InfraNexia Raup Rp 7,7 Triliun, Sinergi Danantara Dorong Ekspansi Pasar

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tidak lepas dari peran infrastruktur telekomunikasi yang semakin masif. Di tengah gencarnya transformasi digital di berbagai sektor, InfraNexia, anak usaha Tel...

InfraNexia Raup Rp 7,7 Triliun, Sinergi Danantara Dorong Ekspansi Pasar

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tidak lepas dari peran infrastruktur telekomunikasi yang semakin masif. Di tengah gencarnya transformasi digital di berbagai sektor, InfraNexia, anak usaha TelkomGroup yang fokus pada layanan infrastruktur digital, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 7,7 triliun pada semester I-2026. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan konektivitas dan pusat data (data center) di dalam negeri terus meningkat, seiring dengan kepercayaan industri terhadap layanan yang ditawarkan.

Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh Danantara, holding investasi yang menaungi TelkomGroup. Sinergi antara Danantara dan TelkomGroup terbukti mampu membuka peluang pasar eksternal yang lebih luas bagi InfraNexia, dengan pertumbuhan pangsa pasar eksternal mencapai 37,6%. Artinya, InfraNexia tidak hanya mengandalkan kebutuhan internal grup, tetapi juga berhasil menarik minat perusahaan-perusahaan lain di luar ekosistem Telkom.

Mengapa Ini Penting: Fondasi Ekonomi Digital

Ibarat jalan tol yang menghubungkan berbagai kota, InfraNexia menyediakan 'jalan tol digital' bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tanpa infrastruktur yang handal, layanan seperti cloud computing, streaming, hingga transaksi keuangan online tidak akan berjalan mulus. Pertumbuhan pendapatan InfraNexia menjadi indikator bahwa ekosistem digital nasional sedang menggeliat, dan investasi pada infrastruktur adalah kunci untuk menjaga momentum ini.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, kebutuhan akan pusat data dan jaringan fiber optik yang andal menjadi prasyarat mutlak. InfraNexia, dengan fokus pada layanan tower sharing, fiber optik, dan pusat data, berada di posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini.

Breakdown Teknis: Apa yang Dikerjakan InfraNexia?

InfraNexia bergerak di bidang penyediaan infrastruktur digital yang mencakup tiga pilar utama. Pertama, layanan menara telekomunikasi (tower sharing) yang memungkinkan operator seluler berbagi penggunaan menara, sehingga biaya operasional lebih efisien. Kedua, jaringan fiber optik yang menjadi tulang punggung internet berkecepatan tinggi. Ketiga, pusat data (data center) yang menjadi tempat penyimpanan dan pengolahan data bagi perusahaan.

Transformasi yang dilakukan InfraNexia tidak hanya berfokus pada perluasan aset, tetapi juga pada peningkatan efisiensi operasional. Dengan memanfaatkan teknologi machine learning dan artificial intelligence (AI), perusahaan dapat memantau kinerja jaringan secara real-time, mendeteksi gangguan lebih dini, dan mengoptimalkan penggunaan energi. Hal ini sejalan dengan tren global menuju infrastruktur yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Kepercayaan industri terhadap layanan kami adalah hasil dari komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan solusi yang tepat bagi kebutuhan pelanggan,” ujar salah satu eksekutif TelkomGroup dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, sinergi dengan Danantara memungkinkan InfraNexia untuk mengakses pendanaan yang lebih besar dan peluang kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lain di bawah naungan holding tersebut. Ini adalah contoh nyata bagaimana deep tech dan ekosistem bisnis yang terintegrasi dapat mempercepat pertumbuhan.

Perbandingan dan Dampak Pasar

Untuk memahami signifikansi pertumbuhan InfraNexia, kita bisa membandingkannya dengan pemain lain di industri infrastruktur digital. Berikut adalah gambaran singkatnya:

PerusahaanFokus UtamaPendapatan Semester I-2026
InfraNexiaTower, Fiber, Data CenterRp 7,7 Triliun
Pemain A (fiktif)Tower & FiberRp 5,2 Triliun
Pemain B (fiktif)Data CenterRp 3,1 Triliun

Dari tabel di atas, terlihat bahwa InfraNexia memiliki portofolio yang lebih beragam, yang menjadi keunggulan kompetitif. Dengan pertumbuhan pasar eksternal yang mencapai 37,6%, InfraNexia tidak hanya menjadi pemain dominan di internal grup, tetapi juga menjadi pesaing serius di pasar terbuka.

Ke depan, InfraNexia berencana untuk memperluas kapasitas pusat datanya di beberapa kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya. Ekspansi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan layanan komputasi awan (cloud) yang semakin tinggi, terutama dari sektor perbankan, e-commerce, dan pemerintahan. Dengan dukungan Danantara dan transformasi yang berkelanjutan, InfraNexia optimis dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Bagi masyarakat umum, pertumbuhan InfraNexia berarti koneksi internet yang lebih stabil, layanan digital yang lebih cepat, dan inovasi baru yang akan mempermudah kehidupan sehari-hari. Ini adalah bukti bahwa investasi pada infrastruktur digital adalah investasi untuk masa depan yang lebih terhubung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User