TANGERANG, Terdepan.id — Amukan si jago merah meluluhlantakkan puluhan bangunan di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 28 unit gudang dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa hebat yang bermula pada Rabu (16/9) malam tersebut. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hingga 10 jam operasi non-stop sebelum kobaran api berhasil dijinakkan sepenuhnya.
Peristiwa kebakaran skala besar ini menimbulkan kepulan asap pekat membubung tinggi yang terlihat hingga radius beberapa kilometer. Mayoritas gudang yang terbakar menyimpan material mudah tersulut, seperti bahan plastik, tekstil, dan bahan kimia industri, sehingga membuat api merembet dengan sangat cepat antar-blok bangunan.
Kronologi Peristiwa dan Penanganan Api
Berdasarkan laporan di lapangan, berikut merupakan urutan kejadian kebakaran di kawasan industri tersebut:
- Pukul 19.30 WIB (Awal Titik Api): Percikan api pertama kali terpantau dari salah satu gudang penyimpanan dan langsung membesar akibat tiupan angin kencang di area terbuka.
- Pukul 20.15 WIB (Penyebaran Api): Api dengan cepat menjalar ke deretan gudang di sekitarnya karena sekat bangunan yang saling berdempetan dan material yang mudah terbakar.
- Pukul 21.00 WIB - Dini Hari (Operasi Pemadaman): Puluhan unit mobil pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang tiba di lokasi dan mulai melakukan penyekatan area.
- Pukul 05.30 WIB (Tahap Pendinginan): Setelah berjibaku selama sekitar 10 jam, tim pemadam akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api utama dan melanjutkan proses pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.
Tantangan Petugas dan Kerugian Material
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala berat di lokasi kejadian. Akses sumber air yang terbatas serta ancaman runtuhnya konstruksi baja gudang memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati.
"Banyaknya material plastik dan bahan kimia membuat api sangat cepat membesar dan memicu ledakan-ledakan kecil. Kami mengerahkan seluruh armada terdekat untuk menyekat perambatan agar tidak meluas ke permukiman warga di sekitar pergudangan," ujar perwakilan petugas penanggulangan kebakaran di lokasi.
Faktor-faktor utama yang memengaruhi penanganan insiden ini meliputi:
- Pengerahan Armada: Lebih dari belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, termasuk bantuan unit perbantuan dari wilayah sekitar.
- Dampak Korban: Hingga proses pendinginan selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, mengingat sebagian besar gudang sudah ditinggalkan para pekerja saat jam operasional berakhir.
- Estimasi Kerugian: Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat puluhan gudang beserta isi inventaris dan mesin operasional hancur total.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Pihak kepolisian bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dijadwalkan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) begitu area dinyatakan sepenuhnya aman dan dingin. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di salah satu unit gudang, namun penyelidikan menyeluruh tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden kebakaran dahsyat ini.
Comments (0)