Lebanon Mulai Pulih, Ratusan Ribu Pengungsi Kembali ke Rumah

Beirut - Suasana damai perlahan kembali menyelimuti Lebanon. Setelah berbulan-bulan mencekam akibat konflik bersenjata antara Hizbullah dan Israel, lebih dari 640 ribu warga yang terpaksa meninggal

Jul 08, 2026 - 04:55
0 0
Lebanon Mulai Pulih, Ratusan Ribu Pengungsi Kembali ke Rumah

Beirut - Suasana damai perlahan kembali menyelimuti Lebanon. Setelah berbulan-bulan mencekam akibat konflik bersenjata antara Hizbullah dan Israel, lebih dari 640 ribu warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka kini mulai kembali ke tempat asal masing-masing.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id dari kantor berita AFP pada Sabtu (4/7/2026), arus balik besar-besaran ini terjadi setelah gencatan senjata de facto mulai berlaku dan intensitas pertempuran menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Jalan-jalan utama menuju kota dan desa di Lebanon selatan dipadati kendaraan pribadi dan bus yang membawa keluarga-keluarga pulang.

"Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu. Meskipun rumah kami mungkin rusak, setidaknya kami bisa kembali ke tanah kami sendiri," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Lebanon terseret ke dalam pusaran perang regional pada 2 Maret lalu, ketika kelompok Hizbullah yang didukung oleh Teheran meluncurkan rentetan roket ke arah Israel. Serangan itu dinyatakan sebagai aksi balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam sebuah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang kontroversial. Kematian tokoh berpengaruh tersebut memicu gelombang kemarahan di kawasan dan mendorong Hizbullah untuk membuka front baru melawan Israel dari wilayah selatan Lebanon.

Reaksi Tel Aviv tidak butuh waktu lama. Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar infrastruktur Hizbullah, namun tak sedikit fasilitas sipil yang ikut terdampak. Tak cukup hanya dari udara, militer Israel juga melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan. Hingga saat ini, pasukan Israel dilaporkan masih menduduki sebagian wilayah di perbatasan tersebut, meskipun skala kehadiran mereka mulai dikurangi secara bertahap.

Gelombang pengungsian yang terjadi menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di Timur Tengah dalam dekade ini. Badan-badan PBB mencatat bahwa puncak pengungsian mencapai lebih dari 640 ribu orang, dengan sebagian besar mencari perlindungan di kota-kota bagian utara Lebanon seperti Tripoli, atau bahkan menyeberang ke Suriah melalui jalur darat yang berbahaya.

Kini, meskipun situasi keamanan belum sepenuhnya stabil dan proses rekonstruksi masih menanti, setidaknya para pengungsi sudah bisa bernapas lega. Pemerintah Lebanon bersama beberapa organisasi internasional mulai mendata tingkat kerusakan dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang kembali. Perhatian utama saat ini adalah memulihkan akses air bersih, listrik, dan layanan kesehatan di wilayah-wilayah yang hancur akibat serangan.

Meski demikian, bayang-bayang konflik belum sepenuhnya sirna. Kehadiran militer Israel yang masih bertahan di beberapa titik strategis di Lebanon selatan menjadi bom waktu yang bisa memicu ketegangan baru setiap saat. Para pengamat politik menilai, tanpa adanya perjanjian damai yang komprehensif dan disepakati semua pihak, perdamaian yang tercipta saat ini masih sangat rapuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User