LONDON — Restoran Jepang Bergengsi Raih Skor Kebersihan Nol
Jakarta – Sebuah restoran Jepang mewah di pusat kota London yang selama ini dikenal dengan interior elegan dan harga premium mendadak menjadi sorotan globa
Jakarta – Sebuah restoran Jepang mewah di pusat kota London yang selama ini dikenal dengan interior elegan dan harga premium mendadak menjadi sorotan global. Bukan karena menu eksklusif atau pelayanan ala omotenashi-nya, melainkan karena rapor kebersihan yang sama sekali tidak layak untuk bisnis kuliner: nol besar.
Rating nol dari otoritas pangan setempat bukan sekadar skor terendah; itu adalah indikator bahwa dapur restoran tersebut secara fundamental gagal memenuhi syarat keamanan pangan dasar. Bagi pelanggan yang pernah menghabiskan ratusan poundsterling di sana, temuan ini tentu mengejutkan. Bagi publik, inilah pengingat bahwa label “mewah” dan “otentik” tidak otomatis setara dengan “higienis.”
Awal Mula Inspeksi Rutin yang Mengejutkan
Kasus ini bermula dari inspeksi rutin oleh petugas kesehatan lingkungan setempat pada pertengahan Juni lalu. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari program penilaian keamanan pangan yang berlaku di Inggris, di mana setiap restoran mendapat peringkat 0 hingga 5 berdasarkan beberapa parameter. Seorang juru bicara otoritas pangan London mengungkapkan bahwa inspeksi berlangsung selama dua jam dan melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh area operasional dapur, ruang penyimpanan, serta dokumentasi prosedur keamanan pangan. “Petugas kami menemukan serangkaian pelanggaran serius yang membahayakan kesehatan konsumen,” ujarnya dalam pernyataan resmi.Serangkaian Pelanggaran Kritis yang Ditemukan
Pemeriksaan itu mengungkapkan sejumlah masalah serius yang membuat restoran ini layak mendapat skor 0. Berbagai pelanggaran yang teridentifikasi antara lain:- Infestasi hama aktif: Petugas menemukan bukti keberadaan tikus di area penyimpanan bahan makanan. Kotoran hama terlihat di sudut-sudut pantry.
- Sistem penyimpanan tidak layak: Bahan makanan mentah disimpan di atas lantai tanpa wadah tertutup, bertumpuk dengan produk siap saji dalam satu kulkas yang suhunya tidak sesuai standar keamanan.
- Kontaminasi silang masif: Talenan dan pisau untuk bahan mentah digunakan bergantian dengan produk matang tanpa proses sanitasi di antaranya, sebuah praktik yang dapat menularkan bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli.
- Kebersihan personal buruk: Beberapa staf dapur tidak mencuci tangan sesuai prosedur, tidak menggunakan penutup rambut, dan terlihat mengenakan seragam kotor saat mengolah makanan.
- Pelanggaran suhu masak: Makanan yang seharusnya dimasak hingga suhu inti minimum 75°C justru disajikan pada suhu yang memungkinkan bakteri bertahan hidup.
Comments (0)