Program SIGAP Goes To School Gagasan Aipda Frits, Siswa di Sitaro Kini Tak Perlu Jauh ke Kantor Polisi
Aipda Frits Bidara, personel Polres Kepulauan Sitaro, menggagas program Sidik Jari Gratis Presisi atau SIGAP Goes To School yang kini memudahkan siswa di wilayah kepulauan untuk merekam data biometri
Aipda Frits Bidara, personel Polres Kepulauan Sitaro, menggagas program Sidik Jari Gratis Presisi atau SIGAP Goes To School yang kini memudahkan siswa di wilayah kepulauan untuk merekam data biometrik mereka tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke kantor polisi. Lewat program ini, petugas langsung mendatangi sekolah-sekolah sehingga proses perekaman sidik jari menjadi lebih ringkas, efisien, dan nyaman bagi pelajar.
Terobosan dari Realitas Geografis yang Menantang
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, merupakan daerah yang tersebar di gugusan pulau dengan akses transportasi laut yang tak selalu mudah. Kondisi geografis inilah yang mengilhami Aipda Frits—yang menjabat sebagai Ps Kaur Ident Satreskrim—untuk menciptakan metode jemput bola. Warga, terutama anak-anak usia sekolah, sering kali harus menyebrang pulau hanya untuk mengurus administrasi kependudukan yang memerlukan sidik jari. Beban biaya dan waktu menjadi kendala yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya melihat dan juga saya alami, ketika mengurus persyaratan atau berkas-berkas, banyak kendala karena faktor geografis,” ujar Frits dalam wawancara bersama Terdepan.id. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari empati dan pemahaman mendalam terhadap kesulitan warga di lingkup kerjanya. Program SIGAP Goes To School pun kemudian dirancang sejak Frits pertama kali bertugas di Polres Kepulauan Sitaro, dengan harapan dapat memutus rantai hambatan pelayanan publik di kawasan perairan.
Sambutan Hangat dan Senyum Lega Pelajar
Sejak digulirkan, program ini disambut antusias para siswa dan guru. Di sejumlah sekolah yang telah dikunjungi, tim dari Satreskrim tidak hanya merekam sidik jari tetapi juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya identitas diri. Suasana yang biasanya formal dan kaku berubah menjadi interaksi penuh semangat, dengan siswa yang tidak lagi merasa terbebani karena bisa mengurus langsung di lingkungan sekolah. Senyum lega merekah dari wajah pelajar yang sebelumnya harus merogoh uang saku untuk biaya transportasi lintas pulau.
“Program ini memang sudah saya rencanakan sejak saya masuk ke Polres Kepulauan Sitaro, karena saya melihat kondisi geografis kita di Kabupaten Sitaro itu adalah wilayah kepulauan, wilayah perairan,” lanjut Frits. Komitmen itulah yang kini membuahkan percepatan perekaman data sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian yang inklusif.
Inovasi yang Mengantarkan ke Hoegeng Awards 2026
Berkat gebrakan SIGAP Goes To School yang menjawab persoalan nyata masyarakat kepulauan, Aipda Frits Bidara berhasil menembus jajaran tiga besar kandidat Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Inovatif. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kepekaan Frits dalam menerjemahkan tugas pokok kepolisian menjadi aksi pelayanan yang berdampak langsung. Keberhasilan SIGAP juga membuka mata banyak pihak bahwa inovasi tak selalu memerlukan teknologi mahal—cukup dengan kepekaan membaca kebutuhan masyarakat dan keinginan kuat untuk hadir di tengah mereka.
Terdepan.id terus memantau perkembangan program ini dan berharap model pelayanan serupa dapat direplikasi di wilayah kepulauan lain di Indonesia.
Comments (0)