Timur Tengah Memanas: Trump Ancam Oman, Israel Akui Tembaki Hind Rajab

Dua peristiwa besar dalam sepekan terakhir kembali mengingatkan dunia bahwa Timur Tengah berada di ambang ketegangan yang kompleks. Di satu sisi, Presiden

Timur Tengah Memanas: Trump Ancam Oman, Israel Akui Tembaki Hind Rajab

Dua peristiwa besar dalam sepekan terakhir kembali mengingatkan dunia bahwa Timur Tengah berada di ambang ketegangan yang kompleks. Di satu sisi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman langsung kepada Oman, mitra historis Washington yang selama ini dikenal sebagai mediator ulung dalam negosiasi dengan Iran. Di sisi lain, militer Israel untuk pertama kalinya mengakui telah menembaki mobil yang membawa Hind Rajab, bocah perempuan berusia lima tahun di Gaza, serta membuka penyelidikan kriminal atas peristiwa yang menewaskan anak itu.

Ancaman Trump terhadap Oman, yang disampaikan pada Senin lalu, mengulang peringatan keras yang pernah ia lontarkan pada Mei lalu. Saat itu, Trump mengancam akan "meledakkan" Oman karena negosiasi yang terus berjalan antara Muscat dan Teheran. Kali ini, ancaman tersebut kembali menyasar isu Selat Hormuz, jalur pelayaran paling vital di dunia yang mengangkut hampir seperlima pasokan minyak global.

Yang membuat para pengamat kebingungan, ancaman itu justru bertolak belakang dengan sikap Trump sendiri. Sebelumnya, Trump menandatangani dokumen resmi yang menyatakan bahwa Muscat akan "melakukan dialog" dengan Teheran untuk menentukan tata kelola dan layanan maritim di Selat Hormuz di masa depan. Dengan kata lain, Washington secara tertulis mendukung peran mediasi Oman, namun di saat yang sama mengancam negara tersebut dengan konsekuensi militer.

"Ini kontradiksi yang sulit dipahami. Trump menandatangani kesepakatan yang menjadikan Oman sebagai penengah, lalu mengancam akan menghancurkannya. Logika seperti ini hanya membuat kawasan semakin tidak pasti," ujar seorang analis kawasan yang enggan disebutkan namanya.

Ancaman di Tengah Peran Mediasi yang Diakui

Oman memiliki sejarah panjang sebagai jembatan diplomatik antara Washington dan Teheran. Selama bertahun-tahun, Muscat menjadi tempat pertemuan rahasia, saluran komunikasi, dan penengah dalam berbagai perselisihan, termasuk kesepakatan nuklir Iran. Peran itulah yang kini menempatkan Oman dalam posisi genting: ditekan oleh AS di satu sisi, dan berhadapan dengan Iran yang juga memiliki kepentingan strategis di Selat Hormuz.

Para pengamat menilai ancaman Trump justru dapat memicu efek sebaliknya. Alih-alih menekan Oman untuk menjauh dari Iran, ancaman tersebut berisiko memperkuat posisi Teheran dan merusak kredibilitas Washington di mata negara-negara Teluk lainnya. Beberapa negara di kawasan dilaporkan mulai mempertanyakan komitmen AS terhadap sekutu-sekutunya di Teluk.

Selat Hormuz sendiri bukan sekadar isu geopolitik. Melalui selat ini mengalir sekitar 20 juta barel minyak per hari, atau hampir seperlima konsumsi minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di kawasan tersebut dapat mengguncang harga energi global dan memicu gejolak ekonomi di banyak negara.

Israel Akui Tembaki Mobil Hind Rajab

Di Gaza, pengakuan baru datang dari militer Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui untuk pertama kalinya bahwa mereka melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang membawa Hind Rajab pada Januari 2024, sekaligus membuka penyelidikan kriminal atas kematian bocah tersebut. Sebelumnya, IDF membantah keterlibatan mereka dan menyatakan hasil penyelidikan pendahuluan menunjukkan pasukannya "tidak berada di dekat kendaraan atau dalam jangkauan tembakan".

Hind Rajab menjadi simbol tragis korban sipil dalam perang Gaza. Bocah lima tahun itu tewas di dalam mobil bersama keluarganya, dan kisahnya menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia setelah rekaman percakapan teleponnya dengan petugas medis tersebar luas. Ia sempat memohon pertolongan melalui telepon sebelum akhirnya tak ada kabar lagi. Jenazahnya baru ditemukan beberapa hari kemudian, bersama jenazah dua petugas medis yang berusaha menjangkaunya.

"Kami menonton rekaman itu berulang kali. Seorang anak kecil memohon pertolongan dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Kini baru ada pengakuan, setelah begitu banyak air mata," ujar seorang aktivis kemanusiaan di Gaza.

Kasus Hind Rajab merupakan salah satu dari dua insiden berprofil tinggi yang tengah diselidiki militer Israel. Pembukaan penyelidikan kriminal ini dinilai langkah yang tidak biasa, mengingat IDF jarang membuka penyelidikan pidana atas dugaan pelanggaran yang menewaskan warga sipil. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa pengakuan dan penyelidikan belum tentu berujung pada pertanggungjawaban, karena proses hukum militer Israel kerap berlangsung tertutup dan jarang menghasilkan tuntutan.

Dua Front, Satu Gambaran Ketegangan

Kedua peristiwa ini, meski berbeda lokasi dan aktor, menggambarkan pola yang sama: meningkatnya ketegangan yang menempatkan warga sipil dan negara-negara kecil di posisi paling rentan. Di Oman, sebuah negara yang selama ini memilih jalan diplomasi, kini harus menghadapi ancaman dari sekutu terbesarnya sendiri. Di Gaza, seorang anak yang hanya ingin hidup menjadi angka lain dalam konflik yang tak kunjung usai.

Bagi kawasan Timur Tengah, pekan ini menjadi pengingat bahwa stabilitas tidak pernah dijamin oleh kekuatan militer semata, melainkan oleh komitmen semua pihak terhadap hukum dan diplomasi. Tanpa itu, ancaman demi ancaman hanya akan melahirkan lebih banyak korban, dan pengakuan demi pengakuan tidak akan pernah cukup untuk mengembalikan nyawa yang telah hilang.

Dunia kini menanti dua hal: apakah Washington akan konsisten dengan kesepakatan yang telah ditandatanganinya bersama Muscat, dan apakah penyelidikan kriminal Israel atas kematian Hind Rajab akan berujung pada keadilan yang nyata. Keduanya akan menjadi ujian kredibilitas bagi kekuatan-kekuatan besar di kawasan ini.

[SOCIAL_TWEET]: Trump kembali ancam "ledakkan" Oman di tengah peran mediasinya dengan Iran, sementara IDF akui tembaki mobil Hind Rajab. Dua ujian kredibilitas kekuatan besar di Timur Tengah. #TimurTengah #Gaza #Oman[SOCIAL_TG]: 🔥 Trump kembali ancam Oman soal negosiasi dengan Iran, padahal ia sendiri menandatangani kesepakatan dukungan mediasi. Di Gaza, IDF akui tembaki mobil Hind Rajab dan buka penyelidikan kriminal. Simak berita lengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User