkan posisi Posyandu sebagai institusi lokal yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dasar warganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User