Pemkot Tangsel Bangun Infrastruktur Dasar Kampung Kota Keranggan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan permukiman yang layak dan berkelanjutan. Kali ini, perhatian se

Pemkot Tangsel Bangun Infrastruktur Dasar Kampung Kota Keranggan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan permukiman yang layak dan berkelanjutan. Kali ini, perhatian serius diarahkan ke kawasan Kampung Kota di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, yang selama ini identik dengan keterbatasan akses infrastruktur dasar. Melalui serangkaian program penataan, pemerintah daerah bergerak cepat membangun fondasi infrastruktur yang tak hanya memperbaiki estetika, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan vital warganya.

Mengenal Kampung Kota Keranggan dan Kebutuhannya

Kelurahan Keranggan menjadi salah satu cermin kawasan perkotaan yang berkembang secara organik, namun terlambat mendapatkan sentuhan pembangunan yang merata. Kampung Kota di wilayah ini dihuni oleh ribuan keluarga yang menggantungkan hidup pada aktivitas urban, tetapi harus berjuang menghadapi persoalan klasik: jalan lingkungan yang rusak, saluran drainase tidak memadai, akses air bersih yang minim, hingga sanitasi yang jauh dari standar kesehatan. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko banjir dan penyebaran penyakit. Oleh karena itu, penataan berbasis infrastruktur dasar menjadi jawaban konkret yang tidak bisa ditunda lagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan, dalam keterangannya, menyebut bahwa proyek ini adalah bagian dari masterplan penataan kampung kota yang telah disusun sejak tahun lalu.

“Kami tidak hanya membangun jalan atau gorong-gorong. Kami ingin menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung produktivitas warga dan meningkatkan kualitas hidup. Di Keranggan, kami memulai dari fondasi yang paling dibutuhkan,”
ujarnya.

Ragam Infrastruktur yang Dibangun

Program penataan di Kampung Kota Keranggan mencakup sejumlah paket pekerjaan yang terintegrasi. Pertama, pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan dengan paving block sepanjang lebih dari 1,2 kilometer. Jalan yang sebelumnya becek saat hujan dan berdebu saat kemarau kini berubah menjadi lintasan yang mulus dan ramah pejalan kaki. Kedua, sistem drainase baru yang didesain mampu mengalirkan limpasan air hujan dengan cepat, meminimalisir genangan yang kerap menggenangi pemukiman.

Ketiga, perluasan jaringan air bersih melalui instalasi pipa distribusi yang menjangkau 300 kepala keluarga. Selama ini, banyak warga mengandalkan air tanah yang kualitasnya diragukan. Keempat, penerangan jalan umum (PJU) dengan lampu LED hemat energi yang dipasang di titik-titik gelap dan rawan tindak kejahatan. Terakhir, pemerintah juga membangun fasilitas sanitasi komunal yang representatif, lengkap dengan septic tank yang sesuai standar teknis.

Lurah Keranggan, yang turun langsung memantau progres lapangan, mengungkapkan haru atas respon positif warga.

“Dulu kami merindukan infrastruktur seperti ini. Sekarang, ibu-ibu bisa menjemur tanpa takut debu, anak-anak bermain di gang yang terang, dan air bersih mengalir hingga ke rumah. Terima kasih kepada Pemkot Tangsel yang sudah peduli,”
tuturnya.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Tak hanya bicara fisik, pembangunan ini membawa efek domino yang signifikan. Mobilitas warga, terutama pengguna sepeda motor dan pejalan kaki, jauh lebih nyaman dan aman. Aktivitas ekonomi mikro pun perlahan menggeliat; warung-warung kecil di sepanjang gang kini lebih mudah diakses pembeli. Lingkungan yang bersih dan terang juga berdampak pada menurunnya titik rawan kejahatan, sebagaimana diakui oleh Ketua RW setempat.

Dari sisi kesehatan, ketersediaan air bersih dan sanitasi layak menurunkan frekuensi penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan demam berdarah. Seorang warga penerima manfaat, Ibu Sari (42), menceritakan perubahan yang ia rasakan.

“Anak saya dulu sering sakit perut karena air sumur tidak jernih. Sekarang, kami tinggal buka kran. Jalan di depan rumah juga sudah dipaving, tidak licin lagi. Hidup terasa lebih ringan,”
akunya.

Anggaran dan Pengawasan Partisipatif

Total anggaran yang digelontorkan untuk tahap awal penataan Kampung Kota Keranggan mencapai Rp4,8 miliar, bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan tahun berjalan. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor lokal dengan pengawasan ketat dari Dinas PUPR, serta melibatkan tim monitoring independen yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan menekankan bahwa transparansi adalah harga mati.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengawasi setiap tahap. Jika ada kekurangan, langsung laporkan. Infrastruktur ini milik warga, jadi kualitasnya harus benar-benar terjaga,”
tegasnya.

Ke depan, program serupa direncanakan menyentuh seluruh kelurahan yang masuk kategori kampung kota di Tangsel. Pemerintah juga akan menggandeng pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat cakupan pembangunan, terutama di bidang rumah tidak layak huni dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Penataan kawasan Kampung Kota di Keranggan ini menjadi bukti bahwa pembangunan perkotaan tidak selalu harus identik dengan apartemen megah atau pusat perbelanjaan. Justru, dengan memperkuat infrastruktur dasar di permukiman padat, pemerintah hadir memberikan keadilan sosial bagi seluruh warganya.

[SOCIAL_TWEET]: Kampung Kota Keranggan kini lebih layak huni! Pemkot Tangsel rampungkan jalan paving, drainase, air bersih, dan penerangan. Warga sumringah, aktivitas ekonomi pun bangkit. #TangselMembangun #KampungKota #Infrastruktur[SOCIAL_TG]: 🏗️ Pemkot Tangsel tata Kampung Kota Keranggan! Jalan paving mulus, air bersih ngalir deras, penerangan terang benderang. Kini warga hidup lebih nyaman dan sehat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User