Pramono Pastikan 11 Rusun Baru di Jakarta Dibiayai APBD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan 11 unit rumah susun (rusun) baru akan sepen

Jul 07, 2026 - 23:27
0 0
Pramono Pastikan 11 Rusun Baru di Jakarta Dibiayai APBD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan 11 unit rumah susun (rusun) baru akan sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tanpa bergantung pada skema pendanaan lain. Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan penyediaan hunian vertikal di tengah tingginya permintaan masyarakat akan tempat tinggal yang terjangkau.

Dimulai dengan Dua Rusun Percontohan

Menurut laporan Terdepan.id, rencana tersebut disampaikan Pramono di sela-sela kunjungannya di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Senin (29/6/2026). Ia menjelaskan, dari total 11 rusun yang rencananya dibangun, dua di antaranya akan segera dimulai sebagai proyek awal. “Yang rusun 11 anggarannya dari APBD. Dan kita segera mulai dua rusun di awal,” kata Pramono. Kebijakan bertahap ini diambil agar pelaksanaan dapat terpantau secara ketat dan hasilnya bisa menjadi tolak ukur untuk pembangunan rusun berikutnya.

“Kita ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar efektif. Dua rusun ini akan menjadi contoh, mulai dari spesifikasi, waktu pengerjaan, hingga kenyamanan calon penghuni. Setelah itu, kami evaluasi dan percepat sisanya,” ujar Pramono menambahkan dalam kesempatan yang sama.

Menjawab Kebutuhan Hunian Vertikal

Keputusan menggunakan APBD murni menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dalam mengatasi backlog perumahan di ibu kota. Pramono menyebut, kebutuhan masyarakat terhadap rusun masih sangat tinggi, terutama di kalangan pekerja informal, pasangan muda, dan warga yang terdampak penataan kawasan. Ke-11 rusun ini akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang serbaguna, area komersial kecil, dan akses transportasi umum. Pramono memastikan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya menciptakan lingkungan hunian yang manusiawi dan terintegrasi.

Dengan pembiayaan mandiri melalui APBD, Pemprov DKI memiliki keleluasaan penuh dalam menentukan lokasi, desain, dan sasaran penghuni. Transparansi anggaran menjadi perhatian utama agar tidak terjadi penyimpangan. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas mahalnya harga lahan dan hunian di Jakarta. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan proyek ini, termasuk proses lelang dan penentuan lokasi dua rusun awal yang dijadwalkan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User