Penyandang Disabilitas Netra Aceh Bersinar di Murattal Nasional, Program Inklusi Kemandirian Bergulir

Banda Aceh — Seorang penyandang disabilitas netra berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Aceh dalam ajan

Penyandang Disabilitas Netra Aceh Bersinar di Murattal Nasional, Program Inklusi Kemandirian Bergulir

Banda Aceh — Seorang penyandang disabilitas netra berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Aceh dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (Murattal) tingkat nasional yang baru saja digelar. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga menjadi simbol nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih mimpi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari ketekunan, dukungan keluarga, serta pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai program pemberdayaan disabilitas.

“Kami sangat bangga dengan ananda. Keberhasilannya membuktikan bahwa penyandang disabilitas netra mampu bersaing di level tertinggi. Ini adalah hasil kerja keras dan dukungan berbagai pihak yang terus mendorong inklusi,” ujar Kepala Dinsos Aceh dalam wawancara eksklusif dengan Terdepan.id.

Ajang Murattal nasional merupakan kompetisi membaca Al-Quran dengan irama dan tajwid yang benar. Peserta penyandang disabilitas netra menghadapi tantangan sendiri karena harus menghafal dan melantunkan ayat suci menggunakan Al-Quran Braille. Wakil Aceh berhasil memukau dewan juri dengan lantunan merdu dan penguasaan tajwid yang presisi, sekaligus menginspirasi ribuan peserta lainnya.

Dukungan Pembinaan dan Aksesibilitas

Dinsos Aceh menegaskan bahwa pembinaan bagi penyandang disabilitas terus ditingkatkan. Selama ini, mereka rutin mengadakan pelatihan tilawah, bimbingan mental, serta memfasilitasi akses ke berbagai kompetisi keagamaan. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menggandeng berbagai organisasi dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas.

Pendekatan kolaboratif seperti ini diyakini mampu melahirkan lebih banyak lagi talenta-talenta disabilitas yang siap berlaga di kancah nasional maupun internasional. “Kami tidak hanya fokus pada keagamaan, tapi juga pada kemandirian ekonomi dan sosial. Semua sektor harus saling mendukung,” tambahnya.

Program Setara: Sinergi Kawan Inklusi untuk Kemandirian

Di sisi lain, upaya mewujudkan kemandirian penyandang disabilitas juga dilakukan oleh sektor swasta. PT Polytama Propindo, perusahaan afiliasi yang bergerak di bidang petrokimia, sejak tahun 2023 telah menggagas Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi). Program ini bertujuan memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses pasar kepada penyandang disabilitas agar mereka dapat hidup mandiri secara ekonomi.

Manajer CSR PT Polytama Propindo menyebut bahwa Program Setara dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi teman-teman disabilitas di masyarakat.

“Kami percaya bahwa kemandirian dimulai dari pemberdayaan. Melalui Program Setara, kami memberikan pelatihan seperti tata boga, kerajinan tangan, dan literasi digital. Semua disesuaikan dengan potensi dan minat peserta, sehingga mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri atau diterima di dunia industri,” jelasnya.

Sejak diluncurkan, Program Setara telah menjangkau puluhan penyandang disabilitas di berbagai daerah, termasuk di Aceh. Para peserta mendapat bimbingan secara gratis, bantuan alat penunjang, serta kesempatan magang di perusahaan mitra. Hasilnya, beberapa alumni program kini telah memiliki usaha mandiri atau bekerja secara profesional.

  • Pelatihan keterampilan seperti pembuatan kue kering, sabun artisan, dan produk daur ulang.
  • Pendampingan usaha termasuk manajemen keuangan, pemasaran online, dan perizinan.
  • Akses modal melalui kemitraan dengan perbankan syariah dan fintech mikro.

Inspirasi dan Harapan Inklusi

Kisah wakil Aceh di ajang Murattal nasional dan gencarnya Program Setara menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem inklusif yang memberdayakan. Kedua narasi ini saling melengkapi: prestasi individu memupuk semangat, sementara program swasta membuka jalan menuju kemandirian finansial dan sosial jangka panjang.

Pakar inklusi sosial dari Universitas Syiah Kuala menilai bahwa Aceh memiliki potensi besar menjadi provinsi pelopor bagi pemberdayaan disabilitas. “Ketika satu orang disabilitas netra bisa berdiri di panggung nasional, artinya ada sistem yang mendukung. Kita perlu memperbanyak ‘jembatan’ semacam Program Setara agar lebih banyak lagi kisah sukses lahir dari provinsi ini,” ujarnya.

Pemerintah Aceh sendiri berkomitmen untuk terus memperluas program inklusi dan menggandeng lebih banyak perusahaan guna membuka akses pendidikan, pekerjaan, serta ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas. Dengan sinergi yang semakin kuat, tidak mustahil akan muncul banyak duta Aceh di berbagai ajang nasional dan global.

Prestasi di bidang Murattal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap individu, tanpa memandang kondisi fisik, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Dukungan dari PT Polytama Propindo dan antusiasme masyarakat menjadi energi baru bagi upaya membangun Aceh yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.

[SOCIAL_TWEET]: Satu-satunya wakil Aceh di ajang Murattal Nasional adalah penyandang disabilitas netra. Prestasi ini jadi bukti keterbatasan bukan penghalang. Sementara Program Setara hadir untuk dorong kemandirian disabilitas melalui pelatihan dan pendampingan. #DisabilitasNetra #MurattalNasional #AcehInklusif #ProgramCSR[SOCIAL_TG]: ✨ Kabar inspiratif dari Aceh! Seorang penyandang disabilitas netra berhasil mewakili Aceh di ajang Murattal Nasional. Di saat yang sama, Program Setara terus mengalirkan pelatihan dan pendampingan untuk kemandirian disabilitas. Baca selengkapnya! 🙌

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User