Google Siapkan App Handles, Multitasking Ponsel Lipat Makin Fleksibel

Bayangkan Anda sedang membuka dua aplikasi sekaligus di ponsel layar lipat—membalas pesan sambil menonton video, misalnya—lalu ingin menukar posisi keduanya hanya dengan satu sentuhan. Selama ini,...

Google Siapkan App Handles, Multitasking Ponsel Lipat Makin Fleksibel

Bayangkan Anda sedang membuka dua aplikasi sekaligus di ponsel layar lipat—membalas pesan sambil menonton video, misalnya—lalu ingin menukar posisi keduanya hanya dengan satu sentuhan. Selama ini, aksi semacam itu sering terasa kaku dan memakan banyak langkah. Di sinilah kabar terbaru dari dapur pengembangan Android menjadi penting: Google tengah menyiapkan fitur bernama App Handles yang dirancang khusus agar multitasking di perangkat lipat seperti seri Pixel Fold terasa jauh lebih fleksibel dan alami.

Bagi pengguna ponsel lipat, kemampuan menjalankan banyak aplikasi secara berdampingan adalah alasan utama mereka merogoh kocek lebih dalam. Perangkat seperti Pixel 9 Pro Fold yang dibanderol sekitar 1.799 dolar AS (sekitar Rp28 juta) menjanjikan pengalaman layaknya tablet mini di dalam saku. Namun, perangkat keras secanggih apa pun tidak akan berarti banyak tanpa perangkat lunak yang cerdas. Inovasi seperti App Handles menunjukkan bahwa Google serius memoles sisi perangkat lunak agar investasi mahal tersebut benar-benar terbayar dalam pemakaian sehari-hari.

Apa Itu App Handles?

Secara sederhana, App Handles bisa diibaratkan seperti gagang atau pegangan virtual yang menempel pada jendela aplikasi. Ibarat seperti memindahkan panci di dapur: alih-alih mengangkat seluruh tumpukan piring, Anda cukup memegang gagangnya lalu menggesernya ke posisi yang diinginkan. Dalam konteks Android, gagang digital ini memungkinkan pengguna menarik, mengatur ulang, dan mengombinasikan aplikasi di layar besar dengan cara yang lebih intuitif.

Dari penelusuran awal pada versi uji coba, implementasi fitur ini memberikan kontrol yang lebih granular terhadap tata letak aplikasi. Pengguna dapat memanfaatkan handle untuk menyeret aplikasi ke mode layar terpisah (split-screen), menukar posisi dua aplikasi yang sedang berjalan, atau mengubah ukuran jendela tanpa harus menyelam ke menu terpisah. Pendekatan ini memangkas jumlah ketukan yang biasanya dibutuhkan untuk mengatur multitasking di perangkat lipat.

Teknologi semacam ini sebenarnya tidak lahir di ruang hampa. Sistem operasi desktop seperti Windows dan macOS telah lama mengenal konsep pegangan jendela untuk mengubah ukuran dan memindahkan aplikasi. Yang dilakukan Google adalah menerjemahkan konsep tersebut ke dalam antarmuka sentuh—sebuah tantangan desain yang tidak sederhana, karena jari manusia jauh lebih besar dan kurang presisi dibandingkan kursor mouse.

Muncul di Android Canary, Apa Artinya?

Fitur ini pertama kali terlihat pada Android Canary, kanal distribusi versi paling awal dari sistem operasi Android yang diperkenalkan Google pada pertengahan 2025. Berbeda dengan program Beta yang relatif stabil, Canary adalah etalase eksperimen: fitur-fitur yang muncul di sini bisa berubah drastis, ditunda, atau bahkan dibatalkan sama sekali sebelum dirilis ke publik.

Kemunculan App Handles di Canary mengirimkan dua sinyal penting. Pertama, pengembangan fitur ini sudah melewati tahap konsep internal dan siap diuji oleh pengembang serta pengguna antusias. Kedua, Google kemungkinan besar menargetkan fitur ini untuk rilis Android berikutnya, meski jadwal pastinya belum diumumkan. Perlu dicatat, tidak semua fitur Canary akan lolos ke versi stabil, sehingga masih terbuka peluang desain App Handles berubah signifikan seiring masukan dari komunitas penguji.

Persaingan Multitasking di Ekosistem Ponsel Lipat

Langkah Google ini juga bisa dibaca sebagai respons terhadap persaingan yang makin ketat. Samsung, pemain terbesar di segmen ponsel lipat, telah bertahun-tahun memoles antarmuka One UI dengan fitur multitasking matang seperti taskbar, pop-up view, hingga DeX (Desktop Experience), mode yang mengubah ponsel menjadi pengalaman mirip komputer desktop. Sementara itu, pabrikan Tiongkok seperti Oppo dan Honor juga agresif menghadirkan inovasi interaksi di perangkat lipat mereka.

AspekAndroid (Google)One UI (Samsung)
Pengaturan jendelaApp Handles (dalam pengembangan)Pop-up view dan multi-window
Mode desktopDesktop mode (bertahap)Samsung DeX
Target perangkatSeri Pixel Fold dan tabletGalaxy Z Fold/Flip dan tablet

Dengan memperkuat fondasi multitasking di Android murni, Google tidak hanya memanjakan pemilik Pixel Fold, tetapi juga menyediakan platform standar yang bisa diadopsi seluruh mitra pabrikan. Efisiensi pengembangan seperti ini penting: fitur yang ditanam di level sistem operasi akan menjangkau lebih banyak perangkat dibanding fitur eksklusif satu merek, sekaligus memperkuat ekosistem Android secara keseluruhan.

Kapan Bisa Dijajal Pengguna?

Untuk saat ini, App Handles hanya bisa diakses oleh pengguna yang memasang Android Canary pada perangkat Pixel yang kompatibel—itu pun dengan risiko stabilitas khas versi eksperimental. Pengguna umum kemungkinan baru akan merasakannya lewat pembaruan sistem besar berikutnya, setelah fitur ini melewati masa uji coba dan penyempurnaan algoritma interaksinya.

Yang jelas, arah pengembangan ini memperlihatkan komitmen Google menjadikan ponsel lipat sebagai warga kelas satu dalam ekosistem Android. Jika implementasinya matang, App Handles berpotensi menjadi salah satu fitur deep tech yang kecil namun berdampak besar: mengubah cara jutaan orang berpindah antaraplikasi, satu gagang digital dalam satu waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User