LIVERPOOL — Genap setahun sudah tragedi yang merenggut nyawa mantan penyerang Liverpool,
Pada Sabtu (15/3/2025) waktu setempat, sebelum laga kandang melawan Brighton & Hove Albion, seluruh penonton di Anfield mengheningkan cipta selama satu men
Pada Sabtu (15/3/2025) waktu setempat, sebelum laga kandang melawan Brighton & Hove Albion, seluruh penonton di Anfield mengheningkan cipta selama satu menit. Layar besar di stadion menayangkan foto-foto Jota saat merayakan gol-gol penting bersama Liverpool, serta momen kebersamaannya dengan Andre yang juga berprofesi sebagai pesepak bola. Spanduk bertuliskan "Jota & Andre – Selamanya di Hati Kopites" terbentang di tribun The Spion Kop.
Kronologi Singkat Tragedi
Pada 15 Maret 2024, sebuah pesawat kecil jenis Cessna yang ditumpangi Diogo Jota (29 tahun) dan Andre Silva (27 tahun) jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari bandara kecil di Portimão. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju Lisbon untuk menghadiri acara keluarga. Pesawat yang diterbangkan oleh pilot amatir itu diduga mengalami kerusakan mesin di ketinggian rendah dan tidak sempat melakukan pendaratan darurat.
Tim SAR Portugal menemukan puing-puing pesawat di perbukitan Monchique sekitar empat jam kemudian. Tidak ada penumpang yang selamat. Dunia sepak bola berduka, karena kehilangan Jota yang masih aktif bermain di level tertinggi dan Silva yang tengah menanjak di liga domestik Portugal bersama Vitória SC.
Karier Diogo Jota yang Gemilang
Diogo Jota dikenal sebagai salah satu penyerang serbabisa yang membela Liverpool sejak 2020. Sebelumnya ia bermain untuk Wolverhampton Wanderers, FC Porto, dan Paços de Ferreira. Bersama The Reds, ia mencatatkan 145 penampilan dan mencetak 56 gol di semua kompetisi, termasuk gol-gol krusial di Liga Champions dan Liga Premier.
Pelatih Liverpool pada masa itu, Jürgen Klopp, kerap memuji etos kerja Jota.
"Diogo adalah pemain yang selalu memberikan segalanya. Dia punya naluri mencetak gol yang langka dan kecerdasan taktik yang membuat tim bermain lebih baik,"kata Klopp dalam sebuah wawancara setahun lalu, yang kembali dikutip oleh media Inggris pada peringatan ini.
Selain ketajaman di depan gawang, Jota juga diingat karena kemampuannya membaca permainan dan fleksibilitas posisi. Ia bisa bermain di sayap kiri, kanan, atau sebagai penyerang tengah, memberikan opsi taktik berharga bagi pelatihnya.
Sang Adik, Andre Silva: Karier yang Terpotong
Andre Silva, adik kandung yang terpaut dua tahun lebih muda, memilih jalur berbeda. Meski sempat menimba ilmu di akademi FC Porto bersama sang kakak, ia memutuskan mengejar karier sebagai gelandang serang di klub-klub menengah Portugal. Terakhir ia menjadi pilar Vitória SC, tampil dalam 33 pertandingan musim 2023/2024 dan menyumbang 9 gol serta 12 assist.
Reza Pereira, mantan pelatih Vitória SC, mengenang Andre sebagai pemain dengan visi dan teknik di atas rata-rata.
"Andre adalah otak serangan kami. Ia bisa melihat ruang yang tidak dilihat orang lain. Yang paling menyedihkan adalah kami kehilangan dia saat ia baru benar-benar menemukan ritme terbaiknya,"ujar Pereira dalam wawancara dengan televisi lokal Portugal.
Warisan yang Ditinggalkan
Kepergian Diogo Jota dan Andre Silva mendorong keluarga untuk mendirikan Yayasan Jota-Silva yang bergerak di bidang pengembangan sepak bola anak-anak dari keluarga kurang mampu di Portugal dan Inggris. Yayasan itu telah menyalurkan lebih dari 500 beasiswa pelatihan dalam setahun terakhir.
Liverpool FC juga mengabadikan nama Jota dengan menjadikan salah satu lapangan latihan di AXA Training Centre sebagai "Jota Pitch". Sementara itu, Vitória SC mempensiunkan nomor punggung 10 milik Andre Silva selama dua musim sebagai bentuk penghormatan.
Peringatan di Media Sosial dan Rencana Laga Amal
Di media sosial, tagar #JotaAndreForever menggema sepanjang akhir pekan. Mantan rekan setim seperti Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, dan Alisson Becker membagikan foto kenangan bersama Diogo. Di Portugal, pemain timnas seperti Bruno Fernandes dan Bernardo Silva menyampaikan belasungkawa dan dukungan untuk keluarga.
Pada April 2025 mendatang, direncanakan sebuah laga amal antara legenda Liverpool dan legenda tim nasional Portugal di Estádio do Dragão, Porto. Seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke yayasan untuk melanjutkan misi kedua bersaudara itu dalam memajukan sepak bola akar rumput.
- Diogo Jota: 145 laga, 56 gol untuk Liverpool; 38 caps, 12 gol untuk timnas Portugal.
- Andre Silva: 98 laga, 27 gol untuk Vitória SC; belum debut di timnas senior.
- Yayasan Jota-Silva telah mendistribusikan dana senilai €1,2 juta untuk program kepelatihan dan pendidikan.
Kepergian kedua pemuda berbakat itu masih meninggalkan luka, namun semangat mereka terus hidup melalui ribuan anak yang mendapat kesempatan kedua berkat yayasan yang mengusung nama mereka.
[TAGS]: Diogo Jota, Andre Silva, Liverpool FC, peringatan setahun, tragedi pesawat
[SOCIAL_TWEET]: "Setahun sudah kepergian Diogo Jota dan adiknya Andre Silva. Anfield hening, tapi semangat mereka terus hidup lewat yayasan dan mimpi anak-anak muda yang mereka inspirasi. #JotaAndreForever"
[SOCIAL_FB]: "Genap satu tahun tragedi pesawat di Algarve yang merenggut dua bersaudara pesepak bola, Diogo Jota dan Andre Silva. Liverpool, Vitória SC, dan dunia sepak bola Portugal menggelar penghormatan haru. Warisan mereka tak hanya gol dan assist, tapi juga Yayasan Jota-Silva yang kini membantu ratusan anak kurang mampu meraih mimpi di lapangan hijau. Laga amal legenda akan digelar bulan depan."
[SOCIAL_TG]: "Setahun tragedi Diogo Jota & Andre Silva. Anfield mengheningkan cipta. Yayasan Jota-Silva terus bantu anak-anak. Laga amal legenda bulan depan."
[SOCIAL_THREADS]: "Satu tahun lalu, dunia sepak bola kehilangan dua bintang bersaudara. Diogo Jota, penyerang andalan Liverpool, dan Andre Silva, gelandang Vitória SC, meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hari ini Anfield penuh cinta dan kenangan. Warisan mereka jauh lebih besar dari trofi—yayasan mereka kini jadi penyambung asa bagi anak-anak yang ingin bermimpi. Terima kasih, Jota & Andre."
Comments (0)