Samsung Galaxy Buds On Bocor Lagi: Desain Open-Ear Siap Mengganggu Pasar TWS
Pernahkah Anda merasa tidak nyaman dengan earphone yang menyumbat saluran telinga? Atau khawatir tidak mendengar suara sekitar saat berlari di pagi hari? Kabar baiknya, Samsung tampaknya mendengar kel...
Pernahkah Anda merasa tidak nyaman dengan earphone yang menyumbat saluran telinga? Atau khawatir tidak mendengar suara sekitar saat berlari di pagi hari? Kabar baiknya, Samsung tampaknya mendengar keluhan tersebut. Setelah berbulan-bulan beredar rumor, perangkat yang disebut-sebut sebagai 'Galaxy Buds On' kembali muncul dalam kebocoran gambar terbaru. Ini bukan sekadar bocoran biasa; ini adalah sinyal kuat bahwa Samsung sedang serius menggarap segmen baru: earphone dengan desain open-ear (telinga terbuka) yang tidak menyumbat liang telinga. Ibarat seperti memakai anting, Anda tetap bisa mendengar musik sambil mendengar klakson mobil atau suara teman di sebelah Anda.
Desain Open-Ear: Antara Kenyamanan dan Kualitas Audio
Kebocoran terbaru yang beredar di kalangan pengamat teknologi menunjukkan bahwa Galaxy Buds On memiliki bentuk seperti 'cangkuk' atau hook yang melingkar di telinga, dengan driver menghadap ke lubang telinga tanpa benar-benar masuk ke dalamnya. Ini adalah pendekatan yang berbeda dari seri Galaxy Buds 3 Pro yang menggunakan desain in-ear klasik dengan silicon tip. Secara teknis, desain open-ear ini mengandalkan konduksi udara langsung, bukan tulang (bone conduction). Keuntungan utamanya adalah kesadaran situasional (situational awareness) yang tinggi—Anda mendengar suara sekitar secara alami. Namun, ada kompromi: bass biasanya kurang dalam dan suara bising eksternal lebih mudah masuk. Ini bukan untuk audiophile, melainkan untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan saat beraktivitas, seperti olahraga outdoor atau bekerja di kantor terbuka.
Dari gambar yang tersebar, terlihat bahwa earbuds ini memiliki tangkai pendek yang mirip dengan Galaxy Buds 3, tetapi dengan housing yang lebih ramping. Warna yang terlihat adalah hitam dan putih, dengan sentuhan matte yang mengurangi bekas sidik jari. Yang menarik, tidak ada earwing (sayap karet) yang menonjol, sehingga kemungkinan stabilitasnya mengandalkan bentuk hook yang pas di lekukan telinga. Samsung tampaknya belajar dari kompetitor seperti Huawei FreeClip atau Bose Ultra Open Earbuds, tetapi dengan ekosistem yang lebih terintegrasi dengan ponsel Galaxy.
“Desain open-ear adalah segmen yang sedang naik daun karena menjawab masalah kenyamanan pemakaian jangka panjang. Samsung masuk dengan brand recognition yang kuat, ini bisa jadi game changer,” ujar analis industri wearable yang enggan disebutkan namanya.
Kapan Rilis? Spekulasi dan Strategi Pasar
Pertanyaan terbesar yang kini menggantung adalah: kapan perangkat ini benar-benar diluncurkan? Beberapa rumor awal menyebutkan bahwa Galaxy Buds On akan dirilis bersamaan dengan Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 pada bulan Juli mendatang. Namun, kebocoran yang terus muncul sejak awal 2026 ini membuat banyak pihak berspekulasi bahwa Samsung mungkin akan meluncurkannya lebih cepat, mungkin pada acara Unpacked pertama di kuartal pertama. Ada juga kemungkinan perangkat ini diumumkan secara diam-diam melalui siaran pers, seperti yang pernah dilakukan untuk Galaxy Buds FE. Strategi ini masuk akal: Samsung ingin menguji pasar tanpa harus bersaing dengan produk flagship mereka sendiri.
Jika melihat siklus pengembangan produk Samsung, kebocoran berulang seperti ini biasanya menandakan bahwa desain sudah final dan produksi massal sudah dimulai. Artinya, peluncuran tidak akan lama lagi. Spekulasi harga berkisar antara 150 hingga 200 dolar AS, posisi yang sedikit di bawah Galaxy Buds 3 Pro (sekitar 250 dolar) tetapi di atas Galaxy Buds FE (100 dolar). Dengan harga segitu, Samsung menargetkan konsumen yang ingin upgrade dari earbuds bawaan tetapi tidak mau membayar mahal untuk fitur noise-cancelling yang mungkin tidak mereka butuhkan.
Implikasi Teknologi dan Ekosistem
Dari sisi teknis, Galaxy Buds On diprediksi akan menggunakan chipset Bluetooth 5.4 dengan dukungan codec SSC (Samsung Seamless Codec) untuk latensi rendah. Fitur AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) seperti deteksi postur tubuh atau auto-pause saat bicara kemungkinan besar akan disertakan, mengingat Samsung semakin agresif mengintegrasikan Galaxy AI ke semua lini produknya. Yang menarik, desain open-ear ini juga memungkinkan fitur 'ambient sound' yang lebih alami, berbeda dengan mode transparansi pada earbuds in-ear yang menggunakan mikrofon untuk menangkap suara luar—hasilnya sering terdengar seperti robot.
Baterai menjadi tantangan tersendiri. Karena driver tidak tertutup rapat, efisiensi daya biasanya lebih rendah. Namun, rumor menyebutkan bahwa Samsung menggunakan driver 12mm dengan magnet neodymium yang diklaim mampu memberikan output suara yang cukup keras tanpa daya besar. Perkiraan waktu putar adalah 6-7 jam dengan sekali charge, dan total 24 jam dengan charging case. Ini sedikit di bawah kompetitor, tetapi masih cukup untuk pemakaian harian.
Yang tidak kalah penting adalah integrasi dengan aplikasi Galaxy Wearable. Pengguna akan bisa mengatur equalizer, fitur find my earbuds, dan kontrol sentuh yang dapat disesuaikan. Samsung juga diprediksi akan menambahkan fitur 'Auto Switch' yang memungkinkan perangkat berpindah koneksi secara otomatis antara Galaxy phone dan tablet, sebuah ekosistem yang sudah menjadi nilai jual utama mereka.
Pada akhirnya, kehadiran Galaxy Buds On menunjukkan bahwa Samsung tidak berpuas diri dengan dominasi di segmen in-ear. Mereka melihat celah pasar yang belum tergarap maksimal: pengguna yang ingin mendengarkan musik tanpa terputus dari dunia nyata. Jika benar dirilis dengan harga yang kompetitif, ini bisa menjadi disrupsi kecil di pasar TWS (True Wireless Stereo) yang selama ini didominasi oleh Apple dan Sony. Kita tunggu saja pengumuman resminya—semoga tidak lama lagi.
Comments (0)