PHILADELPHIA — Prancis Lolos ke Perempat Final Setelah Kalahkan Paraguay
Malam Philadelphia yang Menggema Lincoln Financial Field bergetar. Lebih dari 67 ribu pasang mata menyaksikan Les Bleus menari di atas rumput hijau Philad
Malam Philadelphia yang Menggema
Lincoln Financial Field bergetar. Lebih dari 67 ribu pasang mata menyaksikan Les Bleus menari di atas rumput hijau Philadelphia, Sabtu (4/7/2026) malam. Di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Prancis tidak memberi ampun. Paraguay datang dengan semangat membara, tetapi keperkasaan tim asuhan Didier Deschamps terlalu sulit dibendung. Prancis memastikan tiket perempat final dengan kemenangan meyakinkan 2-0, lewat gol Kylian Mbappé dan Antoine Griezmann.
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer terasa berbeda. Bendera triwarna biru-putih-merah berkibar di setiap sudut tribun, berpadu dengan sorak sorai ribuan pendukung yang rela menyeberangi Atlantik. Di sisi lain, pendukung Paraguay yang kompak mengenakan seragam merah-putih tak henti melantunkan nyanyian khas Guarani. Tapi malam itu, dewi fortuna memihak sang juara bertahan.
Dominasi Sejak Menit Awal
Deschamps menurunkan formasi 4-3-3 ofensif. Trisula Mbappé, Griezmann, dan Kingsley Coman langsung menebar ancaman. Belum genap sepuluh menit, umpan terobosan Eduardo Camavinga hampir disambar Mbappé andai kiper Carlos Coronel tak sigap keluar dari sarangnya.
Paraguay bukan tanpa perlawanan. Julio Enciso, gelandang serang berusia 22 tahun yang bermain untuk Brighton, menjadi motor serangan La Albirroja. Kecepatan dan dribelnya merepotkan barisan belakang Prancis. Dalam satu momen menegangkan di menit ke-17, Enciso melewati dua pemain dan melepaskan tembakan melengkung yang nyaris bersarang di pojok gawang. Tangan kokoh Mike Maignan menggagalkan mimpi Paraguay.
Namun, tekanan bertubi-tubi Prancis akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-34, umpan silang mendatar Antoine Griezmann dari sayap kanan diselesaikan Mbappé dengan sontekan kaki kiri. Stadion bergemuruh. Striker Paris Saint-Germain itu berlari ke sudut lapangan, merayakan gol dengan gaya ikoniknya: tangan disilangkan di dada, tatapan penuh determinasi. Gol itu menjadi sinyal meredupnya harapan Paraguay.
Benteng Tangguh dan Gol Penutup
Keunggulan satu gol tak membuat Prancis menurunkan intensitas. Justru sebaliknya, mereka terus mengurung pertahanan Paraguay. William Saliba dan Dayot Upamecano menjadi tembok kokoh yang tak tertembus. Setiap kali Enciso atau Miguel Almirón mencoba menusuk, Saliba dengan dingin memotong aliran bola. Sebuah statistik menunjukkan Saliba melakukan 5 sapuan penting dan 8 intersep sepanjang 90 menit, menjadikannya salah satu pemain terbaik di laga ini.
"Kami tahu Paraguay akan memberikan segalanya. Tapi kami memiliki pengalaman dan kualitas untuk mengendalikan ritme permainan. Ini kemenangan kolektif," ujar Deschamps dalam konferensi pers setelah laga.
Di babak kedua, Paraguay mencoba bangkit. Pelatih mereka memasukkan dua penyerang tambahan demi mengejar ketertinggalan. Skema 4-4-2 menyerang diterapkan, namun transisi cepat Prancis kerap menjadi bumerang. Puncaknya di menit ke-78, pelanggaran terhadap Mbappé di kotak terlarang memaksa wasit menunjuk titik putih. Antoine Griezmann maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia mengecoh Coronel dan membawa Prancis unggul 2-0.
Les Bleus tak lagi terbendung. Sisa waktu dijadikan ajang menjaga kebugaran dan mengontrol tempo. Paraguay yang kelelahan hanya mampu melepaskan dua tembakan spekulasi di 15 menit terakhir. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
"Saya senang bisa membantu tim melangkah lebih jauh. Gol ini untuk seluruh rakyat Prancis, dan kami tidak akan berhenti di sini," kata Mbappé dengan mata berbinar saat diwawancarai usai pertandingan.
Jalan Panjang Menuju Takhta
Dengan kemenangan ini, Prancis menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di 2018 dan 2022. Ini adalah kali kelima secara beruntun Les Bleus menembus perempat final Piala Dunia, sebuah konsistensi yang mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan dominan sepak bola modern.
Philadelphia bukan sekadar tempat transit menuju partai puncak. Kota ini menjadi saksi bagaimana generasi emas Deschamps tetap lapar akan trofi. Mbappé yang kini berusia 27 tahun tampil sebagai pemimpin di lapangan, sementara pemain muda seperti Camavinga dan Saliba menunjukkan bahwa regenerasi berjalan mulus.
Sementara itu, Paraguay harus pulang dengan kepala tegak. Mereka telah memberi perlawanan sengit sepanjang turnamen, termasuk menahan imbang salah satu unggulan di fase grup. Kiper Carlos Coronel menjadi pahlawan dengan 8 penyelamatan krusial yang mencegah kekalahan lebih besar. Julio Enciso juga membuktikan bahwa ia adalah talenta yang patut diperhitungkan di panggung global.
Kini, Prancis menatap perempat final yang akan digelar di stadion ikonik Amerika Serikat. Siapa lawan berikutnya? Apakah jalan menuju final semakin mulus? Satu hal yang pasti: Allez les Bleus akan terus berkumandang.
FAQ Penting: [SOCIAL_TWEET]: 🏆 Prancis pastikan tempat di perempat final! Les Bleus kalahkan Paraguay 2-0 lewat gol Mbappé dan Griezmann. Philadelphia bergemuruh! 🔵⚪🔴 #PialaDunia2026 #FiersdetreBleus [SOCIAL_TG]: ⚡️ FT: Prancis 2-0 Paraguay Les Bleus ke perempat final Piala Dunia 2026! Gol Mbappé (34’) dan penalti Griezmann (78’) mengunci kemenangan di Lincoln Financial Field. Saliba jadi MOTM dengan pertahanan solid. Tiket 8 besar diamankan! 🔐🏆
Comments (0)