PDI Perjuangan DKI Tabur Bunga Peringati Hari Lahir Suami Megawati

Jajaran Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu untuk memperingati hari lahir Kapten Pe

PDI Perjuangan DKI Tabur Bunga Peringati Hari Lahir Suami Megawati

Jajaran Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu untuk memperingati hari lahir Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, suami pertama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Prosesi khidmat ini berlangsung di atas KRI Teluk Banten yang merapat di sekitar Pulau Kelapa, Kamis pagi, dengan diikuti pengurus partai, perwakilan organisasi sayap, serta keluarga besar Soekarnoputri.

Mengenang Sosok Perwira Muda TNI AU

Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso lahir pada 27 Oktober 1947. Ia gugur dalam tugas penerbangan di perairan Kepulauan Seribu pada 22 Januari 1970. Pesawat T-34 Mentor yang dikemudikannya jatuh dalam misi latihan rutin. Surindro dianugerahi kenaikan pangkat anumerta dan dikenang sebagai perwira muda berbakat yang terpanggil mengabdi di masa awal pembentukan TNI AU pasca-kemerdekaan.

Bagi keluarga besar PDI Perjuangan, sosok Surindro bukan sekadar bagian sejarah personal Megawati, melainkan simbol pengorbanan prajurit yang mendukung kedaulatan Republik. Dalam banyak kesempatan, Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa nilai keberanian, ketulusan, dan cinta tanah air suaminya menjadi inspirasi yang ia bawa dalam setiap langkah politiknya.

Upacara Tabur Bunga di Atas Laut

Rombongan berpakaian serba putih berangkat dari Dermaga Muara Angke pukul 07.00 WIB menggunakan kapal TNI AL. Setelah tiba di titik jatuhnya pesawat, tepatnya di koordinat antara Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ady Wijaya, S.H., memimpin prosesi. Ia membacakan riwayat singkat almarhum, disusul mengheningkan cipta selama 60 detik.

Satu per satu kader menaburkan tangkai bunga mawar putih dan melati ke laut. Suasana hening, hanya diiringi gemuruh mesin kapal dan desir angin. Sebuah karangan bunga besar dari Megawati Soekarnoputri dan keluarga – bertuliskan “Abadi Jasamu, Kau Tetap di Hati” – turut dilarung. Hadir pula anak-anak dan cucu Megawati, di antaranya Puan Maharani, Ketua DPR RI, yang ikut menabur bunga dengan khidmat.

Pesan Politik dan Kenegarawanan

Dalam sambutannya, Ady Wijaya menekankan bahwa peringatan ini bukan hanya ritual sentimental, tetapi mengandung pesan ideologis yang mendalam. “Kapten Surindro adalah pejuang yang mati muda untuk republik yang merdeka. Semangatnya harus hidup dalam diri setiap kader PDIP: berani, tulus, dan tanpa pamrih membela wong cilik dan kedaulatan negeri,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

“Kita diingatkan, politik bukan soal kekuasaan belaka, tapi soal bagaimana kita siap berkorban seperti Kapten Surindro. Hari ini kami tabur bunga sebagai simbol cinta dan terima kasih tak terhingga dari partai dan seluruh rakyat Indonesia,” tambah Ady.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia memandang kegiatan ini sebagai upaya PDIP merawat ingatan kolektif dan memperkuat ikatan emosional antar generasi kader. Tradisi tabur bunga untuk Surindro sudah dilakukan secara rutin sejak tahun 2000-an, namun kali ini terasa lebih sakral karena melibatkan unsur TNI AL dan pemda setempat.

Kolaborasi dengan TNI AL dan Pemerintah Daerah

Upacara ini mendapat dukungan penuh dari Pangkalan Utama TNI AL III Jakarta. Komandan KRI Teluk Banten menyatakan bahwa pihaknya merasa terhormat bisa memfasilitasi penghormatan kepada salah satu putra terbaik bangsa. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga mengirimkan perwakilan dan menyediakan logistik bagi peserta.

Di sela-sela acara, digelar pula bakti sosial di Pulau Kelapa berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, dan penanaman 1.000 bibit mangrove. Ini sejalan dengan semangat gotong royong yang selalu diusung partai berlambang banteng moncong putih itu.

Warisan Nilai dan Makna Kebangsaan

Megawati sendiri, meski tidak hadir karena sedang menjalani perawatan kesehatan, menyampaikan pesan tertulis yang dibacakan oleh putrinya. Isinya: “Di laut inilah cinta pertama saya kembali ke pangkuan Tuhan. Semoga keberanian Surindro terus mengalir di hati seluruh kader PDIP yang mencintai Indonesia.” Pesan itu menimbulkan isak tangis beberapa hadirin.

Kisah Surindro memang jarang diangkat media arus utama, namun bagi internal partai, ia adalah legenda bisu yang mengajarkan bahwa kepahlawanan bisa dimulai dari panggilan hati, bukan sekadar perintah. Dengan memperingati hari lahirnya di atas laut, PDIP ingin menegaskan bahwa laut Indonesia menyimpan banyak kisah pengorbanan yang wajib dikenang.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama lintas agama sebelum kapal kembali berlabuh di Muara Angke pukul 14.00 WIB. Para peserta pulang dengan bingkisan foto almarhum dan buku kecil berisi riwayat hidup serta nilai perjuangan Surindro Supjarso – selembar sejarah yang dirawat dalam memori politik nasional.

[SOCIAL_TWEET]: PDIP DKI tabur bunga di laut Kepulauan Seribu, peringati hari lahir Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, suami pertama Megawati. Puan Maharani hadir. Pengorbanan sang perwira muda abadi dalam ingatan. 🌊💐 #Sejarah #TaburBunga #PDIP[SOCIAL_TG]: 🌊 PDIP DKI gelar tabur bunga untuk Kapten Surindro, suami Megawati, di Kepulauan Seribu. Hadir Puan Maharani dan jajaran partai. Doa dan bunga untuk perwira yang gugur muda demi republik. #PDIP #Sejarah

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User