Pabrik Sepatu Huitengi di Quanzhou Terbakar, Pekerja Berlindung di Atap
Sebuah kebakaran hebat melanda pabrik sepatu Huitengi di kawasan industri Quanzhou, Provinsi Fujian, China, pada Kamis (9/7) sore. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pemand...
Sebuah kebakaran hebat melanda pabrik sepatu Huitengi di kawasan industri Quanzhou, Provinsi Fujian, China, pada Kamis (9/7) sore. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pemandangan mencekam: sejumlah pekerja berdiri di atap gedung berlantai empat, sementara jilatan api dan asap hitam mengepul dari lantai-lantai di bawahnya. Insiden ini sontak memicu respons darurat besar-besaran, dengan puluhan unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dalam waktu singkat. Hingga berita ini disusun, proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan tangga hidrolik dan helikopter, sementara belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah korban jiwa.
Kronologi dan Detik-Detik Kepanikan
Menurut keterangan seorang pekerja yang berhasil menyelamatkan diri, api pertama kali terlihat di area penyimpanan bahan baku di lantai dua sekitar pukul 15.30 waktu setempat. "Saya mendengar bunyi alarm, lalu tiba-tiba asap sudah sangat tebal. Banyak teman kami yang langsung berlari ke arah tangga darurat, tapi asap sudah menutup jalur evakuasi," ujarnya dengan suara gemetar saat ditemui di posko darurat. Mereka yang terjebak di lantai atas kemudian memilih naik ke atap gedung karena itulah satu-satunya ruang terbuka yang belum tercapai api. Rekaman yang beredar menampakkan para pekerja melambaikan tangan dan berteriak meminta pertolongan, sementara api melalap bagian belakang pabrik yang diduga menjadi ruang produksi utama. Pabrik Huitengi dikenal sebagai salah satu produsen sepatu untuk pasar lokal dan juga mengekspor produknya ke beberapa negara di Asia Tenggara. Saat kejadian, diperkirakan lebih dari 200 pekerja sedang berada di dalam gedung, dengan sebagian dari mereka sedang lembur untuk mengejar tenggat produksi.
Respons Darurat dan Operasi Penyelamatan
Dinas Pemadam Kebakaran Quanzhou menerima laporan pertama pada pukul 15.42 dan segera mengirimkan 12 unit mobil pemadam, 3 tangga hidrolik, serta satu tim penyelamat khusus gedung tinggi. Banyaknya material mudah terbakar—seperti lem, karet, dan kain sintetis yang umum di pabrik sepatu—membuat api menyebar dengan sangat cepat. Proses pemadaman terkendala pula oleh letak pabrik yang berada di area padat industri dengan akses jalan sempit. "Kami harus bekerja ekstra hati-hati karena struktur atap tempat para pekerja berlindung mulai melemah akibat suhu tinggi. Tim kami menggunakan drone termal untuk memantau titik panas dan memetakan posisi korban," terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat dalam jumpa pers singkat. Untuk mempercepat evakuasi, pihak berwenang juga mengerahkan satu helikopter yang menjatuhkan tali penyelamat bagi mereka yang terjebak di sudut atap yang tidak dapat dijangkau tangga hidrolik. Hingga pukul 18.00, sebanyak 14 pekerja berhasil dievakuasi dari atap, sementara tim masih berupaya menjangkau sedikitnya 8 orang lainnya yang terlihat dalam rekaman drone. Petugas medis mendirikan tenda darurat di lapangan parkir pabrik untuk menangani korban yang mengalami sesak napas akibat asap dan luka bakar ringan.
Dugaan Penyebab dan Investigasi
Pihak kepolisian Quanzhou langsung memasang garis polisi dan memulai penyelidikan begitu api berhasil dilokalisasi. Meski penyebab pasti belum dapat disimpulkan, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di area mesin produksi yang memicu percikan api ke tumpukan bahan kimia. Seorang penyelidik yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan bahwa pabrik tersebut baru saja melakukan perawatan panel listrik sehari sebelumnya. "Kami sedang memeriksa apakah ada kelalaian prosedur atau ketidaksesuaian instalasi. Yang pasti, penyebaran api sangat dipercepat oleh banyaknya bahan adesif dan foam di lini produksi," katanya. Pemerintah kota Quanzhou menyatakan akan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan ahli keselamatan kerja dari universitas setempat. Mereka juga berjanji akan memeriksa seluruh pabrik sepatu di kawasan tersebut dalam sepekan ke depan untuk memastikan tidak ada pelanggaran standar keselamatan kebakaran serupa.
Pabrik dan Masalah Keselamatan Kerja di China
Kebakaran pabrik bukanlah peristiwa langka di China. Data Administrasi Keselamatan Kerja Nasional (National Work Safety Administration) mencatat lebih dari 1.200 insiden kebakaran di fasilitas manufaktur sepanjang tahun lalu, dengan 60 persen di antaranya disebabkan oleh kegagalan sistem kelistrikan. Industri alas kaki, khususnya, memiliki profil risiko tinggi karena melibatkan banyak pelarut organik dan proses perekatan dengan pemanasan. Pada 2014, kebakaran di sebuah pabrik sepatu di Zhejiang menewaskan 16 pekerja setelah pintu darurat digembok oleh manajemen untuk mencegah pencurian. Insiden itu memicu gelombang inspeksi mendadak serta revisi regulasi yang mewajibkan simulasi evakuasi rutin. Namun, pengamat ketenagakerjaan menilai implementasi di lapangan masih timpang, terutama di pabrik-pabrik skala menengah yang beroperasi di kawasan industri pinggiran kota. "Seringkali jalur evakuasi di gedung tua tidak didesain untuk kapasitas pekerja yang membeludak saat musim produksi tinggi. Atap sebagai tempat berlindung seharusnya menjadi langkah terakhir, bukan satu-satunya opsi," ujar seorang peneliti keselamatan kerja dari Universitas Fuzhou. Pabrik Huitengi sendiri sebelumnya belum pernah masuk daftar hitam, namun informasi awal menyebut bahwa gedung tersebut tidak memiliki sistem sprinkler otomatis yang berfungsi.
Reaksi Publik dan Langkah Lanjutan
Video para pekerja yang terjebak di atap langsung viral di platform Weibo dan Douyin, memicu tagar #QuanzhouFactoryFire yang bertengger di posisi teratas trending dalam beberapa jam. Warganet mengungkapkan simpati sekaligus kemarahan atas keselamatan kerja yang dianggap masih diabaikan. Seorang pengguna menulis, "Setiap kali musim panas, kita dengar kabar seperti ini. Kapan pekerjanya benar-benar dilindungi?" Otoritas setempat meminta masyarakat tidak menyebarkan video yang menampilkan wajah korban secara jelas demi menjaga privasi keluarga. Pemerintah kota Quanzhou juga mengumumkan akan memberikan kompensasi biaya perawatan kepada seluruh korban dan menjanjikan sanksi tegas jika penyelidikan menemukan unsur kelalaian manajemen. Sementara itu, asap masih membubung tipis dari puing bangunan saat malam tiba, menandakan bahwa api belum sepenuhnya padam. Tim SAR akan terus bekerja sepanjang malam, dibantu lampu sorot dan alat pendeteksi panas, sembari berharap bisa menemukan tanda-tanda kehidupan dari para korban yang belum terjangkau. Insiden ini kembali membuka luka lama soal mahalnya harga sebuah sepatu yang mungkin tak pernah kita pikirkan: nyawa para pembuatnya.
Baca juga:
Comments (0)