Gratis untuk Seluruh Dunia, GPS Ternyata Dibiayai Amerika US$2 Miliar

Setiap kali Anda membuka aplikasi peta untuk mencari alamat, memesan ojek online, atau melacak paket kiriman, ada teknologi tak kasatmata yang bekerja di balik layar. Namanya GPS (Global Positioning S...

Gratis untuk Seluruh Dunia, GPS Ternyata Dibiayai Amerika US$2 Miliar

Setiap kali Anda membuka aplikasi peta untuk mencari alamat, memesan ojek online, atau melacak paket kiriman, ada teknologi tak kasatmata yang bekerja di balik layar. Namanya GPS (Global Positioning System/sistem pemosisi global), layanan navigasi berbasis satelit yang dipakai miliaran penduduk Bumi tanpa dipungut biaya sepeser pun. Pertanyaannya: siapa yang membayar tagihan operasionalnya? Jawabannya mungkin membuat Anda terkejut, yakni pemerintah Amerika Serikat yang menggelontorkan anggaran sekitar US$2 miliar atau setara lebih dari Rp32 triliun.

Mercusuar Raksasa di Angkasa: Begini Cara Kerja GPS

Ibarat seperti mercusuar raksasa yang mengapung di orbit, konstelasi GPS terdiri dari minimal 24 satelit yang mengelilingi Bumi pada ketinggian sekitar 20.200 kilometer. Saat ini terdapat sekitar 31 satelit aktif yang dioperasikan oleh United States Space Force (Angkatan Antariksa Amerika Serikat). Satelit-satelit itu terus memancarkan sinyal radio berisi informasi waktu dan posisi secara presisi, berbekal jam atom dengan tingkat akurasi sangat tinggi.

Ponsel pintar Anda menangkap sinyal dari minimal empat satelit sekaligus, lalu mengukur jarak berdasarkan selisih waktu tempuh sinyal. Dari perhitungan matematis inilah, algoritma di dalam perangkat menentukan posisi Anda dengan akurasi hingga beberapa meter saja. Seluruh proses implementasi ini berlangsung dalam hitungan detik, tanpa pernah Anda sadari.

Dari Proyek Militer Menjadi Infrastruktur Publik Dunia

GPS lahir sebagai proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1973 dengan nama awal NAVSTAR. Satelit pertamanya meluncur pada 1978, dan sistem ini dinyatakan beroperasi penuh pada 1995. Pada masa awal, teknologi ini murni melayani kepentingan militer, mulai dari memandu rudal, mengoordinasikan pasukan, hingga navigasi kapal perang di tengah samudra.

Titik balik terjadi pada 1983, menyusul tragedi jatuhnya pesawat sipil Korean Air Lines penerbangan 007 yang tersesat ke wilayah udara Soviet. Presiden Ronald Reagan lalu memutuskan GPS dibuka bagi penggunaan sipil agar kejadian serupa tidak terulang. Inovasi besar berikutnya datang pada 2000, ketika Presiden Bill Clinton menonaktifkan fitur Selective Availability (ketersediaan selektif) yang selama ini sengaja menurunkan akurasi sinyal untuk publik. Hasilnya, ketelitian GPS sipil melonjak drastis dari sekitar 100 meter menjadi belasan meter, membuka jalan bagi disrupsi di berbagai industri.

Mengapa Amerika Rela Menanggung Biayanya?

Anggaran operasional dan pemeliharaan yang mencapai sekitar US$2 miliar per tahun tentu bukan bentuk sedekah. Ada kalkulasi strategis di baliknya. Pertama, GPS memberikan keunggulan militer yang tak ternilai harganya. Kedua, manfaat ekonominya jauh melampaui biaya pengembangan dan perawatan. Berbagai penelitian memperkirakan teknologi ini menyumbang ratusan miliar dolar bagi perekonomian global setiap tahun melalui sektor logistik, pertanian presisi, perbankan, hingga telekomunikasi yang bergantung pada sinkronisasi waktu berbasis satelit.

Ketiga, ada faktor pengaruh global atau soft power. Dengan menjadi penyedia infrastruktur navigasi dunia, Amerika Serikat memegang posisi sentral dalam ekosistem teknologi internasional. GPS adalah contoh nyata deep tech (teknologi berbasis penelitian ilmiah mendalam) yang bertransformasi menjadi utilitas publik lintas negara.

Dunia Kini Membangun Sistem Tandingan

Ketergantungan pada satu platform membuat negara lain bergerak mandiri. Rusia memiliki GLONASS, Uni Eropa membangun Galileo, dan Tiongkok merampungkan konstelasi BeiDou pada 2020. Kabar baiknya, sebagian besar ponsel modern kini sudah mendukung multi-GNSS (Global Navigation Satellite System/sistem navigasi satelit global), artinya perangkat Anda dapat menangkap sinyal dari beberapa sistem sekaligus demi akurasi dan efisiensi yang lebih tinggi.

Bagi pengguna seperti kita, subsidi raksasa ini adalah berkah yang jarang disadari. Tanpa biaya berlangganan, kita menikmati layanan navigasi yang menggerakkan roda ekonomi digital, dari pengemudi ojek online di Jakarta hingga petani di pedalaman yang memetakan lahannya. Namun kisah GPS sekaligus menjadi pengingat penting: di balik setiap layanan digital yang tampak gratis, selalu ada pihak yang menanggung ongkosnya, lengkap dengan kepentingan strategis yang menyertainya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User