Imigrasi dan ITB Jalin Kolaborasi Strategis Kembangkan Drone Patroli untuk Perkuat Pengawasan Perbatasan
Jakarta, Terdepan.id – Direktorat Jenderal Imigrasi resmi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) dalam sebuah inisiatif terobosan bertajuk "Pagar Dig
Jakarta, Terdepan.id – Direktorat Jenderal Imigrasi resmi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) dalam sebuah inisiatif terobosan bertajuk "Pagar Digital". Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi drone patroli untuk memperkuat pengawasan keimigrasian di seluruh wilayah perbatasan Indonesia.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, usai memimpin rapat pembahasan bersama perwakilan ITB di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam keterangannya kepada awak media, Hendarsam menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap minimnya keterlibatan produk dalam negeri di sektor teknologi pertahanan.
Berawal dari keprihatinan dan rasa penasaran saya waktu menghadiri Eksibisi Pertahanan di Singapura beberapa bulan lalu. Di situ saya lihat ada berbagai macam teknologi canggih untuk pengamanan perbatasan dan lainnya, tapi kok ternyata tidak ada buatan anak bangsa. Padahal SDM kita di dalam negeri punya daya saing yang cukup tinggi untuk menghasilkan kualitas produk yang setara,"
Pernyataan tegas Hendarsam tersebut disampaikan pada Jumat, 3 Juli 2026, sekaligus menegaskan komitmen jajaran Imigrasi untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi impor, melainkan juga mendorong lahirnya inovasi dari putra-putri terbaik bangsa. Menurutnya, kolaborasi dengan ITB menjadi langkah awal yang strategis untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi sistem pengawasan perbatasan yang mumpuni, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Konsep "Pagar Digital" yang diusung dalam kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan solusi pengawasan yang lebih responsif dan adaptif terhadap tantangan keimigrasian di lapangan. Dengan memanfaatkan teknologi drone yang dikembangkan oleh para ahli dari FTMD ITB, sistem patroli perbatasan akan memiliki kemampuan pemantauan secara real-time, menjangkau area-area sulit yang selama ini menjadi celah bagi pelintas batas ilegal, penyelundupan, hingga ancaman keamanan lainnya.
Rapat pembahasan yang digelar secara tertutup tersebut turut membahas peta jalan riset dan pengembangan, termasuk tahapan uji coba serta integrasi sistem drone dengan infrastruktur pengawasan Imigrasi yang sudah ada. Kendati detail teknis masih dalam tahap finalisasi, kedua belah pihak menyatakan optimismenya terhadap hasil kolaborasi ini.
Laporan Terdepan.id juga mencatat bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat kemandirian teknologi pertahanan dan keamanan nasional. Dengan melibatkan perguruan tinggi ternama seperti ITB, Direktorat Jenderal Imigrasi tidak hanya memperkuat fungsi keimigrasian, tetapi juga membuka peluang bagi hilirisasi riset akademik menjadi produk aplikatif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh negara.
Comments (0)