RAMageddon Meluas, Ponsel Android Murah Makin Terpinggirkan

Industri ponsel pintar global tengah dilanda krisis pasokan dan lonjakan harga komponen memori dinamis—RAM—yang oleh sejumlah analis dijuluki “RAMageddon”.

RAMageddon Meluas, Ponsel Android Murah Makin Terpinggirkan

Industri ponsel pintar global tengah dilanda krisis pasokan dan lonjakan harga komponen memori dinamis—RAM—yang oleh sejumlah analis dijuluki “RAMageddon”. Gejolak ini dipicu kombinasi gangguan rantai pasok, perang dagang semikonduktor, serta permintaan membeludak dari pusat data kecerdasan buatan. Dampak paling telak kini tak hanya menghantam segmen ponsel super murah, tetapi mulai menjalar ke perangkat kelas menengah yang dijual di bawah US$400.

Pemicu: Ledakan Harga RAM Sejak Awal 2025

Krisis tidak terjadi dalam semalam. Berdasarkan data pelacakan harga kontrak komponen DRAM, harga RAM jenis LPDDR4X dan LPDDR5—yang jamak digunakan di ponsel Android—mulai menanjak sejak triwulan pertama 2025. Sumber industri mencatat kenaikan harga modul RAM mencapai lebih dari 40 persen dalam 12 bulan terakhir. Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan chip memori pita lebar tinggi (HBM) yang dipakai akselerator AI, sehingga ketersediaan komponen mobile menciut.

Gempuran Pertama ke Ponsel Murah

  1. Perangkat entry-level langsung terpukul. Vendor yang biasa menawarkan RAM 4 GB atau 6 GB di harga 150 dolar AS mulai kesulitan mempertahankan spesifikasi. Beberapa model terpaksa turun ke konfigurasi 3 GB/32 GB, yang dianggap kurang memadai untuk pengalaman Android modern, terutama dengan makin gendutnya aplikasi dan sistem operasi.
  2. Sejumlah merek Tiongkok memangkas lini produk. Realme, Infinix, dan Tecno dikabarkan mengurangi frekuensi peluncuran model baru di rentang US$100–US$250, sekadar menunda hingga harga RAM stabil. Sementara itu, Xiaomi dan OPPO memilih menaikkan harga jual ketimbang menurunkan spesifikasi, yang berisiko menggerus pangsa pasar di negara berkembang.
  3. Virtual RAM jadi jurus sementara. Banyak produsen memperluas fitur RAM tambahan berbasis penyimpanan internal, tetapi trik ini tidak sepenuhnya menutupi kebutuhan memori fisik, terutama untuk multitasking berat dan gaming kasual.

Gelombang Susulan Menyapu Harga di Bawah US$400

Laporan terbaru yang dikutip sejumlah media teknologi menunjukkan bahwa perangkat dengan banderol di bawah US$400—segmen yang dulu dibanggakan sebagai “flagship killer”—kini mulai terkena efek dramatis. Produsen terpaksa berkompromi dengan memangkas kapasitas RAM standar dari 8 GB menjadi 6 GB, atau bahkan mengurangi kecepatan modul memori demi menekan biaya produksi. Seorang analis rantai pasok yang enggan disebut namanya menyatakan,

“Konsumen yang biasa membeli ponsel seharga Rp6 jutaan akan melihat banyak model 2026 hadir dengan RAM 6 GB, bukan 8 GB. Bahkan, beberapa perangkat dengan layar AMOLED 120 Hz terpaksa dipasangi RAM 4 GB agar tetap bisa dijual di bawah US$300.”

Fenomena ini memperlebar kesenjangan antara perangkat flagship dan non-flagship. Seri Galaxy A Samsung, misalnya, diprediksi akan menghadapi tekanan jika tren berlanjut tanpa kenaikan harga jual.

Kompensasi Lewat Perangkat Lunak dan “Cloud RAM”

Untuk meredam dampak, Google bersama mitra produsen ponsel mempercepat optimalisasi Android Go dan kernel hemat memori. Di sisi lain, gagasan “cloud RAM”—memori yang dipinjam dari pusat data melalui koneksi internet berkecepatan tinggi—mulai muncul sebagai konsep, meski belum siap untuk adopsi massal. Realitanya, hingga solusi jangka panjang matang, konsumen harus bersiap menerima ponsel dengan spesifikasi yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya meski harga tetap sama.

Apa Langkah ke Depan?

Pelaku industri memperkirakan tekanan baru akan mereda paling cepat pertengahan 2027, setelah pabrik DRAM baru di AS dan Jepang rampung dan mulai berproduksi massal. Hingga saat itu, pasar ponsel di bawah US$400 akan terus dihantui ‘RAMageddon’, menyisakan pilihan pahit: perangkat lebih mahal, spesifikasi lebih rendah, atau berkurangnya jumlah model yang tersedia.

[SOCIAL_TWEET]: Kiamat RAM meluas ke ponsel Android di bawah 400 dolar AS. Spesifikasi turun, harga naik, model murah kian langka. Simak rangkuman lengkapnya #RAMageddon #Android #Smartphone[SOCIAL_TG]: 📱 RAMageddon Masih Ganas Ponsel Android di bawah Rp 6 jutaan mulai kena imbas: RAM dipangkas, model makin sedikit. Baca selengkapnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User