Iran Murka Digempur AS Lagi di Selat Hormuz, Ancam Serangan Balasan

Ketegangan di kawasan Teluk kembali memuncak setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap posisi Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (7/7). Teheran langsung menuding Washin

Jul 08, 2026 - 08:20
0 0
Iran Murka Digempur AS Lagi di Selat Hormuz, Ancam Serangan Balasan

Ketegangan di kawasan Teluk kembali memuncak setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap posisi Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (7/7). Teheran langsung menuding Washington secara terang-terangan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua pihak.

Menurut informasi yang dihimpun Terdepan.id, Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan tegas pada Rabu (8/7/2026) yang menyebut serangan tersebut sebagai bukti nyata bahwa Amerika Serikat tidak memiliki komitmen terhadap nota kesepahaman yang telah ditandatangani. Pihak Iran menilai pelanggaran semacam ini sudah berulang kali terjadi dan menunjukkan pola pengingkaran janji dari Washington.

Pelanggaran Berulang yang Dinilai Sistematis

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa langkah ofensif AS pada Selasa malam tidak dapat ditoleransi. Serangan itu terjadi di perairan strategis Selat Hormuz yang merupakan urat nadi distribusi minyak global. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun menjadi titik rawan konfrontasi antara kedua negara, termasuk insiden-insiden yang melibatkan kapal tanker dan fasilitas lepas pantai.

“Serangan terbaru ini adalah kelanjutan dari serangkaian pelanggaran yang dilakukan Amerika. Ini menjadi bukti bahwa mereka tidak bisa dipercaya dalam memegang komitmen apa pun,” demikian isi pernyataan yang disampaikan melalui kanal Telegram resmi kementerian.

Nota kesepahaman gencatan senjata yang dimaksud merupakan hasil dari negosiasi maraton setelah eskalasi pertempuran pada awal tahun ini. Namun dokumen itu tampaknya tidak mampu menahan laju konflik, terutama di saat tensi politik antara Teheran dan Washington kembali memanas pasca-pemilu terakhir di Iran.

Ancaman Balasan dan Langkah Tegas

“Iran menyampaikan peringatan keras mengenai konsekuensi dari pelanggaran perjanjian yang dilakukan Amerika, dan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya.”

Pernyataan itu diunggah oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) melalui platform Telegram resmi dan dipantau oleh Terdepan.id pada Rabu pagi. Kalimat tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi terencana.

Para analis keamanan kawasan yang diwawancarai secara terpisah mengkhawatirkan bahwa langkah tegas yang dimaksud Iran bisa berupa respons militer langsung di laut maupun serangan asimetris melalui proksi-proksinya di Timur Tengah. Hal ini berpotensi mengganggu lalu lintas laut internasional dan memicu lonjakan harga energi global.

Masyarakat internasional, khususnya negara-negara yang bergantung pada jalur air Selat Hormuz, diharapkan segera mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan. Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari Pentagon maupun Gedung Putih terkait tuduhan pelanggaran gencatan senjata yang dilontarkan Teheran.

Terdepan.id akan terus memantau perkembangan ketegangan di kawasan tersebut dan menyajikan informasi terbaru seputar sikap kedua negara yang semakin memanas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User