YOGYAKARTA, Terdepan.id — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara resmi meluncurkan logo peringatan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Acara peluncuran tersebut berlangsung secara khidmat di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, pada Sabtu (12/9/2026), dihadiri oleh jajaran pimpinan persyarikatan, perwakilan majelis, serta organisasi otonom tingkat pusat.
Peluncuran identitas visual ini menandai dimulainya rangkaian agenda nasional persyarikatan menuju puncak resepsi milad. Logo tersebut dirancang untuk merepresentasikan transformasi gerakan dakwah Islam berkemajuan yang terus adaptif terhadap tantangan zaman kontemporer tanpa meninggalkan akar historisnya.
Kronologi Peluncuran Identitas Visual Milad
Prosesi peresmian lambang resmi Tanwir dan Milad ke-114 ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan seremonial dan pemaparan substansi:
- Pembukaan dan Pengantar Majelis: Acara diawali dengan laporan panitia pengarah mengenai proses seleksi dan finalisasi konsep visual yang melibatkan para desainer internal persyarikatan.
- Penekanan Tombol Peresmian: Haedar Nashir didampingi jajaran sekretaris dan bendahara PP Muhammadiyah menekan tombol digital sebagai simbol pembukaan peluncuran logo kepada publik.
- Penayangan Video Filosofi: Pemutaran video infografis berdurasi pendek yang menguraikan makna garis, bentuk geometris, serta palet warna yang digunakan dalam lambang.
- Pidato Iftitah: Penyampaian amanat kebangsaan dan penegasan arah pergerakan Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika sosial-keagamaan global.
Filosofi Desain dan Makna Gerakan
Desain logo Milad ke-114 mengusung elemen visual yang dinamis dan sarat pesan spiritual. Perpaduan bentuk angka 114 yang saling terhubung melambangkan kontinuitas pengabdian tanpa henti, persatuan umat, serta komitmen kebangsaan yang kokoh.
"Milad ke-114 dan agenda Tanwir bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan momentum introspeksi dan akselerasi peran keumatan. Logo ini memancarkan optimisme bahwa Muhammadiyah akan terus hadir mencerahkan semesta melalui aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan penguatan ekonomi kerakyatan," ujar Haedar Nashir dalam sambutannya.
Warna dominan yang digunakan mencerminkan identitas religiusitas yang teduh, kedewasaan organisasi, serta keteguhan dalam memegang prinsip Islam yang mencerahkan dan memajukan kehidupan bangsa.
Fokus Strategis Menuju Sidang Tanwir
Selain memperingati usia perjalanan lebih dari satu abad, momentum peluncuran ini juga menjadi pintu masuk menuju penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar, yakni Tanwir Muhammadiyah. PP Muhammadiyah menitikberatkan sejumlah agenda prioritas yang akan dibahas secara komprehensif:
- Penguatan Ranting dan Cabang: Memperkokoh basis gerakan akar rumput agar program pemberdayaan masyarakat berjalan lebih inklusif dan solutif.
- Internasionalisasi Dakwah: Memperluas jejaring Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) serta kontribusi kemanusiaan global di berbagai belahan dunia.
- Digitalisasi Organisasi: Mempercepat adopsi teknologi informasi dalam tata kelola administrasi dan penyebaran konten keagamaan moderat.
- Kemandirian Ekonomi: Mengembangkan amal usaha baru berbasis ekonomi kreatif dan kewirausahaan untuk memperkuat ketahanan persyarikatan.
Haedar Nashir menegaskan bahwa seluruh struktur Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting diinstruksikan untuk menggunakan panduan logo resmi ini dalam setiap publikasi dan kegiatan menyambut milad, demi menjaga keseragaman narasi visual serta semangat kebersamaan persyarikatan.
Comments (0)