Jutaan Pelayat Iringi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran
TEHERAN, IRAN — Lautan manusia memenuhi jalan-jalan utama Teheran pada Senin (6/7/2026) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ir
TEHERAN, IRAN — Lautan manusia memenuhi jalan-jalan utama Teheran pada Senin (6/7/2026) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada usia 87 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit jantung dan ginjal. Prosesi pemakaman ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Prosesi Dimulai dari Universitas Teheran
Peti jenazah Khamenei yang dibalut bendera Iran diarak menggunakan truk terbuka dari Universitas Teheran menuju Mausoleum Imam Khomeini di selatan kota. Ratusan ribu pelayat, bahkan menurut perkiraan pemerintah mencapai lebih dari tiga juta orang, berdesakan di sepanjang rute untuk menyentuh peti atau sekadar melemparkan bunga mawar.
Anggota keluarga Khamenei, termasuk putranya Mojtaba Khamenei yang digadang-gadang sebagai salah satu calon penerus, terlihat mendampingi peti selama perjalanan. Suasana haru dan histeris mewarnai prosesi, dengan banyak pelayat yang menangis dan meneriakkan "Khamenei hidup selamanya!" serta "Kematian bagi musuh-musuh Iran!" di sepanjang Jalan Valiasr.
Delegasi Internasional Hadir
Sejumlah tokoh penting dari negara-negara sekutu Iran hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China, serta perwakilan dari Suriah, Hizbullah Lebanon, dan kelompok-kelompok proksi di Yaman dan Irak. Keamanan diperketat dengan pengerahan puluhan ribu pasukan Garda Revolusi, polisi, dan milisi sukarelawan Basij.
Transisi Kekuasaan yang Kritis
Wafatnya Khamenei memicu pertanyaan besar tentang siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi berikutnya. Dewan Ahli Iran dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat untuk memilih penerus. Nama-nama seperti ulama konservatif Ahmad Khatami dan tokoh politik Ali Larijani disebut-sebut, namun putra almarhum, Mojtaba Khamenei, diyakini memiliki peluang besar meskipun menuai kontroversi karena isu suksesi dinasti politik.
Analis politik menyebut momen ini sebagai titik kritis bagi arah kebijakan Iran, terutama terkait program nuklir, hubungan dengan Barat, dan peran Iran dalam konflik Timur Tengah. Khamenei memimpin Iran sejak 1989 setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini, dan menjadi tokoh sentral dalam poros perlawanan anti-Amerika.
"Pemimpin kami telah tiada, tapi jalan perlawanan terhadap arogansi global akan terus berlanjut," kata seorang pelayat yang mengaku sebagai anggota Basij sambil menangis.
Pemakaman Khamenei menandai akhir dari suatu era panjang di Timur Tengah, sementara dunia menunggu babak baru yang mungkin penuh ketidakpastian tentang masa depan Iran dan stabilitas kawasan.
[SOCIAL_TWEET]: Jutaan pelayat membanjiri Teheran dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Inilah momen transisi kekuasaan yang paling kritis bagi Iran dalam beberapa dekade. #Khamenei #Iran #Teheran[SOCIAL_TG]: 🕌 Jutaan orang hadiri pemakaman Ali Khamenei di Teheran. Prosesi berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat. #Iran #Khamenei
Comments (0)