Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite ke 19 SPBU Bogor
BOGOR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat langsung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) j
BOGOR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat langsung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah wilayah Bogor. Mulai Jumat (24/5) pagi, distribusi tambahan langsung digelontorkan ke 19 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor. Langkah ini diambil setelah terjadi lonjakan permintaan hampir 30 persen dalam tiga hari terakhir.
Kronologi Lonjakan Permintaan dan Respons Darurat
Sejak Selasa (21/5), konsumsi Pertalite di Bogor meroket secara tak wajar. Diduga, isu penyesuaian harga dan pembatasan pembelian menjadi pemicu panic buying di kalangan pengendara roda dua dan roda empat. Akibatnya, sejumlah SPBU, terutama di jalur utama seperti Jalan Raya Puncak, Jalan Raya Tajur, dan Jalan Soleh Iskandar, kehabisan stok lebih cepat dari biasanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, menegaskan bahwa tidak ada pengurangan pasokan. "Kami pastikan stok BBM dalam kondisi aman. Lonjakan ini murni karena perilaku konsumen yang membeli secara berlebihan akibat rumor yang tidak berdasar," ujarnya saat ditemui di Fuel Terminal Bogor, Kamis malam (23/5).
"Kami langsung mengerahkan 15 mobil tangki tambahan untuk memasok 19 SPBU prioritas. Total volume yang digelontorkan mencapai 1.200 kiloliter dalam 24 jam, atau dua kali lipat dari penyaluran normal harian." – Eko Kristiawan, Pertamina Patra Niaga
19 SPBU Prioritas dan Strategi Distribusi
Pertamina Patra Niaga tidak memilih 19 SPBU ini secara acak. Titik-titik tersebut dinilai sebagai lokasi dengan volume penjualan tertinggi dan melayani jalur mobilitas vital. Di antaranya SPBU di Jl. Raya Sukaraja (34-16701), SPBU Jl. Raya Ciawi (34-16803), SPBU Jl. Raya Cibinong (34-16910), dan SPBU Jl. Raya Dramaga (34-16605).
Strateginya, Pertamina memutuskan melakukan double shift di terminal BBM untuk mempercepat loading ke mobil tangki. Jika biasanya pengisian mobil tangki hanya sampai pukul 22.00 WIB, kini diperpanjang hingga pukul 02.00 dini hari. Dengan begitu, SPBU yang biasanya menerima pasokan pukul 08.00 pagi sudah bisa terisi sejak pukul 05.00 subuh, menghindari antrean panjang di pagi hari.
Selain itu, Pertamina menggandeng Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor untuk membuka jalur khusus distribusi. Mobil tangki diizinkan melintas di ruas jalan tertentu di luar jam pembatasan kendaraan berat tujuannya agar pengiriman tidak terhambat kemacetan khas Bogor.
Dampak dan Antisipasi Jangka Pendek
Hingga Sabtu (25/5) siang, pantauan di lapangan menunjukkan antrean di 19 SPBU tersebut masih ada, tetapi durasi tunggu berkurang drastis dari rata-rata 45 menit menjadi 15 menit. Stok Pertalite di masing-masing SPBU kini bertahan hingga 8-10 jam, lebih baik dibandingkan sebelumnya yang hanya 3-4 jam.
Pertamina juga memperketat pengawasan. Petugas SPBU diinstruksikan untuk membatasi pembelian Pertalite bagi kendaraan roda empat non-angkutan umum maksimal 20 liter per transaksi, sesuai imbauan pemerintah untuk menjaga subsidi tepat sasaran. Bagi kendaraan roda dua, pembelian dibatasi maksimal 5 liter.
Government Relation Pertamina Patra Niaga, M. Fajri, menambahkan bahwa langkah ini akan terus dievaluasi. "Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot dan Pemkab Bogor untuk mengaktifkan posko pemantauan di 19 SPBU. Jika situasi belum normal dalam tiga hari, kami siap menggelar operasi pasar BBM bersubsidi dengan mobil tangki di titik-titik krusial," tegasnya.
Jaminan Harga dan Stok Nasional
Masyarakat diimbau tidak khawatir soal harga. Pertalite tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.000 per liter. "Tidak ada penyesuaian harga. Kami jamin subsidi dari pemerintah tetap disalurkan dengan benar," kata Eko. Ia juga memaparkan bahwa stok nasional Pertalite mencapai 11,5 juta kiloliter dengan ketahanan 17 hari, sehingga tidak ada alasan kelangkaan.
Dengan percepatan distribusi ini, Pertamina Patra Niaga berharap kepercayaan publik pulih. Pengguna jalan di Bogor pun diharapkan kembali membeli BBM secara wajar, tidak menimbun, dan tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat memicu kepanikan. [SOCIAL_TWEET]: Distribusi Pertalite tambahan langsung digelontorkan ke 19 SPBU di Bogor setelah panic buying picu antrean panjang. Stok aman, harga tetap Rp10.000/liter. Pertamina perpanjang jam operasional terminal & buka jalur khusus biar pengiriman ngebut. #Pertalite #Bogor #EnergiUntukNegeri[SOCIAL_TG]: 🚛⛽ Pertamina Patra Niaga siagakan 15 mobil tangki tambahan & perpanjang jam operasional terminal BBM untuk atasi kelangkaan Pertalite di Bogor. 19 SPBU prioritas kini terisi lebih cepat, harga tetap Rp10.000. Jangan panic buying ya, Sobat!
Comments (0)