Kapolda Bengkulu Paparkan Strategi Tumpas Gangster di BETV

BENGKULU — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid membeberkan strategi komprehensif penanganan gangster yang menjad

Kapolda Bengkulu Paparkan Strategi Tumpas Gangster di BETV

BENGKULU — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid membeberkan strategi komprehensif penanganan gangster yang menjadi perhatian publik. Pemaparan itu disampaikan dalam program Bengkulu Talk Show yang disiarkan stasiun televisi lokal BETV, mulai dari penguatan patroli, edukasi, hingga kolaborasi aktif dengan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Bengkulu.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Bengkulu itu di layar kaca bukan sekadar seremoni. Di tengah meningkatnya kegelisahan warga terhadap aksi kekerasan jalanan yang kerap melibatkan kelompok remaja, penjelasan langsung dari Kapolda menjadi penegas bahwa negara hadir. Gangster — dengan segala atributnya: konvoi kendaraan, senjata tajam, hingga tawuran antarkelompok — dinilai bukan lagi persoalan kenakalan remaja biasa, melainkan ancaman serius terhadap rasa aman publik.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Yudhi menegaskan bahwa penanganan gangster tidak bisa hanya bertumpu pada pendekatan represif. Dibutuhkan strategi berlapis yang menyentuh akar persoalan, dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang-ruang sosial tempat anak muda tumbuh.

Patroli Diperkuat, Penindakan Tetap Tegas

Strategi pertama yang dipaparkan Kapolda adalah penguatan patroli kepolisian di titik-titik rawan gangguan kamtibmas. Patroli tidak lagi bersifat rutin belaka, melainkan dipetakan berdasarkan analisis waktu dan lokasi yang kerap menjadi ajang berkumpulnya kelompok-kelompok berpotensi melanggar hukum.

"Kami perkuat patroli di jam-jam dan lokasi rawan. Namun penegakan hukum tetap kami tegakkan secara tegas dan terukur terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana, apalagi sampai membawa senjata tajam dan meresahkan masyarakat," tegas Yudhi dalam talk show tersebut.

Pendekatan ini, menurutnya, bertujuan menciptakan efek jera sekaligus mencegah aksi kekerasan sebelum benar-benar terjadi. Kehadiran personel berseragam di ruang publik diharapkan menjadi pengingat bahwa aparat senantiasa mengawasi.

Edukasi Menyasar Akar Persoalan

Selain penindakan, Polda Bengkulu mengedepankan langkah preventif melalui edukasi. Program pembinaan dan penyuluhan digencarkan ke sekolah-sekolah, kampus, hingga komunitas pemuda. Tujuannya satu: memutus mata rantai rekrutmen anggota gangster yang sebagian besar berusia muda.

"Anak-anak muda ini sesungguhnya aset bangsa. Tugas kita bersama adalah mengarahkan energi mereka ke hal yang positif. Edukasi sejak dini jauh lebih murah dan lebih manusiawi ketimbang harus menindak mereka di kemudian hari," ujar jenderal bintang dua itu.

Yudhi juga menyoroti peran keluarga sebagai garda terdepan pembentukan karakter anak. Menurutnya, banyak kasus kekerasan jalanan bermula dari lemahnya pengawasan orang tua dan minimnya ruang dialog dalam keluarga.

Kolaborasi dengan Masyarakat Jadi Kunci

Strategi ketiga yang tak kalah penting adalah kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kapolda mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah kelurahan dan desa, hingga warga biasa untuk berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya masing-masing.

"Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Mata dan telinga masyarakat adalah kekuatan terbesar kami. Kalau warga peduli dan berani melapor, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit," paparnya.

Ia menambahkan, program-program kepolisian yang sudah berjalan — seperti bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan — akan terus dioptimalkan agar komunikasi antara aparat dan warga berjalan tanpa sekat.

Talk show tersebut menjadi medium komunikasi publik yang efektif bagi Polda Bengkulu untuk menyampaikan komitmennya menjaga kamtibmas. Dengan strategi tiga pilar — patroli, edukasi, dan kolaborasi — Kapolda Yudhi Sulistianto Wahid berharap Provinsi Bengkulu tetap kondusif, dan generasi mudanya terselamatkan dari jerat kekerasan jalanan. Rasa aman, menurutnya, adalah hak setiap warga yang harus diperjuangkan bersama.

[SOCIAL_TWEET]: Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid beberkan strategi tumpas gangster di Bengkulu Talk Show BETV: patroli diperkuat, edukasi sejak dini, dan kolaborasi dengan masyarakat. #Bengkulu #Kamtibmas #PoldaBengkulu [SOCIAL_TG]: 🚔 Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid paparkan strategi tumpas gangster di Bengkulu Talk Show BETV. Tiga pilar utama: patroli diperkuat, edukasi sejak dini, dan kolaborasi dengan masyarakat demi kamtibmas yang kondusif. Selengkapnya di Terdepan.id

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User