Rida Mulyana Wafat, Jejak Dedikasi Mantan Sekjen KESDM di Sektor Energi
Setiap kali kita menyalakan lampu, mengisi bahan bakar kendaraan, atau memasak dengan gas, ada rantai kebijakan panjang yang bekerja di belakang layar. Di sinilah mengapa kabar duka dari sektor energi...
Setiap kali kita menyalakan lampu, mengisi bahan bakar kendaraan, atau memasak dengan gas, ada rantai kebijakan panjang yang bekerja di belakang layar. Di sinilah mengapa kabar duka dari sektor energi patut mendapat perhatian publik: orang-orang yang merancang kebijakan tersebut turut menentukan kualitas hidup jutaan warga setiap harinya. Dunia energi nasional kini kehilangan salah satu figur pentingnya. Rida Mulyana, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dikabarkan meninggal dunia. Kabar ini memicu gelombang ucapan belasungkawa dari kalangan birokrat, pelaku industri, hingga pegiat energi yang mengenalnya semasa ia bertugas.
Semasa berkarier, Rida dikenal sebagai sosok birokrat yang menekuni persoalan energi secara mendalam. Ia bukan figur yang gemar tampil di depan kamera, melainkan bekerja di balik meja perumusan kebijakan: memastikan roda administrasi kementerian berjalan sekaligus mengawal program-program strategis pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Bagi rekan-rekannya, ia adalah contoh pejabat yang tumbuh dari sistem, memahami detail teknis, dan menjalankan tugas dengan ketenangan khas birokrat karier.
Karier Panjang di Kementerian ESDM
Rida Mulyana membangun kariernya dari bawah di lingkungan Kementerian ESDM. Sebelum dipercaya menduduki kursi Sekretaris Jenderal, ia lebih dulu malang melintang di berbagai posisi teknis, termasuk sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, posisi yang membuatnya bersentuhan langsung dengan persoalan listrik nasional. Jabatan Sekjen sendiri bisa diibaratkan sebagai nahkoda administratif sebuah kementerian: mengoordinasikan seluruh unit kerja, menjaga anggaran tetap pada jalurnya, dan memastikan arahan menteri tereksekusi dengan baik hingga ke lapangan.
Di posisi tersebut, Rida berperan menjembatani kepentingan teknis dan politik. Kebijakan energi sering kali melibatkan angka investasi raksasa serta tarik-menarik banyak pihak, mulai dari perusahaan negara, investor swasta, hingga masyarakat. Sebagai Sekjen, ia menjadi salah satu penjaga agar mesin birokrasi tetap bergerak di tengah kompleksitas itu, sekaligus memastikan pelayanan publik di sektor energi tidak terganggu oleh dinamika internal maupun eksternal.
Jejak di Program Kelistrikan Nasional
Salah satu babak penting dalam karier Rida adalah keterlibatannya dalam program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintah pada pertengahan dekade 2010-an. Program ambisius ini bertujuan menambah kapasitas listrik nasional secara besar-besaran agar rasio elektrifikasi, yakni persentase rumah tangga yang sudah menikmati listrik, terus meningkat dan pasokan daya untuk industri tidak lagi seret. Kini, rasio elektrifikasi Indonesia tercatat telah menembus di atas 99 persen, capaian yang tidak lepas dari fondasi yang diletakkan pada periode tersebut.
Ibarat membangun jalan tol, menambah puluhan ribu megawatt pembangkit bukan sekadar mendirikan menara dan turbin. Ada urusan perizinan, pendanaan, pembebasan lahan, hingga negosiasi dengan pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). Di sinilah peran pejabat seperti Rida terasa: memastikan target besar itu tidak berhenti sebagai wacana, melainkan bergerak dari kertas ke lapangan, meski harus melewati berbagai hambatan teknis dan birokratis yang kerap membuat proyek energi berjalan lambat.
Warisan untuk Transisi Energi
Kepergian Rida terjadi di tengah momen ketika Indonesia memasuki babak baru bernama transisi energi, yakni peralihan bertahap dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT) seperti surya, angin, dan panas bumi. Fondasi yang dibangun para pendahulu di sektor kelistrikan menjadi pijakan penting bagi agenda besar ini. Infrastruktur, regulasi, dan tata kelola yang dirintis pada masanya kini menjadi modal untuk lompatan berikutnya menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Bagi publik, sosok seperti Rida Mulyana mengingatkan bahwa di balik setiap kebijakan energi ada manusia yang mencurahkan waktu dan pikirannya bertahun-tahun. Ucapan duka mengalir dari berbagai pihak, disertai doa agar almarhum mendapat tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dedikasinya di sektor energi akan tetap dikenang, sementara pekerjaan besar menerangi negeri diteruskan oleh generasi berikutnya yang kini memikul tanggung jawab sama.
Comments (0)