I need to continue writing the article. Let me complete the table and content.

Actually, I realize I need to be careful with formatting. The user wants HTML-like tags but in the output. Let me structure it properly. Wait, the user sa

I need to continue writing the article. Let me complete the table and content.
Actually, I realize I need to be careful with formatting. The user wants HTML-like tags but in the output. Let me structure it properly. Wait, the user said "Format: [LOKASI/NAMA] — Isi Berita Singkat" for the title. So the dash is part of the format. But they also said "Judul HARUS berupa kalimat berita utuh (ada subjek + predikat)". So: PWPM Medan — Gelar Lomba Dam Batu, Catur, dan Congklak Let's count: PWPM(1) Medan(2) —(punctuation, not counted?) Gelar(3) Lomba(4) Dam(5) Batu(6) Catur(7) dan(8) Congklak(9). That's fine. Even if counted with dash, it's still under 12. Actually, to be safe and clear: "PWPM Medan Gelar Lomba Dam Batu, Catur, dan Congklak" and treat the location as implicit. But the format specifically asks for [LOKASI/NAMA] — Isi Berita Singkat. So I'll include the dash. Let's write:

PWPM Medan — Gelar Lomba Dam Batu, Catur, dan Congklak

Wait, should I include h1? The user didn't specify, but the rules mention

,

, , , . I'll include the title as plain text at the top or in h1. But the user said to use those tags. I'll put the title as the first line without h1, or with it. Actually, looking at the instruction, they specify certain tags to use. I'll use the title as a heading but since they didn't mention h1, maybe just bold or plain text. I'll put it as the first line. Now, content draft:

MEDAN — Pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menyelenggarakan rangkaian perlombaan tradisional dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bertempat di Sekretariat PWPM, Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 2, kegiatan ini digelar pada Jumat (14/8/2026) dengan menampilkan tiga cabang lomba, yakni dam batu, catur, dan congklak. Suasana keakraban terasa begitu kental ketika para wartawan dan wartawati yang sehari-hari bertugas meliput aktivitas Pemerintah Kota (Pemko) Medan beralih peran menjadi peserta perlombaan yang penuh gairah.

Tingginya antusiasme komunitas jurnalis di lingkungan Pemko Medan tercermin dari jumlah pendaftar yang mengikuti setiap cabang lomba. Sebanyak 18 pasang peserta bertanding dalam lomba dam batu yang mengharuskan kerja sama tim. Sementara itu, cabang catur diikuti oleh 10 peserta yang saling adu strategi di atas papan hitam putih. Tidak kalah seru, lomba congklak yang mengandalkan ketelitian dan perhitungan cepat diikuti oleh delapan peserta.

Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting yang akrab disapa Ginting Cobra, membuka langsung rangkaian pertandingan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas perayaan kemerdekaan, melainkan sebuah momentum penting untuk mempererat silaturahmi, kekompakan, dan rasa persaudaraan di antara insan pers yang bertugas di lingkungan Pemko Medan.

“Semoga melalui perlombaan yang kita laksanakan hari ini dapat semakin memupuk kekompakan dan rasa persaudaraan di antara kita semua, terutama dalam mendukung program kerja Pemerintah Kota Medan,” ujar Ginting usai membuka pertandingan dam batu. Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang telah berhasil menyusun acara dalam waktu relatif singkat tanpa mengurangi esensi kebersamaan yang ingin dibangun.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Amsari, didampingi Sekretaris Fitmen Panjaitan, menjelaskan bahwa seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur agar dapat diselesaikan secara efisien dalam satu hari. “Kami rencanakan seluruh pertandingan selesai dalam satu hari. Para pemenang juga akan langsung diberikan hadiah,” tutur Amsari. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan para jurnalis PWPM menjadi bukti bahwa kebutuhan akan ruang rekreasi dan interaksi sosial tetap tinggi, meski aktivitas liputan sehari-hari cukup padat.

Secara spesifik, lomba congklak diperuntukkan bagi jurnalis perempuan dan dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Keputusan ini tidak hanya memberikan ruang partisipasi yang inklusif, tetapi juga menghadirkan nuansa kearifan lokal melalui permainan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Nusantara. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan tidak melulu soal upacara dan retorika, tetapi juga bisa diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh akar budaya bangsa.

Adapun hasil pertandingan untuk cabang lomba dam batu berpasangan telah memunculkan juara. Juara I diraih oleh pasangan Ahmad Rizal dan Amiruddin. Posisi kedua ditempati oleh Hari Silaen dan Sarwo Edi, sementara medali perunggu atau juara III jatuh ke tangan Ezri dan Said Ilham. Kemenangan ini bukan sekadar soal hadiah materi, tetapi juga menjadi simbol kerja sama dan sinergi yang selama ini dibangun dalam dinamika kerja jurnalistik di Pemko Medan.

Analisis: Jurnalisme dan Ruang Sosial di Lingkungan Institusi

Penyelenggaraan perlombaan tradisional oleh PWPM membuka diskusi menarik mengenai pentingnya ruang sosial di kalangan jurnalis yang menjalankan fungsi pengawasan publik. Dalam ekosistem demokrasi lokal, hubungan antara jurnalis dan sumber di pemerintahan seringkali terjebak dalam dinamika formal yang kaku. Melalui kegiatan seperti ini, terbentuklah jaringan emosional yang memungkinkan komunikasi lebih terbuka dan produktif di masa mendatang.

Pemilihan tiga cabang lomba juga mencerminkan strategi kegiatan yang matang. Dam batu yang mengedepankan kerja sama tim, catur yang mengasah kemampuan analisis strategis, dan congklak yang mengandalkan ketelitian, secara tidak langsung mencerminkan kompetensi esensial seorang jurnalis. “Kegiatan semacam ini sebenarnya adalah investasi sosial. Ketika wartawan merasa memiliki komunitas yang solid, kualitas kerja kolektif dan independensi mereka dalam meliput kebijakan publik akan semakin terjaga,” demikian analisis yang dapat digarisbawahi dari implementasi program kerja PWPM periode ini.

Cabang Lomba Jumlah Peserta Sistem Pertandingan Target Peserta
Dam Batu 18 pasang (36 orang) Berpasangan, Gugur Umum
Catur 10 orang Individu, Gugur Umum
Congklak

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User