Pameran Theme Park di JIExpo Kemayoran: Menjajal Teknologi Wahana Hiburan Terkini

Bagi banyak keluarga Indonesia, akhir pekan kerap diisi dengan berburu hiburan yang tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman baru. Tren inilah yang mendorong transformasi besar di in...

Pameran Theme Park di JIExpo Kemayoran: Menjajal Teknologi Wahana Hiburan Terkini

Bagi banyak keluarga Indonesia, akhir pekan kerap diisi dengan berburu hiburan yang tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman baru. Tren inilah yang mendorong transformasi besar di industri taman rekreasi: wahana tidak lagi hanya mengandalkan putaran mesin, melainkan dipadukan dengan teknologi digital yang membuat pengunjung seolah masuk ke dunia lain. Pekan ini, publik dapat menyaksikan langsung hasil transformasi tersebut dalam pameran taman hiburan yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pameran ini mempertemukan produsen wahana, pengembang konten digital, hingga operator taman rekreasi dari dalam dan luar negeri. Bagi pengunjung umum, ini kesempatan langka menjajal aneka mainan canggih yang biasanya hanya ditemui di taman hiburan berskala besar. Bagi pelaku usaha, ajang ini menjadi etalase sekaligus kompas untuk membaca arah baru bisnis hiburan berbasis pengalaman yang tengah tumbuh pesat.

Dari VR hingga Robot Interaktif: Teknologi yang Dipamerkan

Salah satu magnet utama pameran adalah deretan wahana berbasis VR (Virtual Reality/realitas virtual), teknologi yang membuat pengguna seolah berada di lingkungan digital tiga dimensi melalui kacamata khusus. Dengan VR, sebuah wahana berukuran kecil bisa “membawa” pengunjung menyusuri luar angkasa atau menyelami dasar laut tanpa berpindah tempat. Inovasi ini membuat operator tidak lagi membutuhkan lahan luas untuk menghadirkan sensasi besar.

Selain VR, ada pula AR (Augmented Reality/realitas tertambah), yakni teknologi yang menumpukkan objek digital di atas dunia nyata melalui layar atau kamera. Ibarat seperti filter di media sosial, tetapi diterapkan pada skala wahana: dinding kosong bisa berubah menjadi hutan ajaib yang bereaksi terhadap gerakan pengunjung. Implementasi AR dinilai lebih hemat karena tidak menuntut renovasi fisik yang mahal.

Teknologi lain yang mencuri perhatian adalah robot interaktif dan animatronik, yaitu boneka mekanik yang digerakkan sistem komputer sehingga mampu bergerak dan “berbicara” secara realistis. Sebagian perangkat bahkan sudah dibekali AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) berbasis machine learning, sehingga bisa merespons pertanyaan pengunjung secara langsung. Ada pula simulator gerak yang memadukan platform hidrolik dengan layar imersif untuk menghadirkan sensasi menaiki roller coaster tanpa rel sungguhan.

Mengapa Bisnis Hiburan Berbasis Pengalaman Terus Tumbuh

Para analis menyebut fenomena ini sebagai experience economy atau ekonomi pengalaman: konsumen kini lebih rela membayar untuk momen yang berkesan ketimbang sekadar barang. Pola belanja masyarakat pascapandemi memperkuat tren tersebut, dan taman rekreasi menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan. Penyelenggara mencatat minat pengunjung pameran tahun ini meningkat dibandingkan edisi sebelumnya, baik dari kalangan pebisnis maupun keluarga yang sekadar ingin mencoba wahana baru.

TeknologiCara KerjaContoh Penerapan
VR (Virtual Reality)Kacamata khusus menampilkan dunia digital 360 derajatWahana simulasi luar angkasa
AR (Augmented Reality)Objek digital ditumpuk di atas dunia nyataDinding interaktif di area bermain anak
Animatronik + AIRobot mekanik dikendalikan komputer dan kecerdasan buatanKarakter penyambut yang bisa diajak bicara
Simulator GerakPlatform hidrolik disinkronkan dengan layar imersifSensasi roller coaster dalam ruangan

Peluang bagi Industri Kreatif Lokal

Pameran semacam ini bukan sekadar hiburan. Bagi pengembang lokal, ajang ini membuka pintu kolaborasi dengan produsen wahana global, sekaligus membuktikan bahwa konten buatan Indonesia—mulai dari gim, animasi, hingga desain wahana—mampu bersaing. Efisiensi produksi juga meningkat karena komponen yang dulu harus diimpor kini mulai dibuat di dalam negeri, sehingga biaya pembangunan wahana bisa ditekan dan ekosistem industri hiburan nasional ikut menguat.

“Masa depan taman hiburan ada pada perpaduan antara rekayasa mesin dan imajinasi digital. Indonesia punya kedua modal itu: insinyur yang andal dan kreator konten yang kaya ide,” ujar salah satu pelaku industri hiburan yang menjadi pembicara di arena pameran.

Pengembangan teknologi wahana juga membuka lapangan kerja baru, mulai dari teknisi pemeliharaan robot hingga penulis naskah interaktif untuk karakter berbasis AI. Artinya, disrupsi digital di sektor hiburan tidak hanya menguntungkan pengusaha besar, tetapi juga talenta muda yang ingin berkarier di persimpangan antara teknologi dan kreativitas.

Bagi masyarakat umum yang penasaran, pameran di JIExpo Kemayoran ini terbuka untuk pengunjung dengan tiket masuk yang terjangkau. Pengelola menyarankan pengunjung datang lebih pagi agar leluasa mencoba berbagai wahana interaktif tanpa antre panjang. Dengan melihat langsung teknologi di baliknya, pengunjung tidak hanya pulang membawa kesenangan, tetapi juga gambaran nyata tentang seperti apa hiburan keluarga di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User