Tekad kuat seorang polisi wanita untuk melindungi perempuan, anak, dan kelompok rentan lahir dari luka masa lalunya. Kanit 1 Subdit 4 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah, AKP Siti Elminawati, menceritakan alasan personal di balik panggilan jiwanya membela korban kekerasan seksual: ia pernah berada di posisi yang sama.

Perempuan berpangkat Ajun Komisaris Polisi itu menuturkan bahwa pengalaman pahitnya menjadi penyintas kekerasan seksual menjelma menjadi api perjuangan. Alih-alih memendam trauma, ia justru menjadika

Jul 08, 2026 - 04:21
0 0
Tekad kuat seorang polisi wanita untuk melindungi perempuan, anak, dan kelompok rentan lahir dari luka masa lalunya. Kanit 1 Subdit 4 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah, AKP Siti Elminawati, menceritakan alasan personal di balik panggilan jiwanya membela korban kekerasan seksual: ia pernah berada di posisi yang sama.

Perempuan berpangkat Ajun Komisaris Polisi itu menuturkan bahwa pengalaman pahitnya menjadi penyintas kekerasan seksual menjelma menjadi api perjuangan. Alih-alih memendam trauma, ia justru menjadikannya fondasi untuk berdiri di garda terdepan melawan kejahatan yang menyasar mereka yang paling rentan.

Dari Korban Hingga Jadi Pelindung

Kepada Terdepan.id, AKP Siti mengisahkan awal mula perjalanannya di Korps Bhayangkara. Ia bergabung dengan kepolisian pada tahun 2001, terdorong oleh saran sang paman dan oleh kegelisahannya sendiri menyaksikan situasi sosial di Poso yang kala itu dilanda konflik internal.

"Pada saat di Poso terjadi konflik internal dan Om saya menyarankan masuk menjadi Polwan. Pada saat itu saya melihat situasi sosial yang tidak kondusif sehingga saya merasa bahwa Polwan adalah tepat ketika kita bisa membantu masyarakat hidup dalam damai," kata AKP Siti dalam wawancara kandidat Hoegeng Awards 2026, Jumat (3/7/2026).

Kepedulian sosial itu kemudian semakin mengeras menjadi komitmen khusus: menjadi pengayom bagi perempuan dan anak yang menjadi korban. AKP Siti menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan panggilan hati yang bersumber dari pengalaman pribadinya yang kelam. "Saya pernah ada di titik itu, dan saya tahu betapa sulitnya melangkah tanpa ada yang mendampingi. Saya tidak ingin itu terjadi lagi pada orang lain," ujarnya dengan nada penuh tekad.

AKP Siti Elminawati kini menjadi salah satu kandidat dalam ajang Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak (Kelompok Rentan). Penghargaan yang diambil dari nama Kapolri legendaris Jenderal Hoegeng ini menjadi salah satu tolok ukur dedikasi anggota Kepolisian yang melampaui batas formal. Kiprahnya dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual di Sulawesi Tengah, termasuk pendampingan terhadap korban dan pendekatan yang humanis, menjadi sorotan publik dan tim penilai.

Lebih jauh, AKP Siti menggambarkan bahwa menjadi Polwan memberinya alat nyata untuk bisa hadir dan campur tangan. Ia melihat profesi ini sebagai jembatan antara korban yang kerap tak bersuara dan sistem hukum yang harus berjalan adil. “Perempuan dan anak sering kali tidak tahu ke mana harus mengadu. Di sinilah tugas kami untuk menyalakan harapan mereka,” tambahnya.

Komitmen AKP Siti Elminawati adalah potret bahwa di balik sergam abu-abu Korps Bhayangkara, ada kisah-kisah keberanian yang lahir dari luka. Ia membuktikan bahwa polisi dapat menjadi pelindung sejati ketika bertugas tidak hanya dengan perintah, melainkan juga dengan empati dan pengalaman nyata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User