Herman Deru: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Selatan
Herman Deru: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Selatan
Profil Singkat
H. Herman Deru, S.H., M.M., lahir di Tanjung Raja, Ogan Ilir, pada 17 November 1964. Ia merupakan gubernur Sumatera Selatan periode 2018–2023 yang kembali terpilih untuk periode 2025–2030. Latar belakang pendidikannya di bidang hukum dan manajemen membentuk pendekatan teknokratisnya dalam mengelola APBD dan negosiasi investasi. Sebelum menjadi gubernur, ia sukses membangun Banyuasin sebagai daerah penyangga pangan dan kawasan industri. Gaya kepemimpinannya yang lugas dan orientasi pada eksekusi proyek membuatnya dipandang sebagai mitra strategis bagi kalangan dunia usaha.
Karier dan Riwayat Jabatan
Sebelum menduduki kursi Gubernur Sumsel, Herman Deru menjabat Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) selama dua periode (2005–2015). Rekam jejaknya di level kabupaten menunjukkan kemampuan dalam mengonsolidasikan potensi agribisnis daerah. Puncak karier birokratisnya tercapai saat memenangi Pilgub Sumsel 2018. Pengalaman panjang di eksekutif pemerintahan memberinya pemahaman mendalam tentang birokrasi perizinan, yang kemudian menjadi fondasi utama kebijakan debirokratisasi dan kemudahan berusaha yang ia usung pada periode kepemimpinan keduanya.
Kinerja dan Program Unggulan di Mata Investor
Pada periode 2025–2026, kepemimpinan Herman Deru bertumpu pada tiga pilar ekonomi: hilirisasi komoditas, akselerasi infrastruktur konektivitas, dan reformasi tata kelola perizinan. APBD Sumsel 2026 tercatat sebesar Rp 12,8 triliun, dengan alokasi belanja modal melonjak menjadi 28 persen, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Fokus belanja modal diarahkan pada pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya–Muara Enim seksi dua dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai hub ekspor batu bara dan karet. Program strategis unggulan yang langsung berdampak pada iklim investasi meliputi:
- Program "Sumsel Satu Pintu 4.0": Digitalisasi total perizinan yang memangkas waktu penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi rata-rata 2,1 hari kerja untuk sektor prioritas. Sistem ini terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) pusat dan rampung diimplementasikan pada triwulan pertama 2026.
- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api: Di bawah arahan Herman Deru, Kawasan Industri Tanjung Api-Api berhasil menarik komitmen investasi Rp 4,7 triliun pada awal 2026, terutama dari sektor pengolahan karet remah dan oleokimia berbasis kelapa sawit. Pemerintah provinsi menyediakan insentif fiskal berupa pengurangan Pajak Air Permukaan hingga 50 persen bagi investor pionir.
- Transisi Energi dan Biofuel: Sumsel memproyeksikan diri sebagai lumbung energi hijau dengan pengembangan pabrik bioavtur berbahan baku minyak jelantah di Plaju. Proyek kolaborasi antara Pertamina dan Pemprov Sumsel ini diharapkan beroperasi komersial pada kuartal keempat 2026.
Dari sisi makro, Pertumbuhan Ekonomi Sumsel pada 2025 tercatat 5,2 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional. Realisasi investasi periode 2025 mencapai Rp 36,1 triliun, dengan kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 56 persen yang menandakan kepercayaan investor lokal terhadap kebijakan Herman Deru. Laju inflasi berhasil dijaga di kisaran 2,8 persen berkat operasi pasar terpadu yang agresif.
Navigasi Tantangan dan Proyeksi ke Depan
Tantangan terbesar bagi pemerintahan Herman Deru tetaplah ketergantungan fiskal pada sektor ekstraktif dan konektivitas antar-wilayah yang timpang. Penerapan pajak ekspor batu bara yang fluktuatif sempat menekan pendapatan asli daerah (PAD) pada triwulan akhir 2025. Untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas global, ia mendorong percepatan industrialisasi berbasis sumber daya lokal dan penguatan sektor jasa pariwisata seperti sport tourism di Danau Ranau.
"Kami tidak lagi menjual bahan mentah. Kami ingin investor datang dengan teknologi untuk mengolah di sini, menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja bagi putra-putri Sumsel. Birokrasi kami permudah, insentif kami berikan, yang kami minta hanya kepastian eksekusi," ujar Herman Deru dalam forum South Sumatra Investor Summit 2026.
Untuk mengatasi disparitas infrastruktur, ia mengintensifkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada proyek jalan provinsi dan pengelolaan air bersih. Hasil survei internal Kadin Sumsel pada awal 2026 menempatkan Sumsel di peringkat keempat nasional dalam indeks kemudahan berusaha, sebuah lompatan signifikan yang didorong oleh kepastian aturan dan keamanan investasi di era kepemimpinan Herman Deru. Bagi kalangan bisnis, konsistensi gubernur dalam menjaga stabilitas politik dan fiskal menjadi sinyalemen positif untuk rencana ekspansi usaha di wilayah Sumatera bagian selatan.
Comments (0)