Teknologi

Samsung Galaxy Buds On Resmi, Era Baru Headphone Open-Ear Dimulai

Bayangkan Anda bersepeda di pagi hari, mendengarkan podcast favorit, tetapi tetap bisa mendengar klakson mobil dari belakang. Itulah janji utama teknologi open-ear yang kini benar-benar diluncurkan Sa...

Samsung Galaxy Buds On Resmi, Era Baru Headphone Open-Ear Dimulai

Bayangkan Anda bersepeda di pagi hari, mendengarkan podcast favorit, tetapi tetap bisa mendengar klakson mobil dari belakang. Itulah janji utama teknologi open-ear yang kini benar-benar diluncurkan Samsung melalui Galaxy Buds On, perangkat pertama mereka yang mengusung desain sepenuhnya terbuka. Peluncuran ini penting bukan sekadar soal produk baru, melainkan tanda bahwa raksasa teknologi Korea Selatan itu mulai serius menggarap ceruk pasar yang sebelumnya dikuasai pemain niche seperti Shokz dan Bose. Bagi pengguna sehari-hari, artinya ada alternatif yang lebih aman dan nyaman dibanding earphone in-ear konvensional yang menyumbat saluran telinga.

Apa Itu Open-Ear dan Mengapa Beda dari TWS Biasa?

Teknologi open-ear (telinga terbuka) adalah pendekatan akustik di mana driver suara tidak dimasukkan ke dalam liang telinga, melainkan digantung di dekat tulang rahang atau menggantung di atas daun telinga. Ibarat seperti speaker mini yang menempel di dekat telinga Anda, bukan headphone yang menutup rapat. Konsekuensinya, pengguna tetap mendapatkan kesadaran situasional penuh—fitur yang oleh industri disebut awareness—tanpa harus mengaktifkan mode transparansi berbasis algoritma pada earbud konvensional.

Secara teknis, Galaxy Buds On kemungkinan besar mengandalkan kombinasi driver dinamis berukuran kecil dan pemandu gelombang akustik untuk mengarahkan suara ke kanal telinga. Tantangan utamanya adalah kebocoran suara atau sound leakage, karena tanpa segel fisik, getaran suara mudah menyebar ke lingkungan. Di sinilah peran algoritma pemrosesan sinyal digital (DSP) dan penempatan driver yang presisi menjadi krusial. Samsung dikabarkan mengembangkan teknik beamforming terbalik untuk meminimalkan kebocoran tersebut.

Spesifikasi dan Posisi di Ekosistem Galaxy

Meski detail teknis lengkap belum diumumkan, beberapa bocoran menyebut Galaxy Buds On akan hadir dengan konektivitas Bluetooth 5.4, dukungan codec Samsung Seamless Codec, serta sertifikasi IP57 untuk ketahanan debu dan air. Harga diperkirakan berada di kisaran USD 149–179 atau sekitar Rp2,3–2,8 juta, menempatkannya di segmen menengah atas yang bersaing langsung dengan Shokz OpenFit dan Bose Ultra Open Earbuds.

Yang menarik, peluncuran akhir Oktober ini disebut bertepatan dengan siklus pembaruan perangkat Galaxy lain. Artinya, Samsung kemungkinan ingin membangun narasi ekosistem: pengguna Galaxy Watch, Galaxy S, dan kini Buds On bisa saling terhubung dalam satu pengalaman yang mulus. Fitur seperti auto-switching antar perangkat dan integrasi dengan Samsung Health untuk pemantauan detak jantung saat olahraga menjadi nilai jual utama.

Dampak pada Industri dan Pengguna Sehari-hari

Kehadiran Galaxy Buds On berpotensi menjadi disrupsi kecil di pasar TWS (True Wireless Stereo) global yang selama ini jenuh dengan desain in-ear. Menurut data kanal riset pasar, segmen open-ear tumbuh dua digit per tahun dalam tiga tahun terakhir, didorong atlet, pekerja lapangan, dan pengguna yang sensitif terhadap tekanan di telinga.

“Pasar earbud bergerak dari sekadar kualitas suara menuju kualitas pengalaman. Kesadaran situasional kini menjadi fitur, bukan kompromi,” ujar seorang analis perangkat wearable dalam sebuah diskusi industri.

Bagi konsumen Indonesia, kehadiran Buds On bisa menjadi opsi menarik untuk mobilitas di kota besar. Namun perlu dicatat, desain open-ear umumnya mengorbankan bass dalam dan isolasi suara. Jadi, jika Anda mencari pengalaman mendengarkan imersif di kereta atau pesawat, earphone in-ear dengan active noise cancelling (ANC) masih lebih unggul.

Pertanyaan besarnya: apakah Samsung mampu mendorong adopsi massal teknologi ini, atau open-ear tetap menjadi produk pelengkap? Jawabannya akan terlihat dari strategi pemasaran dan harga yang mereka tetapkan akhir Oktober nanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User