Kebakaran Pabrik Sepatu di Quanzhou, Puluhan Pekerja Terjebak di Atap

Sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan industri Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, ketika api berkobar hebat melahap bangunan pabrik sepatu Huitengi pada Kamis (9/7). Momen dramatis terekam ...

Jul 12, 2026 - 05:04
0 0
Kebakaran Pabrik Sepatu di Quanzhou, Puluhan Pekerja Terjebak di Atap

Sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan industri Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, ketika api berkobar hebat melahap bangunan pabrik sepatu Huitengi pada Kamis (9/7). Momen dramatis terekam dalam video warga yang menunjukkan sejumlah pekerja terpojok di atap gedung, dikepung asap hitam tebal—mereka tak memiliki jalur evakuasi selain menunggu pertolongan dari ketinggian. Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan keselamatan kerja di sektor manufaktur padat karya yang menjadi tulang punggung ekspor alas kaki China.

Rekaman amatir yang beredar cepat di platform media sosial memperlihatkan para karyawan, sebagian besar perempuan, berdesakan di bagian tertinggi bangunan sambil melambaikan tangan meminta bantuan. Di bawah mereka, jilatan api serta kepulan asap terus membesar, tampak menjilat sisi luar gedung. Suara teriakan dan tangisan terdengar sayup-sayup direkam oleh warga yang berada di gedung seberang. Kondisi tersebut mencerminkan betapa sempitnya waktu yang dimiliki korban untuk menyelamatkan diri ketika titik api pertama kali muncul.

Kronologi dan Upaya Evakuasi Darurat

Berdasarkan keterangan Dinas Pemadam Kebakaran Quanzhou, laporan pertama diterima sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Api diduga bermula dari area penyimpanan bahan baku—sol karet, lem, dan kain sintetis yang sangat mudah terbakar—lantai dasar pabrik. Faktor desain bangunan bertingkat dengan ventilasi terbatas membuat kobaran api merambat vertikal secara cepat lewat jalur tangga dan lubang kabel, memotong akses keluar bagi pekerja di lantai atas.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 14 unit mobil pemadam dan 2 unit tangga hidrolik untuk menjangkau korban yang terperangkap di atap. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena asap tebal menghalangi pandangan. Sebanyak 23 orang berhasil diturunkan menggunakan tangga hidrolik dalam tempo 40 menit setelah tim tiba, sementara puluhan lainnya diarahkan menuruni tangga darurat samping gedung yang sempat tak terlihat karena kepulan asap. "Kami memprioritaskan evakuasi atap karena posisi mereka paling berisiko runtuh," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat dalam konferensi pers singkat.

Korban dan Kerusakan Fasilitas Produksi

Hingga pukul 17.00 waktu setempat, tim penyelamat mengonfirmasi total 47 pekerja berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sebanyak 12 di antaranya mengalami luka ringan berupa iritasi saluran pernapasan akibat menghirup asap dan luka lecet saat berusaha menyelamatkan diri. Tidak ada laporan korban jiwa, namun sebagian pekerja lainnya mengalami syok dan trauma psikologis pasca-kejadian. Pelayanan kesehatan darurat mendirikan posko di halaman pabrik untuk memberikan oksigen dan perawatan awal.

Fasilitas produksi seluas 3.500 meter persegi itu dilaporkan mengalami kerusakan parah. Dua lantai utama ambles sebagian setelah struktur baja penyangga melunak diterpa suhu tinggi. Mesin-mesin pembentuk sepatu, konveyor, dan stok barang jadi senilai jutaan yuan hangus terbakar. Pabrik Huitengi merupakan pemasok bagi sejumlah merek alas kaki domestik dan eksportir ke Asia Tenggara, sehingga insiden ini berpotensi mengganggu rantai pasok pada kuartal ketiga.

Kelemahan Sistem Proteksi Kebakaran

Badan Pengawas Keselamatan Kerja setempat mengakui bahwa pabrik tersebut baru menjalani inspeksi rutin tiga bulan sebelumnya. Namun, laporan awal petugas di lapangan mendapati bahwa sprinkler otomatis di lantai tiga tidak berfungsi karena katup utama ditutup—diduga untuk menghemat biaya perawatan. Jalur evakuasi juga dilaporkan terhambat oleh tumpukan kardus dan material produksi yang disimpan sembarangan di koridor. Temuan ini memicu kemarahan publik dan serikat pekerja yang menuntut transparansi investigasi.

Pengamat keselamatan industri dari Universitas Huaqiao menyebut kebakaran ini sebagai "pola berulang" di kawasan Quanzhou, pusat manufaktur sepatu yang mencakup ribuan pabrik kecil dan menengah. “Disiplin terhadap standar proteksi kebakaran masih lemah, terutama di pabrik-pabrik subkontrak yang dikejar target produksi ketat,” ujarnya saat diwawancarai media lokal. Ia mendesak pemerintah kota untuk memperketat audit kelayakan gedung tua yang banyak dialihfungsikan menjadi pabrik tanpa penyesuaian sistem keselamatan.

Respons Pemerintah dan Langkah ke Depan

Pemerintah Kota Quanzhou berjanji akan membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan kepolisian, dinas pemadam, dan otoritas ketenagakerjaan. Wali Kota mengeluarkan instruksi darurat agar seluruh pabrik sejenis di kawasan industri Fengze dilakukan pemeriksaan menyeluruh dalam 30 hari ke depan. Pabrik yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran terancam penutupan sementara.

Sementara itu, manajemen Huitengi menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban dan memberikan kompensasi cuti pemulihan. Mereka juga mengklaim telah mengasuransikan aset pabrik, meskipun proses klaim diperkirakan memakan waktu. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pelaku industri alas kaki bahwa efisiensi produksi tak boleh mengorbankan nyawa pekerja. Penguatan regulasi, pelatihan tanggap darurat, serta investasi pada peralatan pemadam modern menjadi keniscayaan yang tak bisa ditawar lagi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User